Fitri Learning

LatihanIPA SMP Kelas 9

Bab 2: Pewarisan Sifat

IPA SMP Kelas 9 · 25 soal · bagian 1 dari 3

  1. Soal

    Mendel melakukan eksperimen persilangan monohibrid pada tanaman kacang kapri untuk mempelajari pewarisan sifat warna bunga. Dalam percobaannya, ia menyilangkan tanaman berbunga ungu homozigot dominan (UU) dengan tanaman berbunga putih homozigot resesif (uu). Semua keturunan generasi F₁ memiliki fenotipe ungu dengan genotipe heterozigot (Uu), menunjukkan bahwa sifat warna ungu adalah dominan terhadap warna putih. Ketika tanaman F₁ (Uu) disilangkan sesamanya, Mendel mengamati bahwa generasi F₂ menghasilkan rasio fenotipe 3:1 (ungu ) dan rasio genotipe 1:2:1 (UU ). Fenotipe ungu muncul pada tanaman dengan genotipe UU dan Uu, sedangkan fenotipe putih hanya muncul pada genotipe uu. Untuk mengidentifikasi genotipe tanaman berbunga ungu, Mendel menggunakan testcross, yaitu menyilangkan tanaman berbunga ungu dengan tanaman berbunga putih (uu). Hasil testcross memberikan informasi tentang genotipe tanaman berbunga ungu yang diuji: jika tanaman tersebut heterozigot (Uu), rasio fenotipe keturunan adalah 1:1. Namun, jika tanaman tersebut homozigot dominan (UU), seluruh keturunan berbunga ungu dengan rasio fenotipe 1:0. Jika tanaman berbunga ungu dari generasi F₂ disilangkan kembali dengan tanaman berbunga putih (testcross), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan, dan bagaimana hasil ini menjelaskan genotipe tanaman berbunga ungu yang disilangkan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: a. Dalam testcross, tanaman berbunga ungu (yang genotipenya bisa UU atau Uu) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (uu). Berikut penjelasan lebih rinci: • Jika genotipe tanaman ungu adalah Uu (heterozigot): • Gamet yang dihasilkan adalah U dan u. • Ketika disilangkan dengan uu, keturunannya memiliki genotipe: • Uu (ungu) • uu (putih) • Rasio fenotipe keturunan adalah 1:1 (ungu ). • Jika genotipe tanaman ungu adalah UU (homozigot dominan): • Gamet yang dihasilkan hanya U. • Ketika disilangkan dengan uu, keturunannya memiliki genotipe: • Uu (ungu) • Seluruh keturunan berbunga ungu. • Rasio fenotipe keturunan adalah 1:0 (semua ungu). Mengapa Pilihan Lain Salah? b: Salah. Tidak semua tanaman berbunga ungu bersifat heterozigot. Tanaman homozigot dominan (UU) juga memiliki fenotipe ungu. c: Salah. Rasio 3:1 berlaku pada persilangan sesama F₁, bukan pada testcross. d: Salah. Testcross tidak pernah menghasilkan rasio 3:1 atau 1:2:1, karena melibatkan genotipe spesifik (ungu × putih). e: Salah. Testcross dengan Uu menghasilkan rasio 1:1, bukan semua berbunga putih. Kesimpulan Testcross adalah metode yang efektif untuk menentukan genotipe tanaman berbunga ungu. Hasil rasio fenotipe 1:1 menunjukkan genotipe heterozigot (Uu), sedangkan rasio 1:0 menunjukkan genotipe homozigot dominan (UU).

  2. Soal

    Mendel melakukan eksperimen persilangan monohibrid pada tanaman kacang kapri untuk mempelajari pewarisan sifat warna bunga. Dalam percobaannya, ia menyilangkan tanaman berbunga ungu homozigot dominan (UU) dengan tanaman berbunga putih homozigot resesif (uu). Semua keturunan generasi F₁ memiliki fenotipe ungu dengan genotipe heterozigot (Uu), menunjukkan bahwa sifat warna ungu adalah dominan terhadap warna putih. Ketika tanaman F₁ (Uu) disilangkan sesamanya, Mendel mengamati bahwa generasi F₂ menghasilkan rasio fenotipe 3:1 (ungu ) dan rasio genotipe 1:2:1 (UU). Fenotipe ungu muncul pada tanaman dengan genotipe UU dan Uu, sedangkan fenotipe putih hanya muncul pada genotipe uu. Untuk mengidentifikasi genotipe tanaman berbunga ungu, Mendel menggunakan testcross, yaitu menyilangkan tanaman berbunga ungu dengan tanaman berbunga putih (uu). Hasil testcross memberikan informasi tentang genotipe tanaman berbunga ungu yang diuji: jika tanaman tersebut heterozigot (Uu), rasio fenotipe keturunan adalah 1:1. Namun, jika tanaman tersebut homozigot dominan (UU), seluruh keturunan berbunga ungu dengan rasio fenotipe 1:0. Jika tanaman berbunga ungu dari generasi F₂ disilangkan kembali dengan tanaman berbunga putih (testcross), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan, dan bagaimana hasil ini menjelaskan genotipe tanaman berbunga ungu yang disilangkan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: a. Dalam testcross, tanaman berbunga ungu (yang genotipenya bisa UU atau Uu) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (uu). Berikut penjelasan lebih rinci: • Jika genotipe tanaman ungu adalah Uu (heterozigot): • Gamet yang dihasilkan adalah U dan u. • Ketika disilangkan dengan uu, keturunannya memiliki genotipe: • Uu (ungu) • uu (putih) • Rasio fenotipe keturunan adalah 1:1 (ungu). • Jika genotipe tanaman ungu adalah UU (homozigot dominan): • Gamet yang dihasilkan hanya U. • Ketika disilangkan dengan uu, keturunannya memiliki genotipe: • Uu (ungu) • Seluruh keturunan berbunga ungu. • Rasio fenotipe keturunan adalah 1:0 (semua ungu). Mengapa Pilihan Lain Salah? b: Salah. Tidak semua tanaman berbunga ungu bersifat heterozigot. Tanaman homozigot dominan (UU) juga memiliki fenotipe ungu. c: Salah. Rasio 3:1 berlaku pada persilangan sesama F₁, bukan pada testcross. d: Salah. Testcross tidak pernah menghasilkan rasio 3:1 atau 1:2:1, karena melibatkan genotipe spesifik (ungu × putih). e: Salah. Testcross dengan Uu menghasilkan rasio 1:1, bukan semua berbunga putih. Kesimpulan Testcross adalah metode yang efektif untuk menentukan genotipe tanaman berbunga ungu. Hasil rasio fenotipe 1:1 menunjukkan genotipe heterozigot (Uu), sedangkan rasio 1:0 menunjukkan genotipe homozigot dominan (UU).

  3. Soal

    Mendel menyilangkan tanaman kacang kapri berbunga ungu berbiji bulat (UUBB) dengan tanaman berbunga putih berbiji keriput (uubb) dalam eksperimen dihibid untuk mempelajari pewarisan dua sifat sekaligus. Generasi F₁ yang dihasilkan seluruhnya heterozigot (UuBb) dan menunjukkan fenotipe ungu bulat, karena alel ungu (U) dan bulat (B) adalah dominan terhadap alel putih (u) dan keriput (b). Ketika generasi F₁ (UuBb) disilangkan sesamanya, hasil generasi F₂ menunjukkan rasio fenotipe 9:3:3:1: • 9 ungu bulat (U_), • 3 ungu keriput (U), • 3 putih bulat (uuB_), • 1 putih keriput (uubb). Hasil ini membuktikan bahwa gen warna bunga (U/u) dan bentuk biji (B/b) berpadu secara independen, sesuai dengan hukum Mendel tentang perpaduan bebas (independent assortment). Ketika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), setiap alel dari masing-masing gen dipasangkan secara acak selama pembentukan gamet, memungkinkan kombinasi fenotipe tertentu pada keturunan. Jika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), berapa rasio fenotipe pada keturunan, dan bagaimana prinsip perpaduan bebas berlaku dalam persilangan ini?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: d. Dalam persilangan antara Uubb (ungu keriput) dan uuBb (putih bulat), kombinasi gamet dari masing-masing tanaman adalah sebagai berikut: • Tanaman Uubb menghasilkan gamet: • U b • u b • Tanaman uuBb menghasilkan gamet: • u B • u b

    Gambar soal

    Rasio Fenotipe: • Ungu bulat (UuBb): 1 • Ungu keriput (Uubb): 1 • Putih bulat (uuBb): 1 • Putih keriput (uubb): 1 Rasio Fenotipe Akhir: 1:1:1:1 Penjelasan Prinsip Perpaduan Bebas: Hasil ini menunjukkan bahwa gen warna bunga (U/u) dan gen bentuk biji (B/b) diwariskan secara independen, artinya alel dari satu gen tidak memengaruhi pembagian alel gen lainnya selama pembentukan gamet. Prinsip ini memastikan berbagai kombinasi genetik pada keturunan. Mengapa Pilihan Lain Salah? • a: Salah, gen U/u dan B/b diwariskan secara independen, sehingga tidak menghasilkan pola seperti 1:3.b: Salah, rasio 9:3:3:1 hanya berlaku pada persilangan sesama F₁ (UuBb × UuBb), bukan pada testcross seperti ini. c: Salah, rasio 3:1 tidak sesuai untuk persilangan ini karena testcross menghasilkan rasio fenotipe yang lebih beragam. e: Salah, rasio 2:2 tidak didukung oleh kombinasi gamet yang dihasilkan. Kesimpulan Persilangan antara Uubb dan uuBb menghasilkan rasio fenotipe 1:1:1:1 (ungu bulat: ungu keriput: putih bulat: putih keriput), membuktikan prinsip perpaduan bebas Mendel yang menyatakan bahwa gen berbeda diwariskan secara independen selama meiosis.

  4. Soal

    Mendel menyilangkan tanaman kacang kapri berbunga ungu berbiji bulat (UUBB) dengan tanaman berbunga putih berbiji keriput (uubb) dalam eksperimen dihibid untuk mempelajari pewarisan dua sifat sekaligus. Generasi F₁ yang dihasilkan seluruhnya heterozigot (UuBb) dan menunjukkan fenotipe ungu bulat, karena alel ungu (U) dan bulat (B) adalah dominan terhadap alel putih (u) dan keriput (b). Ketika generasi F₁ (UuBb) disilangkan sesamanya, hasil generasi F₂ menunjukkan rasio fenotipe 9:3:3:1: • 9 ungu bulat (U_), • 3 ungu keriput (U), • 3 putih bulat (uuB_), • 1 putih keriput (uubb). Hasil ini membuktikan bahwa gen warna bunga (U/u) dan bentuk biji (B/b) berpadu secara independen, sesuai dengan hukum Mendel tentang perpaduan bebas (independent assortment). Ketika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), setiap alel dari masing-masing gen dipasangkan secara acak selama pembentukan gamet, memungkinkan kombinasi fenotipe tertentu pada keturunan. Jika tanaman F₂ dengan fenotipe ungu keriput (Uubb) disilangkan dengan tanaman putih bulat (uuBb), berapa rasio fenotipe pada keturunan, dan bagaimana prinsip perpaduan bebas berlaku dalam persilangan ini?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: d. Dalam persilangan antara Uubb (ungu keriput) dan uuBb (putih bulat), kombinasi gamet dari masing-masing tanaman adalah sebagai berikut: • Tanaman Uubb menghasilkan gamet: • U b • u b • Tanaman uuBb menghasilkan gamet: • u B • u b

    Gambar soal

    Rasio Fenotipe: • Ungu bulat (UuBb): 1 • Ungu keriput (Uubb): 1 • Putih bulat (uuBb): 1 • Putih keriput (uubb): 1 Rasio Fenotipe Akhir: 1:1:1:1 Penjelasan Prinsip Perpaduan Bebas: Hasil ini menunjukkan bahwa gen warna bunga (U/u) dan gen bentuk biji (B/b) diwariskan secara independen, artinya alel dari satu gen tidak memengaruhi pembagian alel gen lainnya selama pembentukan gamet. Prinsip ini memastikan berbagai kombinasi genetik pada keturunan. Mengapa Pilihan Lain Salah? a: Salah, gen U/u dan B/b diwariskan secara independen, sehingga tidak menghasilkan pola seperti 1:3. b: Salah, rasio 9:3:3:1 hanya berlaku pada persilangan sesama F₁ (UuBb × UuBb), bukan pada testcross seperti ini. c: Salah, rasio 3:1 tidak sesuai untuk persilangan ini karena testcross menghasilkan rasio fenotipe yang lebih beragam. e: Salah, rasio 2:2 tidak didukung oleh kombinasi gamet yang dihasilkan. Kesimpulan Persilangan antara Uubb dan uuBb menghasilkan rasio fenotipe 1:1:1:1 (ungu bulat: ungu keriput: putih bulat: putih keriput), membuktikan prinsip perpaduan bebas Mendel yang menyatakan bahwa gen berbeda diwariskan secara independen selama meiosis.

  5. Soal

    Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna, di mana alel dominan (M) tidak sepenuhnya menutupi ekspresi alel resesif (m). Ketika tanaman berbunga merah (MM) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), semua keturunan F₁ memiliki bunga merah muda (Mm) karena ekspresi fenotipe merupakan campuran dari kedua alel. Jika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menunjukkan rasio genotipe 1 MM: 2 Mm: 1 mm, dengan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Fenotipe merah muda pada heterozigot (Mm) membuktikan adanya dominansi tidak sempurna karena kedua alel berkontribusi terhadap fenotipe. Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), hasil keturunan tergantung pada distribusi gamet selama pembentukan genotipe baru. Jika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan pada keturunan, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: b. Ketika Mm (merah muda) disilangkan dengan mm (putih), kemungkinan gamet yang dihasilkan adalah: • Gamete dari Mm: • M • m • Gamete dari mm: • m

    Gambar soal

    Rasio Fenotipe: • 1 merah muda (Mm): 1 putih (mm) Penjelasan: • Dominansi tidak sempurna berarti alel dominan (M) dan resesif (m) sama-sama memengaruhi fenotipe pada heterozigot (Mm), menghasilkan bunga merah muda. • Karena tanaman putih (mm) hanya memiliki alel resesif, kombinasi genotipe memastikan hasil persilangan adalah 50% merah muda dan 50% putih. • Mengapa Pilihan Lain Salah? b: Salah, persilangan tidak menghasilkan fenotipe merah (MM) karena tidak ada gamet M dari tanaman putih (mm). c: Salah, rasio 3:1 hanya berlaku dalam persilangan sesama heterozigot (Mm × Mm). d: Salah, rasio 1:2 tidak sesuai dengan pola genetik persilangan ini. e: Salah, gen dominan tidak menyebabkan rasio fenotipe 2:2 dalam persilangan ini. • Kesimpulan Dominansi tidak sempurna menghasilkan fenotipe campuran pada heterozigot (Mm), sehingga persilangan antara tanaman merah muda (Mm) dan putih (mm) memberikan rasio fenotipe 1 merah muda: 1 putih. Hal ini menunjukkan bagaimana alel dominan dan resesif berinteraksi dalam menghasilkan fenotipe yang berbeda.

  6. Soal

    Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna, di mana alel dominan (M) tidak sepenuhnya menutupi ekspresi alel resesif (m). Ketika tanaman berbunga merah (MM) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), semua keturunan F₁ memiliki bunga merah muda (Mm) karena ekspresi fenotipe merupakan campuran dari kedua alel. Jika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menunjukkan rasio genotipe 1 MM: 2 Mm: 1 mm, dengan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Fenotipe merah muda pada heterozigot (Mm) membuktikan adanya dominansi tidak sempurna karena kedua alel berkontribusi terhadap fenotipe. Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), hasil keturunan tergantung pada distribusi gamet selama pembentukan genotipe baru. Jika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan pada keturunan, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: b. Ketika Mm (merah muda) disilangkan dengan mm (putih), kemungkinan gamet yang dihasilkan adalah: • Gamete dari Mm: • M • m • Gamete dari mm: • m

    Gambar soal

    Rasio Fenotipe: • 1 merah muda (Mm): 1 putih (mm) Penjelasan: • Dominansi tidak sempurna berarti alel dominan (M) dan resesif (m) sama-sama memengaruhi fenotipe pada heterozigot (Mm), menghasilkan bunga merah muda. • Karena tanaman putih (mm) hanya memiliki alel resesif, kombinasi genotipe memastikan hasil persilangan adalah 50% merah muda dan 50% putih. • Mengapa Pilihan Lain Salah? b: Salah, persilangan tidak menghasilkan fenotipe merah (MM) karena tidak ada gamet M dari tanaman putih (mm). c: Salah, rasio 3:1 hanya berlaku dalam persilangan sesama heterozigot (Mm × Mm). d: Salah, rasio 1:2 tidak sesuai dengan pola genetik persilangan ini. e: Salah, gen dominan tidak menyebabkan rasio fenotipe 2:2 dalam persilangan ini. • Kesimpulan Dominansi tidak sempurna menghasilkan fenotipe campuran pada heterozigot (Mm), sehingga persilangan antara tanaman merah muda (Mm) dan putih (mm) memberikan rasio fenotipe 1 merah muda: 1 putih. Hal ini menunjukkan bagaimana alel dominan dan resesif berinteraksi dalam menghasilkan fenotipe yang berbeda.

  7. Soal

    Bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna, di mana alel dominan (M) tidak sepenuhnya menutupi ekspresi alel resesif (m). Ketika tanaman berbunga merah (MM) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), semua keturunan F₁ memiliki bunga merah muda (Mm) karena ekspresi fenotipe merupakan campuran dari kedua alel. Jika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menunjukkan rasio genotipe 1 MM: 2 Mm: 1 mm, dengan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Fenotipe merah muda pada heterozigot (Mm) membuktikan adanya dominansi tidak sempurna karena kedua alel berkontribusi terhadap fenotipe. Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), hasil keturunan tergantung pada distribusi gamet selama pembentukan genotipe baru. Jika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga putih (mm), berapakah rasio fenotipe yang dihasilkan pada keturunan, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: b. Ketika Mm (merah muda) disilangkan dengan mm (putih), kemungkinan gamet yang dihasilkan adalah: • Gamete dari Mm: • M • m • Gamete dari mm: • m

    Gambar soal

    Rasio Fenotipe: • 1 merah muda (Mm): 1 putih (mm) Penjelasan: • Dominansi tidak sempurna berarti alel dominan (M) dan resesif (m) sama-sama memengaruhi fenotipe pada heterozigot (Mm), menghasilkan bunga merah muda. • Karena tanaman putih (mm) hanya memiliki alel resesif, kombinasi genotipe memastikan hasil persilangan adalah 50% merah muda dan 50% putih. • Mengapa Pilihan Lain Salah? b: Salah, persilangan tidak menghasilkan fenotipe merah (MM) karena tidak ada gamet M dari tanaman putih (mm). c: Salah, rasio 3:1 hanya berlaku dalam persilangan sesama heterozigot (Mm × Mm). d: Salah, rasio 1:2 tidak sesuai dengan pola genetik persilangan ini. e: Salah, gen dominan tidak menyebabkan rasio fenotipe 2:2 dalam persilangan ini. • Kesimpulan Dominansi tidak sempurna menghasilkan fenotipe campuran pada heterozigot (Mm), sehingga persilangan antara tanaman merah muda (Mm) dan putih (mm) memberikan rasio fenotipe 1 merah muda: 1 putih. Hal ini menunjukkan bagaimana alel dominan dan resesif berinteraksi dalam menghasilkan fenotipe yang berbeda.

  8. Soal

    Seorang siswa melakukan eksperimen persilangan menggunakan tanaman kacang kapri dengan fenotipe bunga ungu heterozigot (Uu) dan bunga putih (uu). Berdasarkan hukum segregasi bebas Mendel, alel dominan (U) dan resesif (u) akan dipisahkan secara merata selama meiosis, menghasilkan rasio fenotipe 1:1 (ungu) pada keturunan. Namun, hasil pengamatan siswa menunjukkan bahwa dari 100 tanaman yang dihasilkan, terdapat 60 tanaman berbunga ungu dan 40 tanaman berbunga putih, yang menyimpang dari rasio teoritis 1:1. Siswa mulai bertanya-tanya apakah hukum Mendel benar-benar berlaku atau apakah ada faktor lain, seperti peluang acak atau pengaruh lingkungan, yang menyebabkan penyimpangan ini. Apa yang menyebabkan hasil rasio fenotipe tanaman tidak sepenuhnya sesuai dengan rasio Mendel, dan bagaimana hukum segregasi bebas menjelaskan fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: b. Hasil yang berbeda dari rasio teoritis 1:1 dijelaskan oleh variasi statistik atau peluang acak dalam proses pembentukan gamet dan fertilisasi. Meskipun hukum segregasi bebas Mendel berlaku, dalam praktiknya hasil pengamatan tidak selalu persis sama dengan prediksi teoritis karena ukuran sampel yang terbatas dapat menghasilkan variasi statistik alami. Dalam persilangan Uu × uu, hukum segregasi bebas memastikan bahwa: • Tanaman heterozigot (Uu) menghasilkan 50% gamet U dan 50% gamet u. • Tanaman berbunga putih (uu) hanya menghasilkan 100% gamet u. Kombinasi gamet ini menghasilkan rasio probabilitas: • 50% ungu (Uu) • 50% putih (uu) Namun, dalam kenyataan, hasil yang diamati sering kali menyimpang dari rasio teoritis karena: • Peluang acak dalam proses meiosis dan fertilisasi. • Ukuran sampel kecil, yang meningkatkan kemungkinan variasi dari hasil teoritis. Mengapa Pilihan Lain Salah? a: Salah, hukum Mendel tetap berlaku untuk tanaman kapri dan menjelaskan pewarisan sifat warna bunga. c: Salah, sifat ungu pada tanaman heterozigot (Uu) adalah dominan penuh, bukan dominansi tidak sempurna. d: Salah, warna bunga ditentukan oleh genetik, bukan dipengaruhi oleh lingkungan. e: Salah, tanaman heterozigot menghasilkan gamet U dan u dalam jumlah yang sama (50:50) sesuai hukum segregasi Mendel. Kesimpulan Penyimpangan rasio 1:1 dalam hasil pengamatan siswa dapat dijelaskan oleh peluang acak dan variasi statistik, tetapi hukum segregasi bebas tetap berlaku. Hal ini menekankan pentingnya pengamatan pada sampel yang lebih besar untuk mendekati hasil teoritis.

  9. Soal

    Seorang siswa melakukan eksperimen persilangan menggunakan tanaman kacang kapri dengan fenotipe bunga ungu heterozigot (Uu) dan bunga putih (uu). Berdasarkan hukum segregasi bebas Mendel, alel dominan (U) dan resesif (u) akan dipisahkan secara merata selama meiosis, menghasilkan rasio fenotipe 1:1 (ungu) pada keturunan. Namun, hasil pengamatan siswa menunjukkan bahwa dari 100 tanaman yang dihasilkan, terdapat 60 tanaman berbunga ungu dan 40 tanaman berbunga putih, yang menyimpang dari rasio teoritis 1:1. Siswa mulai bertanya-tanya apakah hukum Mendel benar-benar berlaku atau apakah ada faktor lain, seperti peluang acak atau pengaruh lingkungan, yang menyebabkan penyimpangan ini. Apa yang menyebabkan hasil rasio fenotipe tanaman tidak sepenuhnya sesuai dengan rasio Mendel, dan bagaimana hukum segregasi bebas menjelaskan fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: b. Hasil yang berbeda dari rasio teoritis 1:1 dijelaskan oleh variasi statistik atau peluang acak dalam proses pembentukan gamet dan fertilisasi. Meskipun hukum segregasi bebas Mendel berlaku, dalam praktiknya hasil pengamatan tidak selalu persis sama dengan prediksi teoritis karena ukuran sampel yang terbatas dapat menghasilkan variasi statistik alami. Dalam persilangan Uu × uu, hukum segregasi bebas memastikan bahwa: • Tanaman heterozigot (Uu) menghasilkan 50% gamet U dan 50% gamet u. • Tanaman berbunga putih (uu) hanya menghasilkan 100% gamet u. Kombinasi gamet ini menghasilkan rasio probabilitas: • 50% ungu (Uu) • 50% putih (uu) Namun, dalam kenyataan, hasil yang diamati sering kali menyimpang dari rasio teoritis karena: • Peluang acak dalam proses meiosis dan fertilisasi. • Ukuran sampel kecil, yang meningkatkan kemungkinan variasi dari hasil teoritis. Mengapa Pilihan Lain Salah? a: Salah, hukum Mendel tetap berlaku untuk tanaman kapri dan menjelaskan pewarisan sifat warna bunga. c: Salah, sifat ungu pada tanaman heterozigot (Uu) adalah dominan penuh, bukan dominansi tidak sempurna. d: Salah, warna bunga ditentukan oleh genetik, bukan dipengaruhi oleh lingkungan. e: Salah, tanaman heterozigot menghasilkan gamet U dan u dalam jumlah yang sama (50:50) sesuai hukum segregasi Mendel. Kesimpulan Penyimpangan rasio 1:1 dalam hasil pengamatan siswa dapat dijelaskan oleh peluang acak dan variasi statistik, tetapi hukum segregasi bebas tetap berlaku. Hal ini menekankan pentingnya pengamatan pada sampel yang lebih besar untuk mendekati hasil teoritis.

  10. Soal

    Seorang peneliti mempelajari pola pewarisan sifat pada tanaman dengan dua gen tertaut, yaitu gen A yang menentukan warna daun (A: hijau, a: kuning) dan gen B yang menentukan bentuk buah (B: bulat, b: lonjong). Peneliti mendapati bahwa gen A dan gen B selalu diwariskan bersama pada keturunan (A dengan B, a dengan b), menunjukkan bahwa gen ini terletak pada kromosom yang sama. Dalam persilangan antara dua tanaman heterozigot (AaBb × AaBb), peneliti mengharapkan rasio fenotipe 9:3:3:1 sesuai hukum perpaduan bebas Mendel. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar keturunan memiliki fenotipe daun hijau-buah bulat (AB) atau daun kuning-buah lonjong (ab), dengan hanya sedikit keturunan yang memiliki fenotipe rekombinan, yaitu daun hijau-buah lonjong (Ab) atau daun kuning-buah bulat (aB). Mengapa hasil persilangan tersebut tidak sesuai dengan rasio fenotipe Mendel, dan apa yang menyebabkan rendahnya jumlah keturunan dengan fenotipe rekombinan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: a. Hasil pengamatan tidak sesuai dengan rasio fenotipe 9:3:3:1 karena gen A dan gen B terletak pada kromosom yang sama (gen tertaut). Hal ini menyebabkan alel dominan A dan B cenderung diwariskan bersama, demikian pula dengan alel resesif a dan b. Fenotipe parental (AB dan ab) lebih sering muncul, sedangkan fenotipe rekombinan (Ab dan aB) jarang terjadi karena rekombinasi melalui crossing-over hanya sesekali memisahkan gen-gen tertaut. Penjelasan lebih lanjut: • Fenotipe parental dominan (AB, daun hijau-buah bulat) dan fenotipe parental resesif (ab, daun kuning-buah lonjong) lebih sering muncul karena gen tertaut diwariskan bersama selama meiosis. • Fenotipe rekombinan (Ab, daun hijau-buah lonjong dan aB, daun kuning-buah bulat) lebih sedikit karena rekombinasi genetik yang memisahkan alel-alel tertaut jarang terjadi. Frekuensi crossing-over tergantung pada jarak antara gen-gen tersebut di kromosom. • Hukum Mendel tetap berlaku, tetapi Mendel tidak menyadari adanya gen tertaut saat merumuskan hukum perpaduan bebas. Gen tertaut adalah pengecualian dari hukum tersebut. Mengapa Pilihan Lain Salah? b. Salah, mutasi genetik tidak terlibat dalam pola pewarisan sifat ini. Pola ini terjadi karena lokasi gen yang berdekatan di kromosom yang sama. c. Salah, crossing-over jarang terjadi pada gen tertaut, sehingga tidak menyebabkan peningkatan jumlah fenotipe rekombinan. d. Salah, dominansi alel tidak memengaruhi frekuensi pembentukan gamet rekombinan. e. Salah, hukum Mendel tetap berlaku, tetapi dengan pengecualian pada gen tertaut. Kesimpulan Rasio fenotipe menyimpang dari hasil teoritis Mendel karena gen A dan B adalah gen tertaut. Fenotipe parental lebih sering muncul, sementara fenotipe rekombinan jarang terjadi karena crossing-over hanya sesekali memisahkan gen-gen tertaut ini.

  11. Soal

    Seorang peneliti mempelajari pola pewarisan sifat pada tanaman dengan dua gen tertaut, yaitu gen A yang menentukan warna daun (A: hijau, a: kuning) dan gen B yang menentukan bentuk buah (B: bulat, b: lonjong). Peneliti mendapati bahwa gen A dan gen B selalu diwariskan bersama pada keturunan (A dengan B, a dengan b), menunjukkan bahwa gen ini terletak pada kromosom yang sama. Dalam persilangan antara dua tanaman heterozigot (AaBb × AaBb), peneliti mengharapkan rasio fenotipe 9:3:3:1 sesuai hukum perpaduan bebas Mendel. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar keturunan memiliki fenotipe daun hijau-buah bulat (AB) atau daun kuning-buah lonjong (ab), dengan hanya sedikit keturunan yang memiliki fenotipe rekombinan, yaitu daun hijau-buah lonjong (Ab) atau daun kuning-buah bulat (aB). Mengapa hasil persilangan tersebut tidak sesuai dengan rasio fenotipe Mendel, dan apa yang menyebabkan rendahnya jumlah keturunan dengan fenotipe rekombinan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban yang benar adalah: a. Hasil pengamatan tidak sesuai dengan rasio fenotipe 9:3:3:1 karena gen A dan gen B terletak pada kromosom yang sama (gen tertaut). Hal ini menyebabkan alel dominan A dan B cenderung diwariskan bersama, demikian pula dengan alel resesif a dan b. Fenotipe parental (AB dan ab) lebih sering muncul, sedangkan fenotipe rekombinan (Ab dan aB) jarang terjadi karena rekombinasi melalui crossing-over hanya sesekali memisahkan gen-gen tertaut. Penjelasan lebih lanjut: • Fenotipe parental dominan (AB, daun hijau-buah bulat) dan fenotipe parental resesif (ab, daun kuning-buah lonjong) lebih sering muncul karena gen tertaut diwariskan bersama selama meiosis. • Fenotipe rekombinan (Ab, daun hijau-buah lonjong dan aB, daun kuning-buah bulat) lebih sedikit karena rekombinasi genetik yang memisahkan alel-alel tertaut jarang terjadi. Frekuensi crossing-over tergantung pada jarak antara gen-gen tersebut di kromosom. • Hukum Mendel tetap berlaku, tetapi Mendel tidak menyadari adanya gen tertaut saat merumuskan hukum perpaduan bebas. Gen tertaut adalah pengecualian dari hukum tersebut. Mengapa Pilihan Lain Salah? b. Salah, mutasi genetik tidak terlibat dalam pola pewarisan sifat ini. Pola ini terjadi karena lokasi gen yang berdekatan di kromosom yang sama. c. Salah, crossing-over jarang terjadi pada gen tertaut, sehingga tidak menyebabkan peningkatan jumlah fenotipe rekombinan. d. Salah, dominansi alel tidak memengaruhi frekuensi pembentukan gamet rekombinan. e. Salah, hukum Mendel tetap berlaku, tetapi dengan pengecualian pada gen tertaut. Kesimpulan Rasio fenotipe menyimpang dari hasil teoritis Mendel karena gen A dan B adalah gen tertaut. Fenotipe parental lebih sering muncul, sementara fenotipe rekombinan jarang terjadi karena crossing-over hanya sesekali memisahkan gen-gen tertaut ini.

  12. Soal

    Seorang peneliti menyilangkan tanaman berbunga merah murni (MM) dengan tanaman berbunga putih murni (mm). Generasi F₁ seluruhnya memiliki bunga merah muda (Mm), menunjukkan adanya dominansi tidak sempurna. Ketika dua tanaman F₁ (Mm × Mm) disilangkan, generasi F₂ menghasilkan rasio fenotipe 1 merah: 2 merah muda: 1 putih. Namun, peneliti memperhatikan bahwa fenotipe merah muda pada generasi F₁ lebih pucat dibandingkan generasi F₂ dengan genotipe yang sama (Mm). Mengapa intensitas warna bunga merah muda pada generasi F₁ berbeda dari generasi F₂, meskipun genotipenya sama, dan bagaimana hal ini menjelaskan hubungan antara genotipe dengan fenotipe?

    Lihat pembahasan

    Jawaban b benar. Perbedaan intensitas warna bunga merah muda kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti nutrisi, suhu, atau intensitas cahaya, yang memengaruhi ekspresi gen meskipun genotipenya sama. Faktor lingkungan dapat berperan dalam memodulasi ekspresi gen, menghasilkan variasi fenotipe meskipun genotipe identik. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, crossing-over hanya memengaruhi kombinasi alel selama meiosis, tetapi tidak berkaitan dengan intensitas fenotipe pada individu heterozigot. • c: Salah, dominansi gen tidak berubah antara generasi F₁ dan F₂. Dominansi hanya berkaitan dengan hubungan antara alel dalam genotipe tertentu. • d: Salah, gen resesif tidak aktif secara fenotipe dalam kombinasi heterozigot (Mm). Fenotipe merah muda hanya mencerminkan ekspresi alel dominan secara parsial. • e: Salah, sumber alel (generasi sebelumnya) tidak memengaruhi intensitas warna pada kombinasi genotipe yang sama (Mm).

  13. Soal

    Dalam kasus bunga pukul empat (Mirabilis jalapa), warna merah (MM) bersifat dominan tidak sempurna terhadap putih (mm), sehingga tanaman heterozigot (Mm) memiliki bunga merah muda. Ketika tanaman berbunga merah muda (Mm) disilangkan dengan tanaman berbunga merah (MM), hasil keturunan menunjukkan adanya variasi genotipe dan fenotipe. Dari hasil persilangan tersebut, fenotipe merah muda muncul lebih sedikit dibanding fenotipe merah, sedangkan fenotipe putih tidak muncul sama sekali. Berapakah rasio genotipe dan fenotipe keturunan dari persilangan Mm × MM, dan bagaimana dominansi tidak sempurna memengaruhi hasil ini?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban a benar. Persilangan Mm × MM menghasilkan rasio genotipe 1 MM: 1 Mm, yang menghasilkan fenotipe 1 merah: 1 merah muda. Fenotipe merah berasal dari tanaman dengan genotipe MM, sementara fenotipe merah muda berasal dari genotipe heterozigot Mm. Dominansi tidak sempurna menyebabkan fenotipe heterozigot tampak sebagai campuran (merah muda), berbeda dari genotipe homozigot dominan (MM) yang merah penuh. Pilihan lainnya salah karena: • b: Salah, genotipe tidak menunjukkan rasio 2 MM: 1 Mm, melainkan 1 MM: 1 Mm. • c: Salah, rasio 3:1 tidak berlaku untuk persilangan ini, terutama karena genotipe mm tidak muncul. • d: Salah, rasio genotipe dan fenotipe salah interpretasi. Hasilnya adalah 1 MM: 1 Mm, bukan 1 MM: 2 Mm. • e: Salah, genotipe mm tidak muncul pada persilangan ini, sehingga fenotipe putih tidak ada.

  14. Soal

    Seorang siswa melakukan eksperimen persilangan tanaman kacang kapri dengan genotipe heterozigot berbiji bulat-kuning (BbKk) dengan tanaman berbiji keriput-kuning (bbKk). Dalam eksperimen ini, gen bentuk biji (B/b) dan warna biji (K/k) terletak pada kromosom yang berbeda, sehingga diwariskan sesuai dengan hukum perpaduan bebas Mendel. Siswa mencatat empat kombinasi fenotipe pada keturunan: bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, dan keriput-hijau. Setelah dihitung, jumlah tanaman dengan fenotipe parental (bulat-kuning dan keriput-hijau) lebih banyak dibandingkan dengan tanaman berfenotipe rekombinan (bulat-hijau dan keriput-kuning). Bagaimana hukum perpaduan bebas Mendel menjelaskan pewarisan sifat dalam persilangan ini, dan berapakah rasio fenotipe keturunan yang dihasilkan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban d benar. Persilangan antara tanaman heterozigot BbKk dan bbKk menghasilkan rasio fenotipe 1:1:1:1 (bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, keriput-hijau). Fenotipe ini sesuai dengan hukum perpaduan bebas Mendel, yang menyatakan bahwa alel pada gen yang terletak di kromosom berbeda berpadu secara acak saat pembentukan gamet. Setiap kombinasi alel memiliki peluang yang sama untuk diwariskan kepada keturunan, menghasilkan empat fenotipe yang terdistribusi merata. Pilihan lainnya salah karena: a: Salah, rasio 9:3:3:1 hanya berlaku pada persilangan dihibid BbKk × BbKk, bukan BbKk × bbKk. b: Salah, crossing-over tidak memengaruhi pewarisan gen pada kromosom yang berbeda. c: Salah, rasio 2:1:1 tidak mencerminkan hukum perpaduan bebas. e: Salah, dominansi alel tidak memengaruhi rasio fenotipe menjadi 2:1:1.

  15. Soal

    Sistem inbreeding pada ternak adalah metode yang sering digunakan oleh peternak untuk menjaga kemurnian genetik dan mempertahankan sifat-sifat unggul tertentu dalam populasi. Inbreeding melibatkan perkawinan antara individu yang memiliki hubungan kekerabatan dekat, sehingga meningkatkan kemungkinan alel resesif muncul dalam keturunan. Hal ini dapat menghasilkan sifat genetik yang seragam tetapi juga meningkatkan risiko kelainan genetik, seperti penurunan kesuburan atau daya tahan terhadap penyakit. Sebagai langkah mitigasi, peternak sering memanfaatkan cross breeding, yaitu perkawinan antara individu dari populasi yang berbeda, untuk meningkatkan variasi genetik dan mendapatkan sifat-sifat yang lebih unggul. Cross breeding memungkinkan peternak menggabungkan sifat-sifat unggul dari dua populasi, seperti meningkatkan produksi susu, daya tahan terhadap lingkungan, dan kekebalan terhadap penyakit, sehingga mengurangi dampak negatif dari inbreeding. Bagaimana inbreeding memengaruhi kualitas keturunan dalam praktik peternakan, dan apa manfaat utama cross breeding dalam mengurangi risiko genetik dari inbreeding?

    Lihat pembahasan

    awaban a benar. Inbreeding menghasilkan keturunan dengan sifat genetik seragam, yang dapat membantu menjaga sifat unggul tertentu, tetapi meningkatkan risiko ekspresi sifat resesif yang merugikan, seperti penurunan kesuburan atau daya tahan terhadap penyakit. Cross breeding menggabungkan genetik dari dua populasi yang berbeda, meningkatkan variasi genetik, dan menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat unggul, seperti peningkatan produksi susu dan adaptasi terhadap lingkungan lokal. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, penurunan populasi tidak selalu terkait langsung dengan inbreeding. • b: Salah, gen dominan tidak selalu muncul lebih sering dalam inbreeding, dan cross breeding digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk meningkatkan produksi. • d: Salah, kelainan genetik pada inbreeding biasanya disebabkan oleh sifat resesif, bukan dominan. • e: Salah, inbreeding tidak mengeliminasi sifat resesif, dan cross breeding memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan daya tahan lingkungan.

  16. Soal

    Dalam suatu penelitian genetika, seorang siswa melakukan persilangan antara dua tanaman kacang kapri heterozigot untuk warna biji dan bentuk biji. Warna biji kuning (K) bersifat dominan terhadap hijau (k), sedangkan bentuk biji bulat (B) dominan terhadap keriput (b). Tanaman pertama memiliki genotipe BbKk (heterozigot untuk kedua sifat), sedangkan tanaman kedua memiliki genotipe Bbkk (heterozigot untuk bentuk biji dan homozigot resesif untuk warna biji). Setelah melakukan persilangan, siswa mencatat hasil keturunan sebagai berikut: • 50% tanaman memiliki fenotipe bulat-kuning. • 25% tanaman memiliki fenotipe bulat-hijau. • 25% tanaman memiliki fenotipe keriput-hijau. Berdasarkan hasil persilangan, apa genotipe dari tanaman dengan fenotipe bulat-kuning, dan bagaimana hukum perpaduan bebas Mendel menjelaskan distribusi rasio fenotipe pada keturunan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban e benar. Genotipe tanaman dengan fenotipe bulat-kuning adalah BBKk atau BbKk. Berdasarkan hukum perpaduan bebas Mendel, gen B/b (bentuk biji) dan K/k (warna biji) berpadu secara independen selama meiosis, menghasilkan gamet dengan kombinasi alel yang berbeda. Persilangan BbKk × Bbkk menghasilkan rasio fenotipe sebagai berikut: • Bulat-kuning (BBKk atau BbKk): 50% • Bulat-hijau (BBkk atau Bbkk): 25% • Keriput-hijau (bbkk): 25% Hukum perpaduan bebas memungkinkan kombinasi genetik ini karena gen B/b dan K/k berada pada kromosom yang berbeda, sehingga setiap gamet memiliki peluang yang sama untuk membawa kombinasi alel dari gen tersebut. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, crossing-over tidak relevan dalam persilangan ini karena gen berada pada kromosom yang berbeda. • b: Salah, gen B/b dan K/k tidak terletak pada kromosom yang sama; hukum perpaduan bebas tetap berlaku. • c: Salah, dominansi gen B terhadap gen K tidak memengaruhi rasio fenotipe karena kedua gen diwariskan secara independen. • d: Salah, hukum perpaduan bebas tetap berlaku, dan dominansi gen tidak mengubah distribusi rasio. Hasil ini menunjukkan bagaimana hukum Mendel tetap berlaku dalam persilangan dihibid.

  17. Soal

    Tanaman pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna dalam pewarisan warna bunga. Tanaman dengan genotipe merah murni (MM) disilangkan dengan tanaman putih murni (mm) menghasilkan keturunan F₁ dengan genotipe heterozigot (Mm) dan fenotipe merah muda. Dalam dominansi tidak sempurna, heterozigot memiliki fenotipe campuran yang berbeda dari kedua induk. Seorang peneliti melanjutkan penelitian dengan menyilangkan tanaman berbunga merah muda (Mm) dengan tanaman berbunga merah murni (MM). Berdasarkan hasil pengamatan, dari seluruh keturunan: • 75% memiliki bunga merah. • 25% memiliki bunga merah muda. • Tidak ditemukan tanaman berbunga putih. Berdasarkan hasil persilangan, apa genotipe dan fenotipe keturunan yang dihasilkan, dan mengapa bunga merah lebih banyak dibandingkan bunga merah muda?

    Lihat pembahasan

    Jawaban c benar. Persilangan antara Mm (merah muda) dan MM (merah murni) menghasilkan: • 50% MM (merah) • 50% Mm (merah muda) Hasil ini menunjukkan bahwa genotipe keturunan adalah 2 MM: 1 Mm, dengan rasio fenotipe 2 merah: 1 merah muda. Fenotipe merah lebih banyak karena gen M bersifat dominan dalam kondisi homozigot (MM), menghasilkan bunga merah, sedangkan heterozigot (Mm) memiliki fenotipe campuran merah muda. Tidak ada genotipe mm (putih) dalam persilangan ini, sehingga fenotipe putih tidak muncul. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, rasio genotipe 1 MM: 1 Mm tidak sesuai dengan hasil persilangan ini. • b: Salah, rasio 1 MM: 2 Mm: 1 mm hanya berlaku dalam persilangan antara dua heterozigot (Mm × Mm). • d: Salah, gen M tidak memengaruhi ekspresi gen m; dominansi tidak sempurna hanya berlaku pada heterozigot. • e: Salah, genotipe 2 MM: 2 Mm tidak sesuai dengan hasil persilangan ini.

  18. Soal

    Tanaman pukul empat (Mirabilis jalapa) menunjukkan dominansi tidak sempurna dalam pewarisan warna bunga. Tanaman dengan genotipe merah murni (MM) disilangkan dengan tanaman putih murni (mm) menghasilkan keturunan F₁ dengan genotipe heterozigot (Mm) dan fenotipe merah muda. Dalam dominansi tidak sempurna, heterozigot memiliki fenotipe campuran yang berbeda dari kedua induk. Seorang peneliti melanjutkan penelitian dengan menyilangkan tanaman berbunga merah muda (Mm) dengan tanaman berbunga merah murni (MM). Berdasarkan hasil pengamatan, dari seluruh keturunan: • 75% memiliki bunga merah. • 25% memiliki bunga merah muda. • Tidak ditemukan tanaman berbunga putih. Berdasarkan hasil persilangan, apa genotipe dan fenotipe keturunan yang dihasilkan, dan mengapa bunga merah lebih banyak dibandingkan bunga merah muda?

    Lihat pembahasan

    Jawaban c benar. Persilangan antara Mm (merah muda) dan MM (merah murni) menghasilkan: • 50% MM (merah) • 50% Mm (merah muda) Hasil ini menunjukkan bahwa genotipe keturunan adalah 2 MM: 1 Mm, dengan rasio fenotipe 2 merah: 1 merah muda. Fenotipe merah lebih banyak karena gen M bersifat dominan dalam kondisi homozigot (MM), menghasilkan bunga merah, sedangkan heterozigot (Mm) memiliki fenotipe campuran merah muda. Tidak ada genotipe mm (putih) dalam persilangan ini, sehingga fenotipe putih tidak muncul. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, rasio genotipe 1 MM: 1 Mm tidak sesuai dengan hasil persilangan ini. • b: Salah, rasio 1 MM: 2 Mm: 1 mm hanya berlaku dalam persilangan antara dua heterozigot (Mm × Mm). • d: Salah, gen M tidak memengaruhi ekspresi gen m; dominansi tidak sempurna hanya berlaku pada heterozigot. • e: Salah, genotipe 2 MM: 2 Mm tidak sesuai dengan hasil persilangan ini.

  19. Soal

    Seorang peternak sapi menerapkan sistem cross breeding untuk meningkatkan kualitas ternaknya. Ia menyilangkan sapi dari ras A, yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit tetapi produksi susu rendah, dengan sapi dari ras B, yang memiliki produksi susu tinggi tetapi daya tahan rendah terhadap penyakit. Hasil generasi pertama (F₁) menunjukkan sapi dengan kombinasi sifat unggul: produksi susu tinggi seperti ras B dan daya tahan terhadap penyakit seperti ras A. Namun, ketika generasi F₁ disilangkan untuk menghasilkan generasi berikutnya (F₂), sebagian keturunan kehilangan salah satu atau bahkan kedua sifat unggul tersebut. Hal ini membuat peternak mempertimbangkan strategi pemuliaan lain untuk menjaga sifat unggul tetap bertahan di populasi. Mengapa sifat unggul dari hasil cross breeding tidak selalu muncul pada generasi berikutnya, dan bagaimana strategi pemuliaan dapat digunakan untuk menjaga sifat unggul tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban b benar. Ketika sapi generasi pertama (F₁) dihasilkan melalui cross breeding, mereka memiliki sifat heterozigot, sehingga membawa kombinasi sifat unggul dari kedua ras. Namun, pada generasi berikutnya (F₂), segregasi genetik dapat menghasilkan kombinasi alel yang beragam. Hal ini menyebabkan beberapa keturunan kehilangan salah satu atau kedua sifat unggul. Strategi pemuliaan selektif dapat digunakan untuk memilih individu terbaik dari generasi F₂ yang masih memiliki sifat unggul untuk dijadikan indukan, sehingga sifat unggul dapat dipertahankan di generasi berikutnya. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, meskipun segregasi genetik terjadi, inbreeding justru meningkatkan risiko ekspresi sifat resesif merugikan, bukan mempertahankan sifat unggul. • c: Salah, mutasi genetik jarang menjadi penyebab utama hilangnya sifat unggul pada generasi berikutnya dalam kasus cross breeding. • d: Salah, crossing-over tidak secara signifikan memengaruhi hasil pewarisan sifat dalam kasus ini, terutama jika gen-gen yang diamati tidak tertaut. • e: Salah, gen dominan tidak kehilangan ekspresinya, dan epigenetik bukan penyebab utama dalam kasus ini. Kloning genetik lebih cocok untuk memproduksi keturunan identik, bukan memperbaiki pola pewarisan sifat.

  20. Soal

    Dalam praktik peternakan sapi, berbagai sistem perkawinan digunakan untuk mencapai tujuan tertentu seperti meningkatkan mutu genetik, menjaga kemurnian ras, atau menghasilkan keturunan dengan sifat unggul tertentu. Salah satu sistem yang sering digunakan adalah grading up, yaitu mengawinkan pejantan unggul dari bangsa sapi impor dengan betina lokal selama beberapa generasi untuk memperbaiki kualitas genetik. Sebagai contoh, seorang peternak sapi Brahman mengawinkan pejantan unggul dari Brahman impor dengan betina lokal selama tiga generasi. Pada generasi ketiga, keturunannya menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi susu, daya tahan tubuh terhadap penyakit, dan efisiensi pakan. Di sisi lain, closed breeding dilakukan untuk menjaga kemurnian genetik suatu ras sapi dengan mengawinkan individu dalam populasi yang sama tanpa memasukkan gen baru dari luar. Sistem perkawinan apa yang diterapkan dalam kasus peternakan sapi Brahman tersebut, dan bagaimana mekanisme sistem tersebut memengaruhi peningkatan sifat unggul pada keturunan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban b benar. Sistem grading up melibatkan penggunaan pejantan unggul dari bangsa Brahman yang dikawinkan dengan betina lokal untuk meningkatkan mutu genetik. Proses ini dilakukan secara bertahap selama beberapa generasi. Pada setiap generasi, keturunan yang dihasilkan menunjukkan peningkatan sifat unggul, seperti produksi susu yang lebih tinggi, daya tahan tubuh yang lebih baik, dan efisiensi pakan yang lebih optimal. Sistem ini berhasil karena gen unggul dari pejantan secara bertahap memperbaiki kualitas genetik betina lokal, menciptakan keturunan dengan kombinasi sifat unggul yang diinginkan. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, closed breeding bertujuan untuk menjaga kemurnian genetik dengan menghindari masuknya gen baru, bukan memperbaiki mutu genetik seperti pada grading up. • c: Salah, cross breeding melibatkan dua bangsa sapi yang setara untuk menghasilkan variasi genetik, bukan perbaikan bertahap seperti pada grading up. • d: Salah, line breeding menggunakan hubungan keluarga dekat untuk mempertahankan sifat genetik tertentu, yang berbeda dengan metode grading up yang menggunakan pejantan impor. • e: Salah, hybridization melibatkan dua spesies yang berbeda, sedangkan grading up dilakukan dalam spesies sapi yang sama.

  21. Soal

    Teknik kloning pada hewan digunakan untuk menghasilkan keturunan yang identik secara genetik. Salah satu contoh yang terkenal adalah domba Dolly, yang dihasilkan melalui transfer inti sel dari donor ke sel telur yang telah dihilangkan intinya. Setelah inti sel donor dimasukkan, embrio hasil kloning ditanamkan pada rahim induk betina. Pada tahun berikutnya, percobaan serupa dilakukan pada sapi untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul, seperti peningkatan produksi susu. Namun, beberapa keturunan kloning menunjukkan masalah kesehatan, termasuk pertumbuhan yang terlalu cepat dan gangguan fungsi organ. Apa keunggulan utama teknik kloning dalam genetika, dan bagaimana risiko gangguan kesehatan dapat dijelaskan secara ilmiah?

    Lihat pembahasan

    Jawaban e benar. Kloning memungkinkan penggandaan sifat genetik unggul dengan menghasilkan keturunan yang identik secara genetik dengan donor. Namun, gangguan kesehatan sering kali terjadi akibat efek epigenetik, yaitu perubahan ekspresi gen yang disebabkan oleh proses manipulasi sel atau lingkungan. Efek epigenetik ini dapat mengganggu perkembangan normal, sehingga menyebabkan masalah seperti gangguan fungsi organ atau pertumbuhan yang abnormal. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah. Kloning tidak memicu mutasi genetik sebagai penyebab utama gangguan kesehatan, melainkan disebabkan oleh epigenetik. • b: Salah. Kloning tidak meningkatkan variasi genetik, tetapi justru menghasilkan individu dengan genetik seragam. Risiko inbreeding hanya terjadi jika hasil kloning digunakan untuk reproduksi generasi berikutnya. • • c: Salah. Ketidakcocokan gen antara inti donor dan sel telur bukan penyebab utama gangguan dalam kloning. • d: Salah. Gangguan hormon selama perkembangan embrio bukanlah faktor yang signifikan dalam kloning.

  22. Soal

    Salah satu contoh teknik kloning adalah domba Dolly, yang dihasilkan melalui transfer inti sel dari donor ke sel telur yang telah dihilangkan intinya. Setelah inti sel donor dimasukkan, embrio hasil kloning ditanamkan pada rahim induk betina. Pada tahun berikutnya, percobaan serupa dilakukan pada sapi untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat unggul. Namun, beberapa keturunan kloning menunjukkan masalah kesehatan. Apa keunggulan utama teknik kloning dalam genetika, dan bagaimana risiko gangguan kesehatan dapat dijelaskan secara ilmiah?

    Lihat pembahasan

    Jawaban e benar. Kloning memungkinkan penggandaan sifat genetik unggul dengan menghasilkan keturunan yang identik secara genetik dengan donor. Namun, gangguan kesehatan sering kali terjadi akibat efek epigenetik, yaitu perubahan ekspresi gen yang disebabkan oleh proses manipulasi sel atau lingkungan. Efek epigenetik ini dapat mengganggu perkembangan normal, sehingga menyebabkan masalah seperti gangguan fungsi organ atau pertumbuhan yang abnormal. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah. Kloning tidak memicu mutasi genetik sebagai penyebab utama gangguan kesehatan, melainkan disebabkan oleh epigenetik. • b: Salah. Kloning tidak meningkatkan variasi genetik, tetapi justru menghasilkan individu dengan genetik seragam. Risiko inbreeding hanya terjadi jika hasil kloning digunakan untuk reproduksi generasi berikutnya. • c: Salah. Ketidakcocokan gen antara inti donor dan sel telur bukan penyebab utama gangguan dalam kloning. • d: Salah. Gangguan hormon selama perkembangan embrio bukanlah faktor yang signifikan dalam kloning.

  23. Soal

    Seorang siswa menyilangkan kacang kapri dengan genotipe heterozigot untuk dua sifat, yaitu warna biji (kuning dominan terhadap hijau) dan bentuk biji (bulat dominan terhadap keriput). Persilangan dilakukan antara BbKk × BbKk, menghasilkan keturunan dengan rasio fenotipe 9:3:3:1 (bulat-kuning, bulat-hijau, keriput-kuning, keriput-hijau) sesuai hukum Mendel. Namun, setelah diamati, rasio fenotipe yang dihasilkan tidak sepenuhnya sesuai dengan teori Mendel. Fenotipe parental (bulat-kuning dan keriput-hijau) lebih banyak dibandingkan fenotipe rekombinan (bulat-hijau dan keriput-kuning). Apa yang menyebabkan perbedaan jumlah fenotipe parental dan rekombinan, dan bagaimana hal ini menjelaskan pola pewarisan sifat pada persilangan ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban b benar. Fenotipe parental lebih banyak dibandingkan fenotipe rekombinan karena gen B/b (bentuk biji) dan K/k (warna biji) berada pada kromosom yang sama, yang disebut gen tertaut. Dalam gen tertaut, alel dominan dan resesif pada satu kromosom cenderung diwariskan bersama, sehingga menghasilkan lebih banyak fenotipe parental. Fenotipe rekombinan hanya muncul ketika terjadi crossing-over selama meiosis, yang frekuensinya relatif rendah. Pilihan lainnya salah karena: • a: Salah, meskipun crossing-over menghasilkan fenotipe rekombinan, faktor utamanya adalah keterkaitan gen pada kromosom yang sama. • c: Salah, segregasi genetik tetap acak, tetapi gen tertaut membatasi kombinasi bebas. • d: Salah, hukum Mendel tetap berlaku, tetapi dengan modifikasi ketika gen-gen tertaut terlibat. • e: Salah, rasio fenotipe tidak mendekati 3:1 karena pengaruh gen tertaut lebih spesifik. Kesimpulan: Fenomena ini menunjukkan bahwa pola pewarisan gen tertaut memodifikasi rasio fenotipe yang diharapkan dari hukum Mendel, menghasilkan lebih banyak fenotipe parental dibandingkan fenotipe rekombinan.

  24. Soal

    Seorang petani ingin menghasilkan tanaman kacang kapri dengan biji bulat berwarna kuning. Ia menyilangkan tanaman berbiji bulat kuning heterozigot (BbKk) dengan tanaman berbiji bulat hijau homozigot (BBkk). Setelah persilangan, ia mencatat hasil rasio fenotipe keturunan sebagai berikut: • 50% berbiji bulat kuning • 50% berbiji bulat hijau Bagaimana genotipe dan rasio genetik yang mungkin dihasilkan dari persilangan tersebut?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban a benar. Proses Analisis: • Penyilangan: • Tanaman pertama: BbKk (heterozigot bulat kuning). • Tanaman kedua: BBkk (homozigot bulat hijau). • Kemungkinan Gamet: • BbKk menghasilkan gamet: BK, Bk, bK, bk. • BBkk menghasilkan gamet: Bk saja (hanya satu kemungkinan karena homozigot pada B dan k). • Tabel Persilangan: •

    Gambar soal

    • Genotipe Hasil Persilangan: • BBKk (bulat kuning): 1 bagian. • BbKk (bulat kuning): 1 bagian. • BBkk (bulat hijau): 1 bagian. • Bbkk (bulat hijau): 1 bagian. • Rasio Genotipe: 1 BBKk: 1 BbKk: 1 BBkk: 1 Bbkk. • Rasio Fenotipe: • Bulat kuning (BBKk, BbKk): 50%. • Bulat hijau (BBkk, Bbkk): 50%. Pilihan Jawaban Lainnya: • b: Salah, karena rasio fenotipe bukan 3:1. • c: Salah, karena genotipe tidak menunjukkan rasio 1:2:1. • d: Salah, genotipe dan fenotipe tidak sesuai dengan hasil persilangan. • e: Salah, genotipe dan fenotipe tidak menunjukkan rasio 1:1 yang benar. Kesimpulan: Persilangan menghasilkan genotipe 1 BBKk: 1 BbKk: 1 BBkk: 1 Bbkk, dengan rasio fenotipe 1 bulat kuning: 1 bulat hijau.

  25. Soal

    Seorang petani ingin menghasilkan tanaman kacang kapri dengan biji bulat berwarna kuning. Ia menyilangkan tanaman berbiji bulat kuning heterozigot (BbKk) dengan tanaman berbiji bulat hijau homozigot (BBkk). Setelah persilangan, ia mencatat hasil rasio fenotipe keturunan sebagai berikut: • 50% berbiji bulat kuning • 50% berbiji bulat hijau Bagaimana genotipe dan rasio genetik yang mungkin dihasilkan dari persilangan tersebut?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban a benar. Proses Analisis: • Penyilangan: • Tanaman pertama: BbKk (heterozigot bulat kuning). • Tanaman kedua: BBkk (homozigot bulat hijau). • Kemungkinan Gamet: • BbKk menghasilkan gamet: BK, Bk, bK, bk. • BBkk menghasilkan gamet: Bk saja (hanya satu kemungkinan karena homozigot pada B dan k). • Tabel Persilangan: •

    Gambar soal

    • Genotipe Hasil Persilangan: • BBKk (bulat kuning): 1 bagian. • BbKk (bulat kuning): 1 bagian. • BBkk (bulat hijau): 1 bagian. • Bbkk (bulat hijau): 1 bagian. • Rasio Genotipe: 1 BBKk: 1 BbKk: 1 BBkk: 1 Bbkk. • Rasio Fenotipe: • Bulat kuning (BBKk, BbKk): 50%. • Bulat hijau (BBkk, Bbkk): 50%. Pilihan Jawaban Lainnya: • b: Salah, karena rasio fenotipe bukan 3:1. • c: Salah, karena genotipe tidak menunjukkan rasio 1:2:1. • d: Salah, genotipe dan fenotipe tidak sesuai dengan hasil persilangan. • e: Salah, genotipe dan fenotipe tidak menunjukkan rasio 1:1 yang benar. Kesimpulan: Persilangan menghasilkan genotipe 1 BBKk: 1 BbKk: 1 BBkk: 1 Bbkk, dengan rasio fenotipe 1 bulat kuning: 1 bulat hijau.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →