Fitri Learning

LatihanPendidikan Pancasila SMP Kelas 9

Bab 3: Era Informasi Terbuka: Menyuarakan Pendapat dengan Bijak dan Bertanggung Jawab

Pendidikan Pancasila SMP Kelas 9 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Mengapa kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab dalam penyampaiannya?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Karena pendapat yang disampaikan tanpa tanggung jawab dapat memicu konflik. Pembahasan: Kebebasan berpendapat adalah hak fundamental yang dimiliki setiap individu, tetapi hak ini tidak berdiri sendiri. Penyampaian pendapat tanpa tanggung jawab, seperti tanpa mempertimbangkan konteks, audiens, atau dampaknya, dapat menimbulkan kesalahpahaman dan konflik. Oleh karena itu, tanggung jawab menjadi komponen penting untuk menjaga keharmonisan dan keberlanjutan dialog yang konstruktif.

  2. Soal

    Apa dampak dari tidak mengomunikasikan hasil pemikiran dalam suatu diskusi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Tidak ada pengaruh pada situasi yang sedang dibahas. Pembahasan: Komunikasi adalah media utama untuk mentransformasikan ide menjadi sesuatu yang berdampak. Jika pemikiran tidak dikomunikasikan, maka ide tersebut tidak akan memberikan pengaruh apa pun terhadap situasi atau permasalahan yang sedang dibahas. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi pemikiran tidak hanya penting untuk menyampaikan ide tetapi juga untuk memengaruhi arah diskusi dan pengambilan keputusan.

  3. Soal

    Bagaimana cara memastikan bahwa pendapat yang disampaikan dapat dipahami oleh pihak lain?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Dengan menggunakan bahasa yang jelas dan sesuai konteks diskusi. Pembahasan: Agar pendapat dapat dipahami dengan baik, penyampai harus menggunakan bahasa yang jelas, terstruktur, dan relevan dengan konteks diskusi. Hal ini mencakup kemampuan untuk menyederhanakan ide kompleks dan menyampaikannya secara logis sehingga audiens dapat memahami maksud dan tujuan dari pendapat tersebut. Komunikasi yang efektif adalah kunci utama dalam menyampaikan gagasan secara sukses.

  4. Soal

    Mengapa penting untuk menyampaikan pendapat yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Agar pendapat terlihat relevan dan memberikan solusi terhadap masalah. Pembahasan: Relevansi adalah elemen kunci dalam menyampaikan pendapat. Ketika pendapat disampaikan sesuai dengan konteks permasalahan, hal itu memberikan peluang untuk menciptakan solusi yang efektif dan memfokuskan diskusi pada upaya penyelesaian masalah. Penyampaian pendapat yang tidak relevan dapat mengalihkan fokus dan mengurangi produktivitas diskusi.

  5. Soal

    Dalam Pasal 4 UU RI No. 9 Tahun 1998, salah satu tujuan pengaturan kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum adalah "menempatkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara tanpa mengabaikan kepentingan perorangan atau kelompok." Bagaimana implementasi tanggung jawab ini dalam kehidupan sehari-hari?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Mengedepankan diskusi yang menghormati keberagaman pendapat dan kepentingan bersama. Pembahasan: Tanggung jawab sosial dalam menyampaikan pendapat mengacu pada kesadaran bahwa kebebasan berpendapat harus digunakan untuk tujuan yang membangun, bukan merusak. Menghormati keberagaman pendapat dari sudut pandang berbeda dapat menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi. Tujuan untuk mengutamakan dialog konstruktif berguna untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi tanpa kehendak pribadi dan juga menjaga ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas di lingkungan masyarakat.

  6. Soal

    Pasal 4 UU RI No. 9 Tahun 1998 juga bertujuan mewujudkan perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan dalam menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat. Apa langkah konkret yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Membuat regulasi yang memberikan sanksi tegas terhadap penyalahgunaan kebebasan berpendapat. Pembahasan: Perlindungan hukum yang konsisten dan berkesinambungan adalah elemen penting dalam menjamin kemerdekaan berpendapat. Undang-undang harus melindungi hak setiap individu untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut akan intimidasi atau diskriminasi. Kebebasan berpendapat tidak boleh digunakan untuk tujuan merugikan masyarakat, seperti penyebaran berita bohong (hoaks) atau ujaran kebencian. Oleh karena itu, regulasi yang memberikan sanksi kepada pelanggar diperlukan untuk menjaga ketertiban. Hal ini harus diterapkan secara adil kepada semua warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan pandangan politik, agama, atau kelompok sosial.

  7. Soal

    Salah satu dampak positif dari kemerdekaan mengeluarkan pendapat adalah meningkatnya kepekaan masyarakat terhadap berbagai permasalahan sosial. Bagaimana kepekaan ini dapat memengaruhi pola kehidupan bermasyarakat?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Memotivasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam penyelesaian masalah sosial yang ada. Pembahasan: Kepekaan terhadap permasalahan sosial adalah fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang partisipatif dan inklusif. Saat masyarakat peka terhadap isu-isu sosial, mereka akan lebih terdorong untuk tidak hanya memahami permasalahan, tetapi juga bertindak aktif untuk menyelesaikannya. Misalnya, seseorang yang memahami permasalahan lingkungan di komunitasnya mungkin akan memulai inisiatif daur ulang atau menyuarakan pentingnya pengelolaan sampah kepada pemerintah setempat. Kepekaan ini juga memperkuat solidaritas sosial karena individu dan kelompok dalam masyarakat saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Dengan meningkatkan partisipasi aktif, masyarakat mampu mengurangi ketergantungan sepenuhnya kepada pemerintah dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Hal ini menjadikan masyarakat lebih mandiri dan berdaya secara kolektif.

  8. Soal

    Hoaks merupakan salah satu bentuk penyampaian pendapat yang tidak bertanggung jawab. Dari pernyataan tersebut, menurutmu apa tujuan utama penyebaran hoaks?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Menyesatkan orang dengan informasi palsu untuk kepentingan tertentu. Pembahasan: Hoaks didefinisikan sebagai berita palsu yang sengaja dirancang untuk menyesatkan orang lain, sering kali untuk kepentingan politik tertentu. Informasi ini dibuat seolah-olah benar untuk memanipulasi opini publik. Hoaks tidak hanya merusak kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang benar, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, seperti yang dijelaskan oleh Susan Benesch. Oleh karena itu, memahami dan menghindari penyebaran hoaks adalah tanggung jawab setiap individu dalam menjaga keharmonisan sosial.

  9. Soal

    R.A. Kartini melalui tulisan-tulisannya dalam Habis Gelap Terbitlah Terang dianggap sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia. Bagaimana Kartini menunjukkan kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab melalui karyanya?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Membela kebebasan perempuan untuk berpendapat melalui tulisan yang menghormati norma masyarakat. Pembahasan: Kartini adalah contoh tokoh yang mempraktikkan kebebasan berpendapat secara bertanggung jawab. Dalam surat-suratnya yang kemudian dikumpulkan dalam Habis Gelap Terbitlah Terang, ia menyampaikan kritik terhadap sistem feodal, poligami, dan ketidakadilan yang dialami perempuan. Namun, kritik tersebut disampaikan dengan cara yang mencerminkan kecerdasan, penghormatan terhadap norma, dan semangat membangun, bukan merusak. Kartini tidak hanya menyuarakan pendapatnya, tetapi juga memberikan solusi berupa pendidikan dan kesetaraan untuk perempuan. Ia menunjukkan bahwa kebebasan berpendapat harus diarahkan untuk mendorong perubahan yang positif, selaras dengan nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat. Ini sejalan dengan prinsip kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, seperti yang dijelaskan dalam konsep-konsep sebelumnya, di mana kebebasan harus diiringi dengan penghormatan terhadap hukum, norma, dan hak orang lain.

  10. Soal

    Apa dampak utama dari ujaran kebencian terhadap kehidupan bermasyarakat?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Konflik Pembahasan: Meskipun semua pilihan jawaban mencerminkan dampak negatif, "konflik" adalah jawaban paling tepat karena merupakan dampak utama dan menyeluruh dari ujaran kebencian. Ujaran kebencian dapat memicu konflik baik secara verbal maupun fisik seperti misalnya kontak fisik perkelahian antarsuporter bola kalah-menang yang berawal dari adu ujaran provokatif, hal ini yang kemudian berkembang menjadi perpecahan, ketegangan, permusuhan, dan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Ini tentu membuat lingkungan sekitar menjadi tidak kondusif dan kurang aman.

  11. Soal

    Apa tanggung jawab utama aparatur pemerintah dalam pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum berdasarkan Pasal 7 UU RI No. 9 Tahun 1998?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menghormati asas legalitas dan prinsip praduga tidak bersalah. Pembahasan: Pasal 7 UU RI No. 9 Tahun 1998 mengatur kewajiban aparatur pemerintah untuk melaksanakan tanggung jawab yang meliputi empat hal utama: melindungi hak asasi manusia, menghormati asas legalitas, mengedepankan prinsip praduga tidak bersalah, dan menyelenggarakan pengamanan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum dilakukan dengan aman, adil, dan sesuai hukum tanpa merugikan pihak lain. Asas legalitas memastikan setiap tindakan pemerintah memiliki dasar hukum, sementara prinsip praduga tidak bersalah menjamin bahwa seseorang tidak dianggap bersalah sebelum ada putusan hukum yang sah.

  12. Soal

    Dari pasal-pasal berikut, manakah yang berpotensi membatasi atau tidak secara langsung menjamin kebebasan berpendapat?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: E. Pasal 27 Pembahasan: Pasal-pasal dalam UUD 1945 mengatur berbagai aspek hak asasi manusia, termasuk kebebasan berpendapat, antara lain: Pasal 28E Ayat (2) dan Pasal 28E Ayat (3), Pasal 28F dan Pasal 19 dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Namun, Pasal 27 UUD 1945, meskipun penting dalam mengatur kewajiban warga negara untuk menjunjung hukum dan pemerintahan, tidak secara langsung membahas kebebasan berpendapat. Pasal ini lebih menekankan pada kesetaraan di depan hukum dan kewajiban warga negara, yang dapat membatasi kebebasan berpendapat jika tidak sejalan dengan aturan hukum atau norma yang berlaku.

  13. Soal

    Mengapa Indonesia disebut negara hukum?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Karena hukum menjadi dasar utama dalam penyelenggaraan negara. Pembahasan: Indonesia disebut sebagai negara hukum karena prinsip-prinsip dasarnya didasarkan pada supremasi hukum, yang berarti bahwa hukum adalah landasan utama dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Konsep ini tercantum dalam Pasal 1 Ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan bahwa "Indonesia adalah negara hukum".

  14. Soal

    Berdasarkan Pasal 8 UU RI No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia menjadi tanggung jawab pemerintah. Dalam konteks kegiatan mimbar bebas, bagaimana pemerintah harus bertindak untuk memenuhi tanggung jawab tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Memberikan perlindungan kepada peserta mimbar bebas agar dapat menyampaikan pendapat dengan aman. Pembahasan: Pasal 8 UU RI No. 39 Tahun 1999 menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi, memajukan, dan menegakkan hak asasi manusia, termasuk kebebasan berpendapat. Dalam kegiatan seperti mimbar bebas, pemerintah harus memastikan bahwa peserta memiliki ruang yang aman untuk menyampaikan pendapat tanpa ancaman atau tekanan. Ini mencakup penyediaan pengamanan yang memadai, penghindaran tindakan represif, dan penghormatan terhadap hak warga negara untuk berekspresi.

  15. Soal

    Manakah cara yang paling efektif untuk menghargai kebebasan berpendapat dalam diskusi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Tidak menginterupsi pembicara meskipun pendapatnya berbeda dengan kita. Pembahasan: Menghargai kebebasan berpendapat adalah elemen penting dalam menciptakan diskusi yang sehat dan konstruktif. Salah satu cara efektif untuk melakukannya adalah dengan tidak menginterupsi pembicara meskipun pendapat mereka berbeda dengan pandangan kita. Sikap ini menunjukkan rasa hormat terhadap ide orang lain, sekaligus membantu menciptakan suasana diskusi yang terbuka dan inklusif. Mendominasi pembicaraan (A) atau memaksakan pendapat (D) justru menghilangkan kesempatan bagi orang lain untuk menyampaikan pandangan mereka. Menggunakan kata-kata tajam (C) dapat menyinggung perasaan lawan bicara dan memicu konflik. Sementara itu, menolak pendapat yang berbeda (E) mencerminkan sikap tertutup yang tidak mendukung diskusi konstruktif. Oleh karena itu, jawaban B adalah yang paling tepat untuk mencerminkan sikap menghargai kebebasan berpendapat.

  16. Soal

    Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini: 1.Terwujudnya peradilan yang bebas dari intervensi pihak mana pun. 2.Pengadilan hanya tunduk kepada undang-undang. 3.Hakim memiliki kewenangan untuk mengabaikan prinsip keadilan demi efisiensi waktu. 4.Keadilan ditegakkan berdasarkan hukum tanpa diskriminasi. 5.Keputusan pengadilan didasarkan pada tekanan dari kepentingan politik tertentu. Pernyataan yang mencerminkan prinsip dasar Pasal 8 Ayat 1 UU RI No. 48 Tahun 2009 tentang independensi peradilan ditunjukkan oleh nomor….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. 1, 2, dan 4 Pembahasan: Pasal 8 Ayat 1 UU RI No. 48 Tahun 2009 menegaskan bahwa peradilan harus bersifat independen, bebas dari intervensi, dan hanya tunduk kepada undang-undang. Prinsip ini memastikan bahwa hakim dapat menjalankan tugasnya dengan objektif dan tanpa tekanan dari pihak mana pun. Pernyataan 1: "Terwujudnya peradilan yang bebas dari intervensi pihak mana pun" mencerminkan independensi peradilan sebagaimana diatur dalam pasal ini. Pernyataan 2: "Pengadilan hanya tunduk kepada undang-undang" sejalan dengan prinsip bahwa hukum adalah satu-satunya acuan dalam proses peradilan. Pernyataan 4: "Keadilan ditegakkan berdasarkan hukum tanpa diskriminasi" sesuai dengan asas keadilan yang mendasari independensi peradilan. Ketiga pernyataan tersebut sesuai prinsip keadilan dan menunjukkan keberpihakkan yang sejalan dengan independensi peradilan.

  17. Soal

    Mengapa penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan dalam kegiatan penyampaian pendapat di tempat umum?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Untuk menjaga hak orang lain yang tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Pembahasan: Menjaga ketertiban dan keamanan dalam penyampaian pendapat di muka umum sangat penting agar hak masyarakat lain yang tidak terlibat tetap dihormati. Hal ini mencerminkan keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab sosial. Pilihan A, C, D, dan E mencerminkan sikap yang tidak sesuai dengan prinsip demokrasi, di mana kebebasan harus berjalan selaras dengan penghormatan terhadap hak orang lain. Oleh karena itu, jawaban B adalah yang paling tepat.

  18. Soal

    Apa peran utama Polri dalam penyampaian pendapat di muka umum?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Menyelenggarakan keamanan bagi masyarakat dan peserta kegiatan. Pembahasan: Polri bertugas untuk menyelenggarakan keamanan, memastikan ketertiban, dan melindungi hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Mereka bertindak sebagai fasilitator yang menjaga agar kegiatan berlangsung tanpa gangguan atau kekerasan. Pilihan seperti A dan D salah karena Polri tidak memiliki kewenangan untuk membatasi durasi atau melarang kegiatan yang sudah memenuhi aturan. Pilihan B dan E tidak mencerminkan tanggung jawab Polri dalam konteks ini.

  19. Soal

    Apa istilah yang digunakan untuk penyampaian pendapat dengan arak-arakan di jalan umum?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Pawai Pembahasan: Pawai adalah salah satu bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan melalui arak-arakan di jalan. Berbeda dengan demonstrasi, pawai memiliki sifat yang lebih terorganisasi dan tidak selalu diiringi dengan penyampaian tuntutan atau kritik tertentu. Pilihan lain, seperti A (Demonstrasi), lebih mencerminkan aksi protes; sedangkan E (Parade) biasanya berhubungan dengan perayaan atau kegiatan non-politik, sehingga tidak sesuai dalam konteks penyampaian pendapat.

  20. Soal

    Apa yang wajib dilakukan oleh kelompok atau individu sebelum menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan Pasal 10 UU RI No. 9 Tahun 1998?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Memberitahukan secara tertulis kepada Polri tentang rencana kegiatan. Pembahasan: Pasal 10 UU RI No. 9 Tahun 1998 mewajibkan pemberitahuan tertulis kepada Polri sebagai pihak yang bertanggung jawab atas keamanan dan pengamanan kegiatan. Informasi yang disampaikan meliputi lokasi, waktu, rute, bentuk kegiatan, serta jumlah peserta. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan berlangsung aman dan tertib.

  21. Soal

    Dihadapkan pada situasi kerusuhan dalam sebuah pawai yang mengancam keselamatan masyarakat, langkah awal yang paling tepat dan efektif diambil oleh aparat keamanan adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Melakukan dialog intensif dengan tokoh masyarakat atau pemimpin kelompok massa untuk mencari solusi damai. Pembahasan: Dalam menghadapi situasi kerusuhan dalam sebuah pawai, pendekatan yang paling efektif adalah dengan mengutamakan komunikasi dan dialog. Dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan, solusi damai dan berkelanjutan dapat ditemukan. Tindakan represif hanya boleh dilakukan sebagai upaya terakhir dan dalam situasi yang sangat darurat. Komunikasi yang baik dapat membuka jalan untuk mencari solusi jangka panjang yang dapat mencegah terjadinya kerusuhan serupa di masa depan.

  22. Soal

    Menyampaikan pendapat di muka umum wajib diberitahukan kepada kepolisian. Manakah di antara pilihan berikut ini yang tidak termasuk dalam persyaratan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Alasan ideologis dari kegiatan tersebut. Pembahasan: Alasan ideologis atau tujuan politik dari suatu kegiatan bukanlah persyaratan yang wajib dicantumkan dalam pemberitahuan. Pasal 10 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 lebih menekankan pada aspek teknis pelaksanaan kegiatan, seperti waktu, tempat, dan jumlah peserta. Hal ini juga berpengaruh penyampaian alasan ideologis, negara memberikan perlindungan hukum bagi warga negara yang ingin menyampaikan pendapatnya tanpa takut akan diskriminasi atau penindasan.

  23. Soal

    Menyampaikan pendapat di muka umum wajib diberitahukan kepada kepolisian. Manakah di antara pilihan berikut ini yang tidak termasuk dalam persyaratan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. Alasan ideologis dari kegiatan tersebut. Pembahasan: Alasan ideologis atau tujuan politik dari suatu kegiatan bukanlah persyaratan yang wajib dicantumkan dalam pemberitahuan untuk menjaga kemerdekaan berekspresi dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Pada pasal 10 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menekankan aspek teknis hanya pada pelaksanaan kegiatan, seperti waktu, tempat, dan jumlah peserta. Sebab, negara memberikan perlindungan hukum bagi warga negara yang ingin menyampaikan pendapatnya tanpa takut akan diskriminasi atau penindasan. Tugas kepolisan dalam aksi merupakan pengamanan preventif, mulai dari menjaga kondisi peserta, melindungi hak-hak masyarakat dan fasilitas umum, hingga memantau jalannya pendapat di muka umum agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

  24. Soal

    Manakah dari contoh berikut yang paling sesuai dengan implementasi mimbar bebas?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: A. Sebuah organisasi mahasiswa mengadakan diskusi terbuka di kampus, di mana setiap mahasiswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya mengenai isu sosial yang sedang hangat. Pembahasan: Kegiatan di mana siapa saja dapat menyampaikan pendapat secara bebas dan terbuka tanpa tema tertentu, merupakan ciri utama mimbar bebas. Tidak ada batasan dalam menyampaikan pendapat namun sesuai norma, menggambarkan mimbar bebas tidak memihak dan berlandaskan dialog terbuka. Mimbar bebas seperti ini memungkinkan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang isu-isu tersebut sekaligus mendorong terciptanya solusi yang kolaboratif. Kegiatan ini menciptakan ruang demokrasi yang sehat di mana ide dan pendapat dapat dipertukarkan secara bebas, sekaligus menumbuhkan kesadaran kritis di kalangan generasi muda.

  25. Soal

    Nilai pelaksanaan berpendapat di muka umum yang baik dan benar adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Menjaga ketertiban dan keamanan, serta menghormati hak-hak orang lain. Pembahasan: Jawaban yang paling tepat adalah B, karena nilai utama dari pelaksanaan berpendapat di muka umum adalah menjaga ketertiban dan keamanan, serta menghormati hak-hak orang lain. Ini berarti menyampaikan pendapat harus dilakukan dengan cara yang damai, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tidak merugikan pihak lain. Kebebasan berpendapat memang dijamin oleh undang-undang, tetapi ada norma moral yang menjadi batasan untuk diperhatikan, seperti tidak boleh menyebarkan ujaran kebencian atau memicu kekerasan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →