Fitri Learning

UTBKLiterasi dalam Bahasa Inggris

Literasi dalam Bahasa Inggris — Paket 33

20 soal · takaran ujian: 20 soal / 30 menit

  1. Soal

    He enjoys playing soccer. He enjoys watching soccer. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: d. He enjoys not only playing soccer but also watching soccer. Kalimat ini menggunakan correlative conjunction "not only ... but also" dengan benar untuk menghubungkan dua kegiatan yang dinikmati. Struktur "not only ... but also" ditempatkan dengan benar di antara dua frasa verbal, yaitu "playing soccer" dan "watching soccer." Correlative conjunctions digunakan untuk menghubungkan elemen yang setara dalam kalimat, seperti dua klausa atau dua frasa. Correlative conjunction yang paling umum termasuk pasangan kata seperti "not only ... but also," "either ... or," "neither ... nor," dan "both ... and." Elemen yang dihubungkan oleh correlative conjunctions harus memiliki struktur gramatikal yang sama untuk menjaga paralelisme dalam kalimat. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. He not only enjoys playing soccer but also enjoys watching soccer. Penjelasan: Struktur "not only ... but also" digunakan dengan benar, tetapi letaknya salah. "Not only" harus ditempatkan sebelum frasa verbal "playing soccer." b. He enjoys playing soccer but also enjoys watching soccer. Penjelasan: Kalimat ini tidak menggunakan "not only" sehingga correlative conjunction tidak lengkap. c. Not only he enjoys playing soccer but also he enjoys watching soccer. Penjelasan: Struktur "not only ... but also" digunakan dengan benar, tetapi inversi kata kerja diperlukan setelah "not only," yaitu "Not only does he enjoy playing soccer." e. He enjoys playing soccer, also he enjoys watching soccer. Penjelasan: Kalimat ini tidak menggunakan correlative conjunction dengan benar. "Also" tidak terhubung dengan "not only." f. Not only does he enjoy playing soccer but he also enjoys watching soccer. Penjelasan: Kalimat ini hampir benar, tetapi "but" seharusnya diikuti oleh "also" tanpa inversi tambahan dari kata kerja setelah "but."

  2. Soal

    She can go to the concert. She can stay home and study. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. She can either go to the concert or stay home and study. Kalimat ini menggunakan correlative conjunction "either ... or" dengan benar untuk menghubungkan dua pilihan. Struktur "either ... or" ditempatkan dengan benar di antara dua kata kerja infinitif "go" dan "stay." Correlative conjunctions digunakan untuk menghubungkan elemen yang setara dalam kalimat, seperti dua klausa atau dua frasa. Correlative conjunction yang paling umum termasuk pasangan kata seperti "not only ... but also," "either ... or," "neither ... nor," dan "both ... and." Elemen yang dihubungkan oleh correlative conjunctions harus memiliki struktur gramatikal yang sama untuk menjaga paralelisme dalam kalimat. Mengapa Pilihan Lain Salah: b. She can either go to the concert or she can stay home and study. Penjelasan: Meskipun gramatikal, ini terlalu repetitif. Penggunaan "she can" kedua kali tidak diperlukan. c. She can either go to the concert or stay home and studying. Penjelasan: "Studying" adalah bentuk yang salah di sini. Seharusnya "study" untuk konsistensi dengan "stay." d. Either she can go to the concert or she can stay home and study. Penjelasan: "Either" biasanya ditempatkan sebelum kata kerja atau frasa yang dipisahkan oleh "or," bukan sebelum subjek. e. Either she goes to the concert or stays home and study. Penjelasan: Konsistensi kata kerja tidak ada di sini. Seharusnya "stay" bukannya "stays." f. She can go either to the concert or stay home and study. Penjelasan: "Either" harus ditempatkan sebelum kata kerja pertama untuk menjaga keseimbangan struktur correlative conjunction "either ... or."

  3. Soal

    She can go to the concert. She can stay home and study. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. She can either go to the concert or stay home and study. Kalimat ini menggunakan correlative conjunction "either ... or" dengan benar untuk menghubungkan dua pilihan. Struktur "either ... or" ditempatkan dengan benar di antara dua kata kerja infinitif "go" dan "stay." Correlative conjunctions digunakan untuk menghubungkan elemen yang setara dalam kalimat, seperti dua klausa atau dua frasa. Correlative conjunction yang paling umum termasuk pasangan kata seperti "not only ... but also," "either ... or," "neither ... nor," dan "both ... and." Elemen yang dihubungkan oleh correlative conjunctions harus memiliki struktur gramatikal yang sama untuk menjaga paralelisme dalam kalimat. Mengapa Pilihan Lain Salah: b. She can either go to the concert or she can stay home and study. Penjelasan: Meskipun gramatikal, ini terlalu repetitif. Penggunaan "she can" kedua kali tidak diperlukan. c. She can either go to the concert or stay home and studying. Penjelasan: "Studying" adalah bentuk yang salah di sini. Seharusnya "study" untuk konsistensi dengan "stay." d. Either she can go to the concert or she can stay home and study. Penjelasan: "Either" biasanya ditempatkan sebelum kata kerja atau frasa yang dipisahkan oleh "or," bukan sebelum subjek. e. Either she goes to the concert or stays home and study. Penjelasan: Konsistensi kata kerja tidak ada di sini. Seharusnya "stay" bukannya "stays." f. She can go either to the concert or stay home and study. Penjelasan: "Either" harus ditempatkan sebelum kata kerja pertama untuk menjaga keseimbangan struktur correlative conjunction "either ... or."

  4. Soal

    He doesn’t like coffee. He doesn’t like tea. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. He likes neither coffee nor tea. Kalimat ini menggunakan correlative conjunction "neither ... nor" dengan benar untuk menghubungkan dua hal yang tidak disukai. Struktur "neither ... nor" ditempatkan dengan benar di antara dua objek "coffee" dan "tea." Correlative conjunctions digunakan untuk menghubungkan elemen yang setara dalam kalimat, seperti dua klausa atau dua frasa. Correlative conjunction yang paling umum termasuk pasangan kata seperti "not only ... but also," "either ... or," "neither ... nor," dan "both ... and." Elemen yang dihubungkan oleh correlative conjunctions harus memiliki struktur gramatikal yang sama untuk menjaga paralelisme dalam kalimat. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. He neither likes coffee nor tea. Penjelasan: Meskipun hampir benar, struktur yang lebih tepat adalah "He likes neither coffee nor tea" karena "neither" harus ditempatkan sebelum objek. c. He neither likes coffee nor he likes tea. Penjelasan: Penggunaan "he likes" kedua kali tidak diperlukan dan membuat kalimat menjadi repetitif dan tidak efisien. d. He doesn’t like neither coffee nor tea. Penjelasan: Penggunaan "doesn’t like neither" menghasilkan double negative yang tidak gramatikal. Seharusnya menggunakan "neither" tanpa "doesn’t." e. Neither he likes coffee nor tea. Penjelasan: Struktur ini salah karena "neither" biasanya ditempatkan sebelum kata kerja atau frasa yang dipisahkan oleh "nor," bukan sebelum subjek. f. He neither likes coffee or tea. Penjelasan: Pasangan yang tepat adalah "neither ... nor," bukan "neither ... or."

  5. Soal

    He doesn’t like coffee. He doesn’t like tea. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. He likes neither coffee nor tea. Kalimat ini menggunakan correlative conjunction "neither ... nor" dengan benar untuk menghubungkan dua hal yang tidak disukai. Struktur "neither ... nor" ditempatkan dengan benar di antara dua objek "coffee" dan "tea." Correlative conjunctions digunakan untuk menghubungkan elemen yang setara dalam kalimat, seperti dua klausa atau dua frasa. Correlative conjunction yang paling umum termasuk pasangan kata seperti "not only ... but also," "either ... or," "neither ... nor," dan "both ... and." Elemen yang dihubungkan oleh correlative conjunctions harus memiliki struktur gramatikal yang sama untuk menjaga paralelisme dalam kalimat. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. He neither likes coffee nor tea. Penjelasan: Meskipun hampir benar, struktur yang lebih tepat adalah "He likes neither coffee nor tea" karena "neither" harus ditempatkan sebelum objek. c. He neither likes coffee nor he likes tea. Penjelasan: Penggunaan "he likes" kedua kali tidak diperlukan dan membuat kalimat menjadi repetitif dan tidak efisien. d. He doesn’t like neither coffee nor tea. Penjelasan: Penggunaan "doesn’t like neither" menghasilkan double negative yang tidak gramatikal. Seharusnya menggunakan "neither" tanpa "doesn’t." e. Neither he likes coffee nor tea. Penjelasan: Struktur ini salah karena "neither" biasanya ditempatkan sebelum kata kerja atau frasa yang dipisahkan oleh "nor," bukan sebelum subjek. f. He neither likes coffee or tea. Penjelasan: Pasangan yang tepat adalah "neither ... nor," bukan "neither ... or."

  6. Soal

    You must hurry. You will miss the bus. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. You will miss the bus unless you hurry. Kalimat ini menggunakan subordinating conjunction "unless" dengan benar untuk menghubungkan klausa independen "You will miss the bus" dengan klausa dependen "unless you hurry." "Unless" digunakan untuk menunjukkan kondisi negatif yang harus dipenuhi agar kejadian tidak terjadi. Subordinating conjunctions adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan klausa dependen (subordinate clause) dengan klausa independen (main clause). Klausa dependen tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap dan bergantung pada klausa independen untuk maknanya. Contoh subordinating conjunctions termasuk “unless,” "because," "although," "since," "if," "when," “even though,” dan "while." Mereka menjelaskan hubungan seperti sebab-akibat, waktu, kondisi, dan kontras antara dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. You must hurry, unless you will miss the bus. Penjelasan: Struktur kalimat ini salah karena klausa dependen "unless you will miss the bus" tidak benar dalam konteks ini. Kata kerja setelah "unless" seharusnya dalam bentuk sederhana, yaitu "hurry." b. Unless you must hurry, you will miss the bus. Penjelasan: Struktur ini salah karena "must hurry" tidak sesuai setelah "unless." Seharusnya menggunakan bentuk sederhana, yaitu "hurry." d. Unless you will miss the bus, you must hurry. Penjelasan: Struktur ini salah karena klausa yang mengandung "unless" harus berada di akhir kalimat atau di awal dengan bentuk yang benar. Kata kerja setelah "unless" seharusnya dalam bentuk sederhana, yaitu "hurry." e. You must hurry, you will miss the bus unless. Penjelasan: Struktur ini salah karena "unless" harus berada di awal atau tengah klausa dependen, bukan di akhir kalimat. f. You will miss the bus, unless you must hurry. Penjelasan: Struktur ini salah karena "must hurry" tidak sesuai setelah "unless." Seharusnya menggunakan bentuk sederhana, yaitu "hurry."

  7. Soal

    You must hurry. You will miss the bus. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. You will miss the bus unless you hurry. Kalimat ini menggunakan subordinating conjunction "unless" dengan benar untuk menghubungkan klausa independen "You will miss the bus" dengan klausa dependen "unless you hurry." "Unless" digunakan untuk menunjukkan kondisi negatif yang harus dipenuhi agar kejadian tidak terjadi. Subordinating conjunctions adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan klausa dependen (subordinate clause) dengan klausa independen (main clause). Klausa dependen tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap dan bergantung pada klausa independen untuk maknanya. Contoh subordinating conjunctions termasuk “unless,” "because," "although," "since," "if," "when," “even though,” dan "while." Mereka menjelaskan hubungan seperti sebab-akibat, waktu, kondisi, dan kontras antara dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. You must hurry, unless you will miss the bus. Penjelasan: Struktur kalimat ini salah karena klausa dependen "unless you will miss the bus" tidak benar dalam konteks ini. Kata kerja setelah "unless" seharusnya dalam bentuk sederhana, yaitu "hurry." b. Unless you must hurry, you will miss the bus. Penjelasan: Struktur ini salah karena "must hurry" tidak sesuai setelah "unless." Seharusnya menggunakan bentuk sederhana, yaitu "hurry." d. Unless you will miss the bus, you must hurry. Penjelasan: Struktur ini salah karena klausa yang mengandung "unless" harus berada di akhir kalimat atau di awal dengan bentuk yang benar. Kata kerja setelah "unless" seharusnya dalam bentuk sederhana, yaitu "hurry." e. You must hurry, you will miss the bus unless. Penjelasan: Struktur ini salah karena "unless" harus berada di awal atau tengah klausa dependen, bukan di akhir kalimat. f. You will miss the bus, unless you must hurry. Penjelasan: Struktur ini salah karena "must hurry" tidak sesuai setelah "unless." Seharusnya menggunakan bentuk sederhana, yaitu "hurry."

  8. Soal

    She was tired. She finished her homework. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. Even though she was tired, she finished her homework. Kalimat ini menggunakan subordinating conjunction "even though" dengan benar untuk menghubungkan klausa dependen "Even though she was tired" dengan klausa independen "she finished her homework." "Even though" digunakan untuk menunjukkan kontras antara kedua klausa. Subordinating conjunctions adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan klausa dependen (subordinate clause) dengan klausa independen (main clause). Klausa dependen tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap dan bergantung pada klausa independen untuk maknanya. Contoh subordinating conjunctions termasuk “unless,” "because," "although," "since," "if," "when," “even though,” dan "while." Mereka menjelaskan hubungan seperti sebab-akibat, waktu, kondisi, dan kontras antara dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. She was tired, even though she finished her homework. Penjelasan: Struktur ini salah karena "even though" seharusnya digunakan untuk menghubungkan klausa yang menunjukkan kontras, dan biasanya ditempatkan di awal klausa dependen. b. Even though she was tired, but she finished her homework. Penjelasan: Penggunaan "but" bersama dengan "even though" adalah redundan dan tidak gramatikal. Hanya "even though" yang diperlukan untuk menunjukkan kontras. d. Even though she finished her homework, she was tired. Penjelasan: Struktur ini salah karena menempatkan fokus pada penyelesaian tugas sebelum menyebutkan kondisi kelelahan, yang bertentangan dengan urutan logis yang diminta. e. She was tired because she finished her homework. Penjelasan: "Because" menunjukkan sebab-akibat, bukan kontras, sehingga tidak sesuai untuk menggantikan "even though."

  9. Soal

    She was tired. She finished her homework. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. Even though she was tired, she finished her homework. Kalimat ini menggunakan subordinating conjunction "even though" dengan benar untuk menghubungkan klausa dependen "Even though she was tired" dengan klausa independen "she finished her homework." "Even though" digunakan untuk menunjukkan kontras antara kedua klausa. Subordinating conjunctions adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan klausa dependen (subordinate clause) dengan klausa independen (main clause). Klausa dependen tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap dan bergantung pada klausa independen untuk maknanya. Contoh subordinating conjunctions termasuk “unless,” "because," "although," "since," "if," "when," “even though,” dan "while." Mereka menjelaskan hubungan seperti sebab-akibat, waktu, kondisi, dan kontras antara dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. She was tired, even though she finished her homework. Penjelasan: Struktur ini salah karena "even though" seharusnya digunakan untuk menghubungkan klausa yang menunjukkan kontras, dan biasanya ditempatkan di awal klausa dependen. b. Even though she was tired, but she finished her homework. Penjelasan: Penggunaan "but" bersama dengan "even though" adalah redundan dan tidak gramatikal. Hanya "even though" yang diperlukan untuk menunjukkan kontras. d. Even though she finished her homework, she was tired. Penjelasan: Struktur ini salah karena menempatkan fokus pada penyelesaian tugas sebelum menyebutkan kondisi kelelahan, yang bertentangan dengan urutan logis yang diminta. e. She was tired because she finished her homework. Penjelasan: "Because" menunjukkan sebab-akibat, bukan kontras, sehingga tidak sesuai untuk menggantikan "even though."

  10. Soal

    It was raining. They decided to go for a walk. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: d. It was raining; nonetheless, they decided to go for a walk. Kalimat ini menggunakan conjunctive adverb "nonetheless" dengan benar untuk menunjukkan kontras antara kondisi hujan dan keputusan mereka untuk tetap berjalan. Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan dua klausa independen, dan koma (,) ditempatkan setelah "nonetheless." Conjunctive adverbs adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen dan menunjukkan hubungan logis seperti perbandingan, kontras, sebab-akibat, atau penambahan. Contoh conjunctive adverbs termasuk "however," "therefore," "moreover," "nevertheless," dan "consequently." Mereka sering diikuti oleh tanda koma dan membutuhkan titik koma atau titik untuk memisahkan dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. It was raining; nonetheless they decided to go for a walk. Penjelasan: Struktur hampir benar, tetapi perlu koma setelah "nonetheless" untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya. b. It was raining, nonetheless they decided to go for a walk. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. c. It was raining nonetheless, they decided to go for a walk. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma, dan "nonetheless" seharusnya memiliki koma setelahnya. e. It was raining nonetheless; they decided to go for a walk. Penjelasan: "Nonetheless" seharusnya diikuti oleh koma untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya. f. It was raining; they decided to go for a walk nonetheless. Penjelasan: "Nonetheless" seharusnya ditempatkan di awal klausa kedua untuk menunjukkan kontras dengan lebih jelas.

  11. Soal

    It was raining. They decided to go for a walk. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: d. It was raining; nonetheless, they decided to go for a walk. Kalimat ini menggunakan conjunctive adverb "nonetheless" dengan benar untuk menunjukkan kontras antara kondisi hujan dan keputusan mereka untuk tetap berjalan. Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan dua klausa independen, dan koma (,) ditempatkan setelah "nonetheless." Conjunctive adverbs adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen dan menunjukkan hubungan logis seperti perbandingan, kontras, sebab-akibat, atau penambahan. Contoh conjunctive adverbs termasuk "however," "therefore," "moreover," "nevertheless," dan "consequently." Mereka sering diikuti oleh tanda koma dan membutuhkan titik koma atau titik untuk memisahkan dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. It was raining; nonetheless they decided to go for a walk. Penjelasan: Struktur hampir benar, tetapi perlu koma setelah "nonetheless" untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya. b. It was raining, nonetheless they decided to go for a walk. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. c. It was raining nonetheless, they decided to go for a walk. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma, dan "nonetheless" seharusnya memiliki koma setelahnya. e. It was raining nonetheless; they decided to go for a walk. Penjelasan: "Nonetheless" seharusnya diikuti oleh koma untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya. f. It was raining; they decided to go for a walk nonetheless. Penjelasan: "Nonetheless" seharusnya ditempatkan di awal klausa kedua untuk menunjukkan kontras dengan lebih jelas.

  12. Soal

    He didn’t study for the exam. He failed. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: f. He didn’t study for the exam; consequently, he failed. Kalimat ini menggunakan conjunctive adverb "consequently" dengan benar untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara tidak belajar untuk ujian dan kegagalan. Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan dua klausa independen, dan koma (,) ditempatkan setelah "consequently." Conjunctive adverbs adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen dan menunjukkan hubungan logis seperti perbandingan, kontras, sebab-akibat, atau penambahan. Contoh conjunctive adverbs termasuk "however," "therefore," "moreover," "nevertheless," dan "consequently." Mereka sering diikuti oleh tanda koma dan membutuhkan titik koma atau titik untuk memisahkan dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. He didn’t study for the exam, consequently he failed. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. b. He didn’t study for the exam; he failed, consequently. Penjelasan: "Consequently" seharusnya diletakkan di awal klausa kedua untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan lebih jelas. c. He didn’t study for the exam, he failed consequently. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. Selain itu, "consequently" seharusnya diletakkan di awal klausa kedua. d. He didn’t study for the exam; consequently he failed. Penjelasan: Hampir benar, tetapi koma diperlukan setelah "consequently" untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya. e. He didn’t study for the exam, consequently; he failed. Penjelasan: Penggunaan tanda koma dan titik koma bersama-sama tidak diperlukan di sini. Seharusnya hanya menggunakan titik koma diikuti oleh "consequently" dan koma setelahnya.

  13. Soal

    He didn’t study for the exam. He failed. The correct combination of the sentences above is ….

    Lihat pembahasan

    Jawaban: e. He didn’t study for the exam; consequently, he failed. Kalimat ini menggunakan conjunctive adverb "consequently" dengan benar untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat antara tidak belajar untuk ujian dan kegagalan. Tanda titik koma (;) digunakan untuk memisahkan dua klausa independen, dan koma (,) ditempatkan setelah "consequently." Conjunctive adverbs adalah kata-kata yang digunakan untuk menghubungkan dua klausa independen dan menunjukkan hubungan logis seperti perbandingan, kontras, sebab-akibat, atau penambahan. Contoh conjunctive adverbs termasuk "however," "therefore," "moreover," "nevertheless," dan "consequently." Mereka sering diikuti oleh tanda koma dan membutuhkan titik koma atau titik untuk memisahkan dua klausa. Mengapa Pilihan Lain Salah: a. He didn’t study for the exam, consequently he failed. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. b. He didn’t study for the exam; he failed, consequently. Penjelasan: "Consequently" seharusnya diletakkan di awal klausa kedua untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan lebih jelas. c. He didn’t study for the exam, he failed consequently. Penjelasan: Tanda koma tidak cukup kuat untuk memisahkan dua klausa independen; seharusnya menggunakan titik koma. Selain itu, "consequently" seharusnya diletakkan di awal klausa kedua. d. He didn’t study for the exam; consequently he failed. Penjelasan: Hampir benar, tetapi koma diperlukan setelah "consequently" untuk memisahkan adverb dari klausa berikutnya.

  14. Soal

    If you ___ the alarm clock, you ___ late for school. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. forget; are Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "lupa" dan "adalah" adalah "forget" dan "are". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  15. Soal

    If you ___ the alarm clock, you ___ late for school. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. forget; are Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "lupa" dan "adalah" adalah "forget" dan "are". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  16. Soal

    If you ___ water at 100 degrees Celsius, it ___. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. heat; boils Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "panas" dan "mendidih" adalah "heat" dan "boils". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  17. Soal

    If you ___ water at 100 degrees Celsius, it ___. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. heat; boils Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "panas" dan "mendidih" adalah "heat" dan "boils". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  18. Soal

    If you ___ too much time in the sun, you ___ sunburn. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. spend; get Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "menghabiskan" dan "mendapatkan" adalah "spend" dan "get". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  19. Soal

    If you ___ too much time in the sun, you ___ sunburn. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. spend; get Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "menghabiskan" dan "mendapatkan" adalah "spend" dan "get". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

  20. Soal

    If plants ___ water regularly, they ___. The correct answer to fill in the blank is ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. don’t get; die Kalimat ini menunjukkan penggunaan conditional sentence tipe zero yang mengungkapkan fakta ilmiah atau kebenaran umum. Pola kalimatnya adalah If + S + V1, S + V1. Bentuk verb 1 yang tepat dari kata "tidak mendapatkan" dan "mati" adalah "don’t get" dan "die". Zero Conditional Sentence adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan fakta ilmiah atau kebenaran umum yang selalu benar. Dalam zero conditional sentence, kedua klausa menggunakan present simple tense karena mengungkapkan kebenaran umum atau fakta ilmiah yang selalu berlaku. Pola kalimat zero conditional adalah If + S + V1, S + V1. Namun, dalam kasus tertentu, "will" diikuti oleh "be" digunakan untuk menunjukkan keadaan yang akan terjadi di masa depan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →