Pembiakan virus dilakukan menggunakan sel inang yang sesuai, seperti bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan. Metode pembiakan dibedakan berdasarkan jenis virus dan inang yang digunakan.
Pembiakan pada Bakteri
Pembiakan virus pada bakteri menggunakan bakteriofag sebagai agen infeksi. Metode utamanya adalah plaque assay, di mana bakteriofag dicampurkan dengan bakteri inang dan ditanam di media agar. Setelah virus menghancurkan sel bakteri, terbentuk zona bening atau plaque; dengan menghitung jumlah plaque, konsentrasi bakteriofag dapat ditentukan. Bakteriofag juga dapat diperbanyak dalam media cair, di mana larutan menjadi jernih akibat lisis yang masif.
Pembiakan pada Sel Hewan
Salah satu metode utama adalah pembiakan dalam telur ayam berembrio, yang banyak digunakan dalam produksi vaksin influenza dan rabies. Virus diinokulasikan ke embrio ayam berusia 9–12 hari dan bereplikasi di kantung amnion, kantung alantois, membran korioalantois, atau kantung kuning telur. Selain itu, virus dapat diperbanyak dalam kultur sel:
- Kultur sel primer: menggunakan sel segar dari jaringan hewan dengan masa hidup terbatas.
- Kultur sel lini (continuous cell line): berasal dari sel kanker atau sel abadi yang dapat membelah tanpa batas, seperti sel HeLa dan sel Vero.
- Kultur sel diploid: terdiri dari sel yang dapat membelah hingga beberapa generasi tetapi tidak bertahan selamanya.
Pembiakan pada Sel Tumbuhan
Virus tumbuhan tidak dapat tumbuh di media buatan tanpa sel tanaman hidup. Metodenya antara lain inokulasi mekanis, yaitu memindahkan virus dari tanaman terinfeksi ke tanaman sehat dengan menggores atau melukai daun atau batang, seperti pada penelitian Tobacco Mosaic Virus (TMV). Virus tumbuhan juga dapat diperbanyak melalui kultur jaringan tumbuhan dalam medium buatan yang kaya nutrisi, serta melalui serangga vektor seperti kutu daun dan wereng yang sering digunakan dalam studi epidemiologi virus tumbuhan.
Soal. Seorang ilmuwan ingin membiakkan virus polio dalam skala laboratorium. Virus ini diketahui menginfeksi sel manusia dan tidak dapat berkembang di luar sel hidup. Metode mana yang paling efektif untuk memperbanyak virus ini dalam penelitian?
- Menanam virus polio di media agar dengan nutrisi yang kaya
- Menggunakan kultur sel lini Vero dalam medium cair yang sesuai
- Menyuntikkan virus ke dalam bakteri E. coli untuk replikasi
- Menggunakan kultur jaringan tumbuhan untuk membiakkan virus polio
- Menyebarkan virus polio dalam lingkungan terbuka untuk mengamati penyebarannya
Jawaban. Jawaban Benar: B. Menggunakan kultur sel lini Vero dalam medium cair yang sesuai
Pembahasan. Virus polio adalah virus yang menginfeksi sel manusia dan tidak bisa berkembang di luar sel hidup. Oleh karena itu, metode yang paling efektif adalah dengan menggunakan kultur sel hewan, seperti sel Vero yang berasal dari sel ginjal monyet. Kultur sel memungkinkan virus untuk bereplikasi dalam kondisi yang terkendali.
Virus tidak bisa diperbanyak di media buatan seperti bakteri, tetapi harus dikultur dalam bakteri, telur ayam berembrio, atau sel hidup dalam laboratorium. Bakteriofag diperbanyak dalam bakteri, sementara virus hewan diperbanyak dalam kultur sel seperti sel Vero atau HeLa. Vaksin influenza dibuat dengan membiakkan virus dalam telur ayam berembrio, itulah sebabnya orang dengan alergi telur perlu berhati-hati saat menerima vaksin ini.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp