Komposisi Batuan pada Lapisan Bumi
Batuan pembentuk kulit bumi berada pada lapisan terluar bumi, yang disebut kerak bumi. Setiap lapisan bumi memiliki komposisi batuan yang berbeda-beda.
Lapisan Kerak Bumi
Kerak bumi adalah lapisan terluar yang menutupi seluruh permukaan planet, sangat tipis dibandingkan lapisan lain, hanya sekitar 1% dari total volume bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
Kerak Benua
Lebih tebal (30–40 km) dibandingkan kerak samudra dan terdiri dari batuan granit dan metamorf yang lebih ringan. Kerak ini membentuk sebagian besar daratan dan lebih stabil daripada kerak samudra. Kerak benua tertua berumur sekitar 4,4 miliar tahun; lapisan silisium dan aluminiumnya berketebalan sekitar 35 km.
Kerak Samudra
Lebih tipis dan lebih padat (sekitar 5–10 km), sebagian besar terdiri dari batuan basalt. Kerak ini lebih muda, dinamis, terbentuk melalui aktivitas vulkanik di dasar samudra, serta sering mengalami daur ulang melalui subduksi. Kerak samudra tertua berumur sekitar 280 juta tahun.
Lapisan Mantel Bumi
Mantel bumi terbuat dari batuan yang lebih padat dan lebih panas dibandingkan kerak bumi, dengan ketebalan sekitar 2.900 km atau hampir 84% dari total volume bumi. Mantel terbagi menjadi dua bagian:
Mantel Atas: Lebih cair dan dalam kondisi semi-cair sehingga memungkinkan pergerakan konveksi panas (proses tektonisme), dengan suhu 1.300°C – 1.500°C.
Mantel Bawah: Lebih padat dan kaku, berperan penting dalam pergerakan lempeng tektonik, dengan suhu 1.500°C – 3.000°C.
Lapisan Inti Bumi
Lapisan bumi yang paling dalam adalah inti bumi, yang terdiri dari dua bagian:
Lapisan Inti Dalam Bumi: Terdiri dari cairan besi dan nikel, ketebalan sekitar 2.250 km pada kedalaman 2.900–4.980 km dengan suhu sekitar 3.900°C.
Lapisan Inti Luar Bumi: Terdiri dari logam besi yang padat, ketebalan sekitar 1.200 km, diameter sekitar 2.600 km dengan suhu lebih dari 4.800°C.
Macam-Macam Batuan Pembentuk Kulit Bumi
Batuan pembentuk kulit bumi terbagi dalam tiga jenis utama, yaitu:
Batuan Beku
Terbentuk dari proses pendinginan dan pembekuan magma. Batuan beku dibedakan berdasarkan tempat terbentuknya:
- Batuan Beku Dalam/Batuan Plutonik/Batuan Intrusif: batuan yang membeku di dalam bumi.
- Batuan Gang/Batuan Korok: batuan yang membeku di celah-celah atau rekahan dalam kerak bumi.
- Batuan Beku Luar/Batuan Vulkanik/Batuan Ekstrusif: batuan yang membeku di luar permukaan bumi.
Batuan Sedimen
Terbentuk dari pengendapan material halus hasil pelapukan batuan lain yang kemudian mengalami pemadatan dan sementasi. Berdasarkan cara pembentukannya:
- Batuan Sedimen Klastik/Mekanik/Fisik: dari pengendapan fragmen batuan tua yang tererosi dan tertransportasi air, angin, atau es. Contoh: konglomerat, breksi, batuan pasir, batuan serpih.
- Batuan Sedimen Kimiawi: dari pengendapan senyawa kimia yang larut dalam air. Contoh: gypsum, batu kapur, stalagtit, dan stalagmit.
- Batuan Sedimen Organik: dari pengendapan bahan organik seperti sisa tanaman dan hewan. Contoh: batubara dan batu karang.
Batuan Metamorf
Terbentuk dari batuan yang telah mengalami proses perubahan sebelumnya, dengan ciri-ciri: warna bermacam-macam (putih, merah, hitam, abu-abu); struktur folasi (mineral terjajar) dan nonfolasi; serta tekstur kristaloblastik (tekstur batuan asal tidak tampak) dan relik (tekstur batuan asal tampak).
Berdasarkan kondisi pembentukannya, batuan metamorf terbagi menjadi:
- Batuan Metamorf Regional: akibat tekanan dan suhu tinggi pada wilayah yang luas. Contoh: batu kuarsa.
- Batuan Metamorf Dinamik: akibat tekanan mekanis yang sangat besar pada area terbatas, seperti zona patahan. Contoh: batu sabak.
- Batuan Metamorf Termal/Kontak: akibat pemanasan intensif dari intrusi magma yang dekat dengan batuan induk. Contoh: batu marmer.
Tahapan Siklus Batuan
Siklus batuan adalah proses terus-menerus yang menggambarkan bagaimana batuan dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, baik karena proses internal (suhu tinggi dan tekanan) maupun eksternal (pelapukan dan erosi). Enam tahapannya:
- Pembekuan Magma (Batuan Beku): magma yang keluar dari dalam bumi mendingin dan mengkristal membentuk batuan beku.
- Pelapukan dan Erosi (Batuan Sedimen): batuan beku di permukaan mengalami pelapukan akibat cuaca, air, angin, atau organisme.
- Pemadatan dan Sementasi (Batuan Sedimen): fragmen yang terendap mengalami pemadatan karena tekanan lapisan di atasnya, lalu tersementasi menjadi batuan sedimen solid.
- Proses Metamorfisme (Batuan Metamorf): batuan sedimen atau beku yang terendam di kedalaman bumi berubah akibat suhu dan tekanan tinggi.
- Peleburan dan Pembentukan Magma: batuan metamorf pada suhu dan tekanan sangat tinggi melebur menjadi magma yang kemudian naik ke permukaan.
- Penyusupan Magma (Batuan Beku): magma yang mencapai permukaan mendingin dan mengkristal kembali menjadi batuan beku, melanjutkan siklus.
Soal. Bagaimana interaksi antara kerak bumi, mantel, dan inti bumi dapat memengaruhi aktivitas geologi seperti gempa bumi, gunung api, dan pembentukan pegunungan?
Jawaban. Interaksi ketiga lapisan menyebabkan berbagai aktivitas geologi. Gerakan konveksi di mantel mendorong pergerakan lempeng tektonik di kerak bumi, yang dapat menyebabkan gempa bumi di zona subduksi, gunung api di daerah batas lempeng, serta pembentukan pegunungan akibat tumbukan lempeng benua.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp