Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 10Bab 4

Tenaga Eksogen

Geografi SMA Kelas 10 · Bab 4: Litosfer

Tenaga eksogen adalah proses eksternal yang mempengaruhi permukaan bumi melalui pelapukan, erosi, dan sedimentasi. Tenaga eksogen berperan dalam membentuk lanskap serta mempengaruhi kehidupan manusia.

Pelapukan sebagai Proses Pembentukan Muka Bumi

Pelapukan adalah proses hancurnya batuan menjadi partikel lebih kecil akibat pengaruh cuaca, air, atau organisme, yang berkontribusi pada pembentukan tanah.

Pelapukan Mekanik (Fisik): Akibat perubahan suhu, tekanan, atau pembekuan air tanpa mengubah komposisi kimia batuan. Contoh: retaknya batu di daerah gurun akibat perubahan suhu ekstrem (insolasi).

Pelapukan Kimiawi: Melibatkan perubahan komposisi kimia batuan akibat reaksi dengan air, oksigen, atau zat kimia lain. Contoh: pelarutan batu kapur oleh air hujan yang mengandung karbon dioksida sehingga membentuk gua kapur.

Pelapukan Organik: Disebabkan aktivitas makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme. Contoh: akar pohon yang menembus batuan hingga retak dan pecah.

Erosi sebagai Proses Pembentukan Muka Bumi

Erosi adalah proses pengikisan tanah dan batuan oleh air, angin, es, atau gelombang laut, yang terjadi dalam tiga tahapan utama:

  1. Detachment (Pelepasan): partikel tanah atau batuan terlepas dari permukaan akibat energi air, angin, atau es.
  2. Transportasi (Pengangkutan): material yang terlepas terbawa aliran air, angin, atau gletser ke tempat lain.
  3. Sedimentasi (Pengendapan): material hasil erosi mengendap di lokasi tertentu seperti sungai, danau, atau laut.

Berdasarkan prosesnya, erosi terbagi menjadi erosi geologi (terjadi alami tanpa campur tangan manusia dan berlangsung lama) dan erosi tanah (diperparah aktivitas manusia seperti penggundulan hutan dan pertanian tanpa konservasi).

Erosi Berdasarkan Zat Pengikisnya: Erosi Air

Erosi Percik: Tetesan hujan yang memecah partikel tanah dan menyebarkannya.

Erosi Lembar: Lapisan tanah atas terkikis merata oleh aliran air. Ciri-cirinya:

  • Lapisan tanah atas yang subur terkikis, meninggalkan lapisan bawah yang miskin unsur hara.
  • Permukaan tanah menjadi lebih keras sehingga lebih sulit menyerap air.
  • Warna tanah menjadi lebih pucat karena kehilangan humus dan mineral penting.
  • Tanaman sulit tumbuh akibat hilangnya unsur hara dan meningkatnya kekeringan tanah.

Erosi Alur: Terbentuknya saluran kecil akibat aliran air di permukaan tanah.

Erosi Parit: Alur erosi semakin dalam dan membentuk parit besar.

Erosi Berdasarkan Zat Pengikisnya: Erosi Angin

Erosi Angin di Paria Canyon-Vermilion – inilah.com
Erosi Angin di Paria Canyon-Vermilion – inilah.com

Erosi yang disebabkan oleh angin yang mengangkut partikel tanah atau pasir, sering terjadi di daerah gurun.

Erosi Berdasarkan Zat Pengikisnya: Erosi Gelombang Laut (Abrasi)

Abrasi adalah proses pengikisan pantai akibat energi gelombang laut yang terus-menerus menghantam garis pantai. Faktor penyebabnya:

  • Ombak besar yang terus menghantam pantai mempercepat pengikisan.
  • Perubahan permukaan air laut mempercepat erosi pada garis pantai yang rentan.
  • Pantai dengan batuan lunak lebih mudah tererosi dibandingkan pantai berbatu keras.
  • Angin kencang dan arus laut membawa material pasir dan mempercepat abrasi.
  • Penggundulan hutan mangrove dan pembangunan di garis pantai mengurangi perlindungan alami terhadap abrasi.

Erosi Berdasarkan Zat Pengikisnya: Erosi Glasial

Erosi yang terjadi akibat pergerakan es atau gletser yang mengikis permukaan tanah dan batuan di daerah bersalju.

Sedimentasi sebagai Proses Pembentukan Muka Bumi

Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi yang terbawa air, angin, atau es, dan berperan dalam pembentukan delta, dataran pantai, serta bentang alam lainnya.

Sedimentasi Fluvial: Terjadi di sungai akibat pengendapan material yang terbawa aliran air. Contoh: terbentuknya delta Sungai Mahakam di Kalimantan Timur.

Sedimentasi Aeolis: Terjadi akibat angin yang membawa dan mengendapkan material seperti pasir. Contoh: pembentukan Gumuk Pasir Parangkusumo di Yogyakarta.

Sedimentasi Marine: Terjadi di laut akibat gelombang dan arus laut yang membawa material pasir dan lumpur, membentuk bentang alam seperti:

  • Pantai: endapan pasir di tepi laut akibat gelombang yang membawa sedimen.
  • Bar: gundukan pasir atau kerikil yang terbentuk di perairan dangkal oleh arus laut.
  • Tombolo: daratan sempit yang menghubungkan pulau dengan daratan utama akibat sedimentasi.
Angin Bisa "Mengukir" Batuan Selama Jutaan Tahun
Contoh soal

Soal. Jelaskan bagaimana interaksi antara erosi, sedimentasi, dan tenaga eksogen lainnya dapat menciptakan bentang alam baru!

Jawaban. Erosi mengikis batuan dan tanah, lalu material hasil erosi diangkut oleh angin, air, atau es menuju tempat lain, membentuk proses sedimentasi. Akumulasi sedimentasi ini dapat menciptakan bentang alam baru seperti delta sungai, gumuk pasir, atau tombolo.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →