Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 10Bab 5

Klasifikasi Iklim dan Pola Persebarannya Secara Global

Geografi SMA Kelas 10 · Bab 5: Atmosfer

Sistem Klasifikasi: Iklim Matahari

Klasifikasi Iklim Matahari – kumparan.com
Klasifikasi Iklim Matahari – kumparan.com

Klasifikasi iklim matahari didasarkan pada jumlah energi matahari yang diterima suatu wilayah, dengan faktor utama sudut datangnya sinar matahari dan letak garis lintang. Iklim dibagi menjadi empat jenis:

Iklim Tropis

Terletak di antara 0° – 23,5° LU/LS (daerah khatulistiwa). Ciri utama: suhu udara tinggi sepanjang tahun, kelembapan tinggi, dan curah hujan tinggi, dengan dua musim utama (hujan dan kemarau). Contoh: Indonesia, Brasil, dan sebagian besar negara di Afrika Tengah.

Iklim Subtropis

Terletak di antara 23,5° – 40° LU/LS. Memiliki empat musim (semi, panas, gugur, dingin) dengan variasi suhu lebih besar dan curah hujan lebih rendah dibanding tropis. Contoh: Jepang, Korea Selatan, sebagian Amerika Serikat, dan Argentina bagian selatan.

Iklim Sedang

Terletak di antara 40° – 66,5° LU/LS. Perbedaan suhu antara musim panas dan dingin sangat signifikan, curah hujan sedang, serta terdapat angin barat yang berpengaruh pada dinamika cuaca. Contoh: Eropa Barat, sebagian besar Amerika Serikat, dan China bagian utara.

Iklim Dingin

Terletak di antara 66,5° – 90° LU/LS (kutub utara dan selatan). Matahari bersinar sangat panjang di musim panas dan tidak terbit di musim dingin. Terdiri atas dua jenis:

Iklim Tundra: sekitar kutub (Kanada utara, Siberia, Greenland), suhu sangat dingin sepanjang tahun tetapi lebih hangat dari iklim es; vegetasi lumut dan tanaman berdaun kecil tahan dingin.

Iklim Es: kutub utara dan Antartika, suhu sangat ekstrem dengan es menutupi permukaan sepanjang tahun; hampir tidak ada kehidupan tumbuhan.

Sistem Klasifikasi: Iklim Fisis

Klasifikasi iklim fisis didasarkan pada kondisi geografis dan pengaruh bentang alam terhadap iklim suatu wilayah.

Iklim Laut

Terjadi di wilayah dekat lautan. Suhu udara lebih stabil karena air laut menyerap dan melepaskan panas secara perlahan; kelembapan tinggi sehingga curah hujan cenderung besar. Contoh: pesisir barat Eropa, Jepang, dan pesisir Australia timur.

Iklim Darat

Terjadi di daerah jauh dari pengaruh laut, terutama pedalaman benua. Suhu sangat ekstrem (panas di siang hari, sangat dingin di malam hari) dan curah hujan rendah. Contoh: Gurun Gobi, Kazakhstan, Mongolia, dan bagian tengah Amerika Utara.

Iklim Gunung

Terjadi di daerah dengan ketinggian lebih dari 600 mdpl. Suhu udara semakin dingin seiring bertambahnya ketinggian dan hujan orografis sering terjadi. Contoh: Pegunungan Himalaya, Alpen, dan Andes.

Iklim Musim

Dipengaruhi perubahan arah angin muson yang bertiup bergantian setiap enam bulan, dengan musim hujan (angin muson barat dari Samudra Hindia membawa uap air) dan musim kemarau (angin muson timur dari Australia membawa udara kering).

Sistem Klasifikasi: Iklim Koppen

Peta Persebaran Klasifikasi Iklim Koppen – wikipedia.com
Peta Persebaran Klasifikasi Iklim Koppen – wikipedia.com

Sistem klasifikasi iklim Köppen dikembangkan oleh Wladimir Köppen, klimatolog Jerman, untuk mengelompokkan iklim berdasarkan pola temperatur dan curah hujan serta hubungannya dengan vegetasi alami. Iklim Köppen dibagi menjadi lima kelompok utama dengan subkategori berdasarkan kelembapan dan suhu.

Iklim A (Iklim Tropis)

Terletak di 0° – 23,5° LU/LS dengan suhu rata-rata bulanan selalu di atas 18°C dan curah hujan tinggi. Vegetasi: hutan hujan tropis, hutan monsun, dan sabana basah. Subkategorinya:

  • Af (Tropis Hujan / Hutan Hujan Tropis): hujan sepanjang tahun tanpa musim kering (Amazon, Indonesia, Malaysia).
  • Am (Tropis Monsun): curah hujan tinggi dengan musim kering singkat (India bagian selatan, Myanmar).
  • Aw (Tropis Sabana): musim kemarau lebih panjang dibanding musim hujan (Afrika bagian tengah, Brasil bagian timur).

Iklim B (Iklim Arid atau Kering)

Curah hujan lebih rendah dibanding evaporasi, terdapat di subtropis atau pedalaman benua. Vegetasi: padang rumput kering dan gurun. Subkategorinya:

  • Bs (Steppe – Semi Kering): curah hujan sedikit tetapi masih mendukung vegetasi padang rumput (Stepa Mongolia, Great Plains di AS).
  • Bw (Gurun – Sangat Kering): curah hujan sangat rendah dengan suhu ekstrem (Gurun Sahara, Gurun Atacama).

Iklim C (Iklim Sedang Hangat – Mesothermal)

Terletak di lintang menengah (23,5° – 40° LU/LS) dengan suhu bulan terdingin antara -3°C hingga 18°C. Vegetasi: hutan gugur dan hutan campuran. Subkategorinya:

  • Cf (Hujan Sepanjang Tahun): curah hujan merata, tidak ada musim kemarau (Eropa Barat, Jepang bagian selatan).
  • Cw (Musim Kemarau di Musim Dingin): musim panas basah, musim dingin kering (Tiongkok bagian selatan, sebagian Brasil).
  • Cs (Mediterania): musim panas kering, musim dingin lembap (California, Italia, Spanyol).

Iklim D (Iklim Salju – Microthermal)

Terletak di lintang tinggi (40° – 66,5° LU/LS), suhu bulan terdingin di bawah -3°C dan bulan terpanas di atas 10°C. Vegetasi: taiga (hutan konifer). Subkategorinya:

  • Df (Hujan Sepanjang Tahun): tidak ada musim kering, suhu musim dingin ekstrem (Rusia bagian tengah, Kanada utara).
  • Dw (Musim Kemarau di Musim Dingin): musim dingin sangat dingin dan kering, musim panas lebih basah (Siberia, Korea Utara).

Iklim E (Iklim Es atau Salju Abadi – Polar)

Terletak di daerah kutub (66,5° – 90° LU/LS) dengan suhu rata-rata bulan terpanas di bawah 10°C. Vegetasi terbatas, terutama lumut dan ganggang. Subkategorinya:

  • Et (Tundra): suhu musim panas antara 0°C – 10°C, ada musim semi singkat (Kanada utara, Islandia).
  • Ef (Es – Tidak Ada Musim Panas): suhu selalu di bawah 0°C, permukaan tertutup es dan salju (Antartika, Greenland).
  • Eh (Highland – Iklim Pegunungan): di pegunungan tinggi dengan karakteristik mirip tundra atau es (Pegunungan Himalaya, Andes).

Sistem Klasifikasi: Iklim Schmidt-Ferguson

Iklim Schmidt-Ferguson dikembangkan oleh J. Schmidt dan C. Ferguson berdasarkan perbandingan jumlah bulan kering dan bulan basah dalam satu tahun. Bulan basah memiliki curah hujan lebih dari 100 mm, sedangkan bulan kering kurang dari 60 mm.

Rumus Perhitungan Nilai Q

Q = (Md : Mw) × 100%, di mana Q adalah persentase perbandingan rata-rata bulan kering dan bulan basah, Md adalah rata-rata bulan kering (jumlah bulan kering dibagi jumlah tahun pengamatan), dan Mw adalah rata-rata bulan basah (jumlah bulan basah dibagi jumlah tahun pengamatan).

Klasifikasi Iklim Berdasarkan Nilai Q

Tabel Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson

Tipe IklimNilai QKeterangan
A0 – 14,3Sangat Basah
B14,3 – 33,3Basah
C33,3 – 60,0Agak Basah
D60,0 – 100,0Sedang
E100,0 – 167,0Agak Kering
F167,0 – 300,0Kering
G300,0 – 700,0Sangat Kering
H> 700,0Ekstrem Kering
  • Tipe A: iklim sangat basah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun (contoh: hutan hujan tropis).
  • Tipe B: iklim basah dengan musim kemarau singkat (contoh: daerah tropis dengan hujan musiman).
  • Tipe C: iklim agak basah dengan variasi musim yang cukup seimbang.
  • Tipe D: iklim sedang dengan musim kemarau dan hujan yang relatif seimbang.
  • Tipe E: iklim agak kering dengan musim kemarau yang lebih panjang.
  • Tipe F: iklim kering dengan jumlah bulan basah yang sangat sedikit.
  • Tipe G: iklim sangat kering seperti daerah stepa dan semi-gurun.
  • Tipe H: iklim ekstrem kering seperti gurun pasir dengan hampir tidak ada curah hujan.

Grafik Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson

Grafik hubungan jumlah bulan basah (sumbu X) dan bulan kering (sumbu Y) digunakan untuk menentukan tipe iklim melalui nilai Q. Semakin banyak bulan basah, semakin rendah nilai Q (iklim lebih basah, Tipe A atau B); semakin banyak bulan kering, semakin tinggi nilai Q (iklim lebih kering, Tipe F, G, atau H). Transisi warna dari biru ke merah menunjukkan perubahan dari iklim sangat basah ke iklim ekstrem kering.

Sistem Klasifikasi: Iklim Oldeman

Klasifikasi iklim menurut Oldeman didasarkan pada zona agroklimat, yaitu hubungan antara iklim dan pertanian. Sistem ini dikembangkan L.R. Oldeman untuk menentukan pola tanam optimal berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering.

Tabel Tipe Utama Zona Agroklimat Oldeman

Tipe UtamaBulan Basah Berturut-turutKeterangan
A> 9Sangat basah, cocok untuk pertanian sepanjang tahun
B7 – 9 BulanBasah, mendukung tanaman pangan dan perkebunan
C5 – 6 BulanCukup basah, cocok untuk tanaman yang tahan kemarau pendek
D3 – 4 BulanAgak kering, hanya cocok untuk pertanian dengan sistem irigasi
E< 3 BulanSangat kering, cocok untuk peternakan dan tanaman tahan kekeringan

Tabel Subdivisi Zona Agroklimat Oldeman

SubdivisiBulan Kering Berturut-turutKeterangan
10 – 1 BulanCurah hujan hampir merata sepanjang tahun
22 – 3 BulanMemiliki musim kemarau yang singkat
34 – 6 BulanMemiliki musim kemarau sedang, cocok untuk tanaman kering
4> 6 BulanMusim kemarau panjang, membutuhkan irigasi atau tanaman tahan kering

Tabel Klasifikasi Iklim Oldeman

TipeKeterangan
A1Zona pertanian sangat basah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun
A2Zona pertanian basah dengan musim kemarau sangat pendek
B1Zona pertanian cukup basah dengan musim kemarau singkat
B2Zona pertanian sedang dengan musim kemarau agak panjang
C1Zona pertanian kering dengan musim kemarau yang lebih lama
C2Zona pertanian semi-kering dengan curah hujan terbatas
C3Zona pertanian marginal dengan curah hujan rendah
C4Zona pertanian yang hampir kering dengan curah hujan sangat terbatas
D1Zona pertanian kritis dengan curah hujan minim
D2Zona pertanian sangat kritis dengan musim kemarau panjang
D3Zona pertanian hampir tidak layak untuk pertanian karena sangat kering
D4Zona pertanian ekstrem kering, lebih cocok untuk peternakan ekstensif
EZona tidak cocok untuk pertanian karena curah hujan sangat sedikit

Sistem Klasifikasi: Iklim Junghuhn

Klasifikasi Iklim Junghuhn – geografi.org
Klasifikasi Iklim Junghuhn – geografi.org

Klasifikasi iklim Junghuhn dikembangkan oleh Franz Wilhelm Junghuhn, ahli botani dan geografi asal Jerman, berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut (mdpl) dan hubungannya dengan suhu serta jenis vegetasi.

Tabel Klasifikasi Junghuhn

Zona IklimKetinggian (mdpl)Suhu Rata-RataVegetasi DominanContoh Wilayah
Daerah Panas0 – 600> 22°CKelapa, tebu, padi, pisangDataran rendah pantai, Sumatera, Jawa, Kalimantan
Daerah Sedang600 – 1.50017 – 22°CKopi, cengkeh, tembakau, tehPegunungan menengah, Bandung, Malang
Daerah Dingin1.500 – 2.50011 – 17°CPinus, kina, sayuranPegunungan tinggi, Dieng, Bromo
Daerah Sangat Dingin2.500 – 3.5006 – 11°CLumut, perdu pegununganGunung Semeru, Rinjani, Puncak Jayawijaya
Daerah Salju> 3.500< 6°CTidak ada vegetasi, es abadiPuncak Jayawijaya (Papua)
Kota dengan Iklim Paling Ekstrem di Dunia
Contoh soal

Soal. Wilayah yang memiliki curah hujan tinggi sepanjang tahun dengan suhu rata-rata di atas 25°C masuk dalam kategori iklim Köppen…

Jawaban. Af (Tropis Hutan Hujan). Iklim Af memiliki curah hujan di atas 2000 mm/tahun dengan kelembapan tinggi dan suhu stabil sepanjang tahun.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →