Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan nasional yang merepresentasikan filosofi persatuan dalam keberagaman, berakar dari peradaban besar Nusantara.
Akar Historis dalam Kerajaan Majapahit
Pada masa kejayaan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada, keragaman etnis dan agama yang luas mendorong Mpu Tantular menuliskan gagasan Bhinneka Tunggal Ika dalam Kitab Sutasoma, menjembatani perbedaan keyakinan Hindu-Siwa dan Buddha.
Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa — "Berbeda-beda tetapi tetap satu, tidak ada kebenaran yang mendua."
Transformasi dalam Konteks Kenegaraan
Menjelang kemerdekaan 1945, para pendiri bangsa menyadari Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku dan 700 bahasa daerah, sehingga membutuhkan filosofi pemersatu. Bhinneka Tunggal Ika secara resmi digunakan sebagai semboyan negara sejak Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tahun 1950 dan diabadikan pada pita yang dicengkeram kaki burung Garuda.
Makna Filosofis dan Kekinian
Secara etimologis, bhinneka berarti beragam, tunggal berarti satu, dan ika berarti itu — sehingga secara harfiah bermakna "berbeda-beda tetapi tetap satu jua." Kini maknanya meluas ke kebijakan yang inklusif, pendidikan yang menanamkan toleransi sejak dini, serta keberagaman sebagai modal ekonomi lewat pariwisata dan industri kreatif — meski era digital memunculkan tantangan baru berupa polarisasi dan hoaks yang mengancam persatuan.
Bhinneka Tunggal Ika dalam Lambang Negara Garuda Pancasila
Sultan Hamid II merancang lambang negara yang disempurnakan Sukarno dan diresmikan pada 11 Februari 1950. Burung Garuda melambangkan kekuatan dan kedaulatan bangsa, perisai di dadanya memuat lima simbol sila Pancasila, dan pita putih di kakinya bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
- Bintang emas — sila Ketuhanan Yang Maha Esa.
- Rantai emas — sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
- Pohon beringin — sila Persatuan Indonesia.
- Kepala banteng — sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan.
- Padi dan kapas — sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dari mana asal-usul semboyan Bhinneka Tunggal Ika?
Semboyan ini berasal dari Kitab Sutasoma karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit, yang menegaskan bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi persatuan dalam mencapai kebaikan bersama.
Kegiatan Kelompok: Menelusuri Makna Bhinneka Tunggal Ika
Tujuan. Memahami asal-usul dan relevansi Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan modern.
Langkah.
- Bentuk kelompok kecil dan telusuri sejarah Bhinneka Tunggal Ika dari Kitab Sutasoma hingga penetapannya sebagai semboyan negara.
- Diskusikan penerapan Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar.
- Setiap anggota menulis refleksi pribadi tentang makna Bhinneka Tunggal Ika bagi dirinya.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp