Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 10Bab 3

Konsep Identitas Diri

Sosiologi SMA Kelas 10 · Bab 3: Konsep Identitas Individu, Tindakan dan Hubungan Sosial

Esensi Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Manusia memiliki dua dimensi utama: sebagai individu dengan kepribadian dan bakat unik, dan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. Aristoteles menyebut manusia sebagai "zoon politikon" — makhluk yang selalu hidup dalam komunitas — sementara Ibnu Khaldun menekankan konsep 'asabiyyah (solidaritas sosial) sebagai dasar terbentuknya kelompok dan masyarakat. Identitas seseorang terbentuk lewat interaksi sosial yang dipengaruhi keluarga, pendidikan, budaya, dan pengalaman hidup; meski manusia bebas memilih, kebebasan itu tetap dibatasi norma sosial. Kesadaran diri memungkinkan manusia mengevaluasi tindakan dan konsekuensinya, sehingga identitas individu tidak terbentuk terpisah dari lingkungan sosial melainkan dibentuk oleh interaksi dengannya.

Gambar: Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial

Kepribadian

Richard Jenkins (1996) mendefinisikan identitas sebagai kesadaran seseorang terhadap dirinya, yang terbentuk lewat interaksi sosial dan dapat berkembang seiring waktu. Anthony Giddens (2009) membagi identitas menjadi identitas primer (terbentuk sejak lahir lewat keluarga — nama, jenis kelamin, suku, agama — dan sulit diubah) dan identitas sekunder (berkembang dari interaksi lebih luas seperti sekolah dan pekerjaan, lebih fleksibel dan dapat berubah). Identitas diri juga berkaitan dengan status sosial (posisi dalam struktur sosial, bisa diperoleh sejak lahir atau lewat usaha) dan peran sosial (bagaimana seseorang bertindak sesuai statusnya, yang bisa menimbulkan konflik peran jika bertentangan). Proses sosialisasi oleh keluarga, sekolah, media, dan teman sebaya membantu individu memahami cara bertindak dan membentuk identitasnya, yang kini juga dipengaruhi teknologi dan media sosial — menuntut keseimbangan antara identitas online dan dunia nyata.

Tanya jawab

Jelaskan perbedaan antara identitas primer dan identitas sekunder beserta contohnya!
Identitas primer diperoleh sejak lahir dan sulit diubah, seperti jenis kelamin, etnis, dan kewarganegaraan — misalnya lahir sebagai suku Jawa. Identitas sekunder terbentuk lewat pengalaman hidup dan dapat berubah, seperti pekerjaan, status sosial, dan afiliasi politik — misalnya menjadi dokter atau bergabung dalam organisasi tertentu.

Kasus Anak Serigala di India

Pada 1920, dua anak perempuan, Amala dan Kamala, ditemukan di sebuah gua bersama sekawanan serigala di Midnapore, India, diyakini dibesarkan serigala sejak kecil — berjalan dengan tangan dan kaki, tidak berbicara, dan takut pada manusia. Kasus ini menjadi bukti kuat bahwa identitas individu tidak hanya dipengaruhi faktor biologis, tetapi sangat ditentukan oleh lingkungan tempat mereka tumbuh.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1

Tujuan. Mendorong siswa untuk memahami pembentukan identitas diri sebagai makhluk individu dan sosial melalui refleksi diri dan pengamatan terhadap lingkungan sosial.

Langkah.

  1. Bentuk tim terdiri dari 4–5 orang.
  2. Setiap kelompok memilih satu tokoh (boleh tokoh nyata, fiktif, atau publik) yang dikenal siswa.
  3. Kelompok diminta menganalisis identitas tokoh tersebut berdasarkan aspek individu dan sosial, menggunakan format tabel berikut:

  4. Setelah mengisi tabel, kelompok diminta untuk menyampaikan hasil diskusi secara lisan di depan kelas.
  5. Guru dan kelompok lain memberikan tanggapan atas pemahaman dan argumentasi yang disampaikan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →