Sistem pencernaan manusia mengolah makanan sehingga zat gizi di dalamnya dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh. Prosesnya melibatkan organ-organ yang bekerja secara mekanis dan kimiawi untuk menghancurkan makanan menjadi molekul yang lebih kecil.
Tahapan Pencernaan
- Ingesti: makanan dikunyah gigi dan bercampur air liur yang mengandung enzim amilase; lidah membentuk bolus sebelum ditelan.
- Propulsi: makanan masuk ke faring lalu kerongkongan dan didorong ke lambung melalui gerakan peristaltik.
- Pencernaan di lambung: asam lambung (HCl) dan enzim pepsin memecah protein, sementara kontraksi otot mengubah makanan menjadi kimus.
- Pencernaan di usus halus: kimus dicerna enzim pankreas (amilase, lipase, tripsin, peptidase) dan empedu dari hati.
- Absorpsi: vili dan mikrovili menyerap glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral ke pembuluh darah, sedangkan asam lemak dan gliserol masuk ke pembuluh limfa.
- Pencernaan di usus besar dan eliminasi: air dan elektrolit diserap, bakteri usus memfermentasi sisa makanan dan menghasilkan vitamin K dan B12, lalu feses dikeluarkan melalui anus.
Mulut
Bibir membantu memasukkan makanan ke dalam mulut, menahan makanan agar tidak keluar saat dikunyah, serta membantu proses penghisapan dan pengecapan.
Gigi menghancurkan makanan menjadi potongan kecil. Gigi manusia terdiri dari empat jenis: gigi seri (insisivus) berjumlah 8 untuk memotong makanan, gigi taring (kaninus) berjumlah 4 untuk merobek, gigi premolar berjumlah 8 untuk menggiling, dan gigi molar (geraham) berjumlah 12 termasuk gigi bungsu untuk menghaluskan makanan.
Struktur gigi terdiri dari email gigi (lapisan terluar yang keras), dentin (lapisan di bawah email), dan pulpa (bagian terdalam berisi saraf dan pembuluh darah).
Lidah mengatur posisi makanan, mencampurnya dengan air liur, serta mendorong makanan menuju faring saat menelan. Papila lidah mengandung reseptor pengecap untuk rasa manis (ujung lidah), asin (sisi depan), asam (sisi tengah), dan pahit (bagian belakang).
Kelenjar saliva menghasilkan air liur yang mengandung enzim amilase (ptialin) untuk memecah karbohidrat, melumasi makanan, dan mengandung zat antibakteri. Terdapat tiga pasang kelenjar saliva: parotis (dekat telinga, kaya amilase), submandibular (di bawah rahang bawah), dan sublingual (di bawah lidah).
Faring dan Kerongkongan
Faring adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan rongga mulut dan hidung dengan kerongkongan serta laring. Faring terdiri dari nasofaring, orofaring, dan laringofaring. Saat menelan, epiglotis menutup laring agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan. Gangguan pada faring seperti faringitis menyebabkan nyeri saat menelan.
Kerongkongan (esofagus) adalah saluran berotot sepanjang sekitar 25 cm yang mengantarkan makanan dari faring ke lambung melalui gerakan peristaltik. Pada ujung bawahnya terdapat sfingter esofagus bawah (LES) yang mencegah asam lambung naik. Jika sfingter melemah dapat terjadi GERD, sedangkan gangguan saraf atau penyempitan esofagus menyebabkan disfagia.
Keadaan Lidah dan Indra Pengecap
Tujuan. Mengamati bagian lidah yang paling sensitif terhadap rasa manis, asin, asam, dan pahit.
Langkah.
- Siapkan cermin dan larutan uji rasa (manis, asin, asam, pahit).
- Teteskan setiap larutan pada bagian lidah yang berbeda secara bergantian.
- Amati bagian lidah yang paling sensitif terhadap masing-masing rasa.
- Catat hasil pengamatan ke dalam tabel.
| Jenis Rasa | Bagian Lidah yang Paling Sensitif | Keterangan Lain |
|---|---|---|
| Manis | ||
| Asin | ||
| Asam | ||
| Pahit |
Lambung (Ventrikulus)
Lambung terletak di bagian kiri atas rongga perut di bawah diafragma. Bagian-bagiannya meliputi kardia (pintu masuk makanan), fundus (penyimpanan gas dan sebagian makanan), korpus (tempat sebagian besar pencernaan), antrum (mengaduk makanan), dan pilorus (pintu keluar menuju duodenum). Dindingnya terdiri dari lapisan mukosa, submukosa, otot lambung, dan serosa.
Pencernaan mekanik di lambung terjadi melalui gerakan peristaltik yang mengaduk makanan menjadi kimus. Pencernaan kimiawi melibatkan asam lambung (HCl) yang membunuh bakteri dan mengaktifkan enzim, pepsin yang menguraikan protein menjadi peptida, lipase lambung yang memecah lemak, serta renin pada bayi yang mencerna protein susu. Lambung juga menghasilkan faktor intrinsik untuk penyerapan vitamin B12.
Pankreas, Hati, dan Empedu
Pankreas menghasilkan enzim pencernaan yang dialirkan ke usus halus:
- Amilase pankreas: memecah karbohidrat kompleks menjadi maltosa dan glukosa.
- Lipase pankreas: memecah trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.
- Tripsin dan kimotripsin: memecah protein menjadi peptida yang lebih kecil.
- Karboksipeptidase: menguraikan peptida menjadi asam amino.
- Nuklease (DNAse dan RNAse): memecah asam nukleat menjadi nukleotida.
- Bikarbonat: menetralkan asam lambung agar enzim pankreas bekerja optimal.
Hati adalah organ terbesar dalam tubuh dengan fungsi memproduksi empedu, mengatur metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, mendetoksifikasi zat beracun, memproduksi protein plasma seperti albumin, menyimpan vitamin A, D, E, K serta zat besi dan tembaga, dan menghancurkan sel darah merah tua menjadi bilirubin.
Empedu adalah cairan hijau kekuningan yang diproduksi hati dan disimpan dalam kantung empedu. Fungsinya mengemulsi lemak agar mudah dicerna lipase pankreas, membantu penyerapan vitamin larut lemak, serta membuang bilirubin dan limbah metabolik. Gangguan pada empedu meliputi batu empedu (cholelithiasis) dan kolesistitis.
Usus Halus
Usus halus memiliki panjang sekitar 6-7 meter dengan permukaan yang diperbesar oleh lipatan, vili, dan mikrovili. Bagiannya terdiri dari duodenum (menerima makanan dari lambung), jejunum (tempat sebagian besar penyerapan), dan ileum (menyerap sisa zat gizi seperti vitamin B12 dan garam empedu).
| Makronutrien | Enzim | Substrat | Hasil Akhir |
|---|---|---|---|
| Karbohidrat | Amilase pankreas | Polisakarida (amilum) | Maltosa, dekstrin |
| Karbohidrat | Maltase, sukrase, laktase | Disakarida | Glukosa, fruktosa, galaktosa |
| Protein | Tripsin | Polipeptida | Peptida kecil |
| Protein | Peptidase, erepsin | Peptida | Asam amino |
| Lemak | Lipase pankreas | Trigliserida | Asam lemak, monogliserida |
| Lemak | Empedu (bukan enzim) | Lemak globular | Lemak teremulsi |
Penyerapan zat gizi terjadi melalui difusi pasif untuk molekul kecil, transportasi aktif untuk asam amino dan glukosa, difusi fasilitasi untuk fruktosa, serta endositosis untuk makromolekul seperti antibodi dari ASI. Zat gizi kemudian masuk ke pembuluh darah atau pembuluh limfa untuk didistribusikan ke seluruh tubuh.
Usus Besar (Kolon)
Usus besar sepanjang sekitar 1,5 meter berfungsi menyerap air dan elektrolit serta membentuk feses. Bagiannya terdiri dari sekum, kolon, dan rektum.
Sekum adalah bagian pertama usus besar yang menghubungkan usus halus dan usus besar melalui katup ileosekal. Pada sekum terdapat apendiks (usus buntu) yang mengandung jaringan limfoid dan berperan dalam imunitas; peradangannya disebut apendisitis.
Kolon terdiri dari kolon ascendens, kolon transversum, kolon descendens, dan kolon sigmoid. Fungsinya menyerap air dan mineral, menampung mikrobiota usus yang memfermentasi serat serta memproduksi vitamin K dan B12, dan membentuk feses. Penyerapan air berlebihan menyebabkan konstipasi, sedangkan penyerapan yang terlalu sedikit menyebabkan diare.
Rektum menyimpan feses sementara sebelum dikeluarkan melalui anus. Proses defekasi dikendalikan sfingter anus internal yang bekerja otomatis dan sfingter anus eksternal yang dapat dikendalikan secara sadar.
Soal. Seorang pasien mengalami gangguan pencernaan berupa diare setelah makan makanan berlemak, dan dokter menduga ada masalah pada empedu. Jelaskan fungsi utama empedu dan dampaknya jika produksi atau pelepasan empedu terganggu!
Jawaban. Jawaban: Empedu mengemulsi lemak agar mudah dicerna lipase pankreas.
Pembahasan. Garam empedu memecah lemak menjadi partikel kecil sehingga enzim lipase dapat bekerja. Jika produksi atau pelepasan empedu terganggu, lemak tidak tercerna dengan baik sehingga terjadi diare berlemak (steatorrhea), tubuh kesulitan menyerap vitamin larut lemak (A, D, E, K) sehingga berisiko defisiensi gizi, dan metabolisme lemak terganggu sehingga muncul kelelahan serta penurunan berat badan.
Enzim amilase dalam air liur mulai memecah karbohidrat sejak makanan dikunyah. Panjang usus halus bisa mencapai 6-7 meter, lebih panjang dari tinggi rata-rata manusia. Asam lambung cukup kuat untuk melarutkan logam, tetapi lambung tetap aman karena dilapisi lendir mukosa yang melindungi dindingnya.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp