Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat akumulasi lemak berlebih dalam tubuh. Penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi, ditambah faktor genetik, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan gaya hidup modern.
Kategori Obesitas
- Overweight (kelebihan berat badan): IMT 25,0 - 27,0 kg/m2.
- Obesitas kelas I: IMT 27,1 - 30,0 kg/m2.
- Obesitas kelas II: IMT 30,1 - 40,0 kg/m2.
- Obesitas kelas III (obesitas morbid): IMT lebih dari 40,0 kg/m2.
Penyebab Terjadinya Obesitas
- Konsumsi makanan berlebih, terutama makanan tinggi kalori, gula, lemak, serta makanan olahan dan junk food.
- Kurangnya aktivitas fisik akibat gaya hidup sedentari.
- Faktor genetik dan hormon seperti resistensi insulin atau hipotiroidisme.
- Pola tidur yang buruk yang meningkatkan hormon ghrelin dan menurunkan leptin.
- Faktor psikologis dan lingkungan seperti stres, makan emosional, dan pola makan keluarga yang tidak sehat.
Usaha Mencegah Obesitas pada Anak Usia Sekolah
- Menerapkan pola makan sehat sesuai pedoman Isi Piringku serta mengurangi makanan cepat saji dan minuman manis.
- Meningkatkan aktivitas fisik minimal 60 menit per hari dan membatasi screen time kurang dari 2 jam sehari.
- Membatasi konsumsi gula dan makanan olahan, menggantinya dengan buah, yogurt rendah lemak, atau kacang-kacangan.
- Membiasakan pola tidur teratur 8-10 jam per malam.
- Memberikan edukasi tentang pola hidup sehat dan melibatkan seluruh keluarga.
Soal. Siti ingin menyusun menu makan siang untuk anaknya yang berusia 10 tahun berdasarkan pedoman "Isi Piringku". Susunlah menu tersebut dan jelaskan dua kebiasaan makan buruk yang meningkatkan risiko obesitas pada anak!
Jawaban. Jawaban: Menu seimbang terdiri dari setengah piring sayur dan buah, seperempat makanan pokok, dan seperempat lauk pauk.
Pembahasan. Contoh menu: tumis bayam dan potongan semangka (sayur dan buah), nasi merah (makanan pokok), ikan panggang serta tahu (lauk pauk), dengan air putih atau susu rendah lemak. Dua kebiasaan buruk yang meningkatkan risiko obesitas adalah makan sambil menonton TV atau bermain gadget sehingga anak kurang fokus pada rasa kenyang, serta sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak seperti permen, minuman bersoda, dan fast food.
Otak butuh waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal kenyang, sehingga mengunyah perlahan membantu mengontrol porsi makan. Orang yang tidur kurang dari 6 jam per malam juga lebih rentan mengalami kenaikan berat badan karena peningkatan hormon lapar (ghrelin) dan penurunan hormon kenyang (leptin).
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp