Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 6

Teknologi Bidang Medis pada Sistem Ekskresi

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 6: Sistem Ekskresi

Ketika organ ekskresi seperti ginjal atau kulit mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki tubuh sendiri, teknologi medis diperlukan untuk menggantikan atau memperbaiki fungsinya.

Hemodialisis (Cuci Darah)

Hemodialisis menggantikan fungsi ginjal yang gagal menyaring darah. Darah dialirkan keluar tubuh, disaring melalui mesin dialisis, lalu dikembalikan ke dalam tubuh. Prosedur ini memperpanjang hidup pasien tetapi bukan pengobatan yang menyembuhkan gagal ginjal.

Indikasinya meliputi gagal ginjal kronis, gagal ginjal akut, keracunan zat berbahaya, ketidakseimbangan elektrolit berat, serta overhidrasi atau edema paru. Prinsip kerjanya menggunakan difusi (perpindahan zat terlarut berdasarkan perbedaan konsentrasi), osmosis (perpindahan air), dan ultrafiltrasi (tekanan negatif menarik kelebihan cairan).

Akses vaskular yang digunakan berupa fistula arteriovenosa (AV fistula) yang paling tahan lama dan berisiko infeksi paling rendah, graft arteriovenosa (AV graft) dengan tabung sintetis, atau kateter dialisis sebagai akses sementara. Hemodialisis biasanya dilakukan 2-3 kali seminggu dengan durasi 4-5 jam per sesi.

Efek sampingnya meliputi tekanan darah rendah, kram otot, mual dan muntah, serta kelelahan. Risiko jangka panjangnya berupa infeksi akses vaskular, trombosis pada AV fistula, gangguan keseimbangan elektrolit, dan osteodistrofi renal.

Transplantasi Ginjal

Transplantasi Ginjal - tamc.co.il
Transplantasi Ginjal - tamc.co.il

Transplantasi ginjal mengganti ginjal yang rusak dengan ginjal sehat dari donor hidup maupun donor yang telah meninggal, dan merupakan satu-satunya cara memulihkan fungsi ginjal sepenuhnya pada gagal ginjal stadium akhir. Tahapannya meliputi seleksi donor dengan kecocokan jaringan, operasi pencangkokan di area perut bagian bawah, serta pemberian obat imunosupresan seumur hidup. Risikonya berupa infeksi, efek samping obat imunosupresan, dan kemungkinan penolakan organ.

ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)

ESWL adalah prosedur non-invasif yang menghancurkan batu ginjal menggunakan gelombang kejut. Pasien berbaring di meja khusus, dokter mengarahkan gelombang kejut menggunakan mesin lithotripter hingga batu hancur menjadi fragmen kecil yang dapat keluar melalui urine, lalu pasien dianjurkan banyak minum air putih. Efek samping yang mungkin muncul adalah nyeri pinggang, hematuria, atau gangguan ginjal sementara.

Skin Grafting (Cangkok Kulit)

Skin grafting mentransplantasikan kulit sehat ke area kulit yang rusak akibat luka bakar parah, penyakit kulit kronis, atau setelah operasi pengangkatan tumor. Sumber kulitnya dapat berupa autograft (dari tubuh pasien sendiri), allograft (dari donor manusia), atau xenograft (dari hewan, biasanya babi). Tahapannya meliputi pengambilan kulit sehat, penempelan ke area rusak, dan perawatan pasca operasi agar tidak terjadi penolakan.

Contoh soal

Soal. Prosedur medis yang digunakan untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah disebut ...

  1. Transplantasi ginjal
  2. Hemodialisis
  3. Skin grafting
  4. ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
  5. Dialisis peritoneal

Jawaban. Jawaban Benar: B. Hemodialisis

Pembahasan. Hemodialisis menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah pada penderita gagal ginjal kronis atau akut dengan mengalirkan darah ke mesin dialisis. Transplantasi ginjal mengganti ginjal rusak dengan ginjal donor, skin grafting adalah pencangkokan kulit, ESWL menghancurkan batu ginjal dengan gelombang kejut, dan dialisis peritoneal menggunakan peritoneum sebagai filter alami tanpa mesin.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →