Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 7

Sistem Saraf Manusia

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 7: Sistem Koordinasi

Sistem saraf mengoordinasikan berbagai aktivitas tubuh, baik yang disadari maupun tidak. Sistem ini menerima, mengolah, dan mengirimkan informasi melalui sinyal listrik dan kimia yang disebut impuls saraf. Sistem saraf terdiri dari sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) sebagai pusat kontrol, serta sistem saraf tepi sebagai penghubung dengan organ dan jaringan lainnya.

Neuron: Unit Dasar Sistem Saraf

Struktur Sel Saraf Neuron - Wikipedia.org
Struktur Sel Saraf Neuron - Wikipedia.org

Dendrit

Dendrit adalah percabangan pendek yang menjulur dari badan sel dan berbentuk seperti cabang pohon. Dendrit mengandung reseptor khusus untuk menangkap neurotransmitter, menerima impuls dari neuron lain atau reseptor sensorik, menghantarkan sinyal listrik ke badan sel, serta memperkuat koneksi saraf melalui pembelajaran dan pengalaman sehingga mendukung plastisitas otak.

Badan Sel

Badan sel (soma) mengandung inti sel, mitokondria, ribosom, dan retikulum endoplasma kasar (badan Nissl). Badan sel mengontrol aktivitas neuron melalui ekspresi gen, memproses sinyal listrik dari dendrit, menghasilkan neurotransmitter, serta menjaga metabolisme dan pertumbuhan neuron. Jika sinyal yang diterima mencapai ambang batas eksitasi, badan sel meneruskannya ke akson dalam bentuk potensial aksi.

Akson

Akson adalah serabut panjang yang membawa impuls dari badan sel ke neuron lain, otot, atau kelenjar. Akson sering dilapisi mielin yang mempercepat transmisi sinyal melalui konduksi saltatori, yaitu lompatan impuls antar nodus Ranvier. Ujung akson bercabang menjadi terminal akson yang berisi vesikel neurotransmitter.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi menjadi tiga jenis:

  • Neuron sensorik: menerima rangsangan dari lingkungan luar maupun dalam tubuh dan mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat.
  • Neuron motorik: mengirimkan perintah dari otak atau sumsum tulang belakang ke otot atau kelenjar.
  • Interneuron (neuron asosiasi): menghubungkan neuron sensorik dan motorik di sistem saraf pusat, memungkinkan proses berpikir dan refleks kompleks.
Tipe Neuron Berdasarkan Fungsi - Openstax.com
Tipe Neuron Berdasarkan Fungsi - Openstax.com

Berdasarkan strukturnya, neuron dibagi menjadi neuron unipolar (satu jalur utama, umum pada reseptor sentuhan), bipolar (satu dendrit dan satu akson, terdapat pada retina dan epitel penciuman), multipolar (banyak dendrit dan satu akson panjang, paling umum di otak), serta pseudounipolar (cabang terbelah dua, banyak pada jalur sensorik nyeri dan suhu).

Sel Neuroglia

  • Astrosit: sel glia terbesar berbentuk bintang yang menyediakan nutrisi bagi neuron, menjaga keseimbangan ion, dan membentuk sawar darah-otak.
  • Oligodendrosit: membentuk mielin pada neuron di sistem saraf pusat; kerusakannya seperti pada multiple sclerosis memperlambat impuls saraf.
  • Sel Schwann: membentuk selubung mielin di sistem saraf tepi dan membantu regenerasi saraf yang rusak.
  • Mikroglia: berfungsi sebagai sistem imun sistem saraf pusat, membersihkan sisa sel mati, bakteri, dan zat beracun.
  • Sel ependim: melapisi rongga otak dan sumsum tulang belakang serta membantu produksi dan sirkulasi cairan serebrospinal.

Sinapsis: Titik Komunikasi Antar Neuron

Sinapsis adalah celah kecil antara ujung akson satu neuron dengan dendrit atau badan sel neuron lain. Impuls listrik diubah menjadi sinyal kimia melalui pelepasan neurotransmitter. Setelah sinyal ditransmisikan, neurotransmitter dihancurkan enzim atau diserap kembali oleh sel pengirim.

  • Asetilkolin (ACh): berperan dalam kontraksi otot dan fungsi kognitif.
  • Dopamin: mengatur perasaan senang, motivasi, dan koordinasi gerakan.
  • Serotonin: memengaruhi suasana hati, tidur, dan nafsu makan.
  • GABA: bersifat inhibitoris, menenangkan tubuh dan mengurangi kecemasan.
  • Glutamat: neurotransmitter utama dalam pembelajaran dan daya ingat.

Mekanisme Penghantaran Impuls

Potensial Istirahat

Dalam kondisi istirahat, bagian dalam sel bermuatan negatif karena tingginya ion kalium dan protein bermuatan negatif, sedangkan bagian luar bermuatan positif karena tingginya ion natrium dan klorida. Polaritas ini dipertahankan oleh pompa natrium-kalium yang memompa 3 ion Na+ keluar dan 2 ion K+ masuk, menjaga potensial istirahat sekitar -70 mV.

Potensial Aksi

  • Depolarisasi: rangsangan mencapai ambang batas -55 mV, saluran Na+ terbuka sehingga muatan dalam sel berubah menjadi positif (+40 mV).
  • Repolarisasi: saluran Na+ tertutup dan saluran K+ terbuka sehingga muatan dalam sel kembali negatif.
  • Fase pemulihan (refractory period): pompa natrium-kalium aktif kembali dan potensial membran kembali ke -70 mV.

Transmisi Sinaptik

  1. Impuls tiba di terminal akson dan memicu pelepasan neurotransmitter dari vesikel sinaptik.
  2. Neurotransmitter dilepaskan ke celah sinapsis dan berikatan dengan reseptor pada neuron penerima.
  3. Neurotransmitter eksitatoris merangsang impuls baru, sedangkan yang inhibitoris menghambat aktivitas neuron penerima.
  4. Setelah sinyal tersampaikan, neurotransmitter dihancurkan enzim atau diserap kembali oleh neuron pengirim.

Gerak Sadar dan Gerak Refleks

Gerak sadar dikendalikan otak secara sengaja seperti berjalan, berbicara, atau menulis, dan impulsnya melewati pemrosesan di otak sebelum sampai ke otot. Gerak refleks terjadi otomatis tanpa melibatkan otak: impuls hanya sampai ke sumsum tulang belakang yang langsung memerintahkan otot bergerak, misalnya saat menarik tangan dari benda panas.

Sistem Saraf Pusat

Area Fungsional Serebrum - byjus.com
Area Fungsional Serebrum - byjus.com

Serebrum (Otak Besar)

Serebrum terdiri dari dua hemisfer yang dihubungkan corpus callosum. Lapisan luarnya, korteks serebral, berlipat-lipat untuk meningkatkan jumlah neuron. Setiap hemisfer memiliki empat lobus:

  • Lobus frontalis: mengendalikan perencanaan, pengambilan keputusan, gerakan sadar, dan kepribadian.
  • Lobus parietalis: memproses persepsi sensorik seperti sentuhan, suhu, dan tekanan.
  • Lobus temporalis: memproses suara, bahasa, dan memori.
  • Lobus oksipitalis: mengatur fungsi penglihatan.

Area fungsional korteks meliputi area motor primer di girus precentralis yang mengontrol gerakan sadar, area sensorik korteks di girus postcentralis yang memproses rangsangan sentuhan dan suhu, serta area asosiasi yang mencakup premotor cortex, area asosiasi sensorik, area Broca untuk produksi bahasa, dan area Wernicke untuk pemahaman bahasa.

Nukleus basal (striatum, globus pallidus, substantia nigra, dan nukleus subthalamikus) mengatur gerakan, pembelajaran motorik, emosi, dan fungsi kognitif. Gangguannya menyebabkan penyakit Parkinson atau Huntington.

Diensefalon dan Sistem Limbik

  • Talamus: pusat relay sensorik yang meneruskan informasi dari pancaindra ke korteks serebral.
  • Hipotalamus: mengatur suhu tubuh, rasa lapar, keseimbangan cairan, siklus tidur, dan mengontrol kelenjar hipofisis.
  • Epitalamus: mengandung kelenjar pineal yang mengatur siklus tidur dan ritme sirkadian melalui melatonin.
  • Sistem limbik: amygdala mengontrol respons emosional seperti ketakutan, sedangkan hippocampus membentuk dan menyimpan memori jangka panjang.

Batang Otak dan Serebelum

  • Mesensefalon (otak tengah): mengontrol gerakan mata, refleks visual dan pendengaran, serta menjadi jalur impuls antara otak besar dan bagian bawah otak.
  • Pons varolli: menghubungkan otak besar, otak kecil, dan medulla oblongata serta membantu mengatur ritme pernapasan.
  • Serebelum (otak kecil): mengoordinasikan gerakan, keseimbangan, dan postur; kerusakannya menyebabkan ataksia.
  • Medulla oblongata: mengatur detak jantung, tekanan darah, pernapasan, serta refleks menelan, bersin, dan muntah.
  • Formasi retikuler: mengatur kesadaran, siklus tidur, dan gerakan otot otomatis seperti postur tubuh.

Medula Spinalis

Substansi abu-abu di bagian dalam medula spinalis berbentuk seperti huruf H dan berisi badan sel neuron: tanduk dorsal menerima impuls sensorik, tanduk ventral mengontrol gerakan otot, dan tanduk lateral mengatur organ dalam melalui sistem saraf otonom. Substansi putih di bagian luar berisi akson bermielin yang membentuk jalur sensorik (ascending tract) dan jalur motorik (descending tract).

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ, otot, kulit, dan kelenjar. Sistem ini terdiri dari saraf kranial dan saraf spinal, serta terbagi menjadi sistem saraf somatik (gerakan sadar) dan sistem saraf otonom (fungsi tak disadari).

Nama Saraf KranialJenisFungsi
OlfaktoriusSensorikMenghantarkan impuls penciuman dari hidung ke otak
OptikusSensorikMenghantarkan impuls visual dari retina ke otak
OkulomotorMotorikMengontrol gerakan bola mata, ukuran pupil, dan refleks cahaya
TroklearisMotorikMengontrol otot mata untuk gerakan ke bawah dan ke samping
TrigeminalCampuranSensorik wajah dan kepala serta motorik untuk mengunyah
AbdusenMotorikMengontrol otot mata lateral
FasialisCampuranEkspresi wajah, produksi air liur, dan persepsi rasa di lidah
VestibulokoklearSensorikBerperan dalam keseimbangan dan pendengaran
GlosofaringealCampuranMenelan, sekresi air liur, dan pengecapan
VagusCampuranMengontrol jantung, paru-paru, dan saluran pencernaan
AksesoriusMotorikMengontrol gerakan kepala dan bahu
HipoglosusMotorikMengontrol gerakan lidah
Saraf SpinalJumlah PasangArea yang Dikendalikan
Servikal (leher)8 pasang (C1-C8)Leher, bahu, lengan, dan sebagian otot diafragma
Torakal (dada)12 pasang (T1-T12)Otot dada, punggung atas, dan organ dalam
Lumbal (pinggang)5 pasang (L1-L5)Pinggul, paha, dan kaki
Sakral (panggul)5 pasang (S1-S5)Bokong, kaki bagian bawah, dan organ panggul
Koksigeal1 pasang (Co1)Sensasi di sekitar tulang ekor

Saraf spinal memiliki akar dorsal (sensorik) yang membawa impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat dan akar ventral (motorik) yang menghantarkan impuls ke otot dan kelenjar. Saraf spinal juga berperan dalam respons refleks seperti refleks lutut.

Sistem Saraf Simpatik dan Parasimpatik

Sistem saraf simpatik berasal dari medula spinalis torakal dan lumbal (T1-L2) serta berperan dalam respons "fight or flight": meningkatkan denyut jantung, melebarkan pupil, mempercepat pernapasan, melepaskan glukosa dari hati, dan menghambat pencernaan. Neurotransmitternya asetilkolin dan norepinefrin, serta merangsang medula adrenal melepaskan adrenalin.

Sistem saraf parasimpatik berasal dari batang otak (saraf kranial III, VII, IX, X) dan medula spinalis sakral (S2-S4) serta berperan dalam respons "rest and digest": menurunkan denyut jantung, memperlambat pernapasan, mengecilkan pupil, meningkatkan aktivitas pencernaan, dan merangsang kontraksi kandung kemih. Neurotransmitter utamanya asetilkolin.

Gangguan pada Sistem Saraf

  • Meningitis: peradangan selaput otak akibat infeksi bakteri atau virus dengan gejala sakit kepala parah, leher kaku, dan demam tinggi.
  • Ensefalitis: infeksi pada jaringan otak yang menyebabkan peradangan dan kerusakan sel saraf.
  • Neuritis: peradangan saraf yang menimbulkan nyeri, kelemahan otot, dan kesemutan.
  • Rasa baal: hilangnya kemampuan merasakan rangsangan di area tertentu akibat gangguan saraf.
  • Epilepsi: kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak.
  • Alzheimer: gangguan degeneratif yang menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir.
  • Gegar otak: cedera otak akibat benturan keras yang mengganggu fungsi otak sementara.
Contoh soal

Soal. Seorang pasien kesulitan mengontrol gerakan tubuh, sering kehilangan keseimbangan, dan tidak dapat mengoordinasikan gerakan tangan dengan baik. Bagian otak yang paling mungkin mengalami kerusakan adalah ...

  1. Lobus frontal
  2. Hipotalamus
  3. Serebelum
  4. Medula oblongata
  5. Lobus oksipital

Jawaban. Jawaban Benar: C. Serebelum

Pembahasan. Serebelum bertanggung jawab atas keseimbangan, koordinasi gerak, dan presisi motorik, sehingga kerusakannya menimbulkan gangguan keseimbangan dan kesulitan mengontrol gerakan halus. Lobus frontal berperan dalam pengambilan keputusan, hipotalamus mengatur homeostasis, medula oblongata mengontrol fungsi vital, dan lobus oksipital memproses penglihatan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →