Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 8

Sistem Reproduksi Laki-laki

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 8: Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi laki-laki terdiri dari organ yang memproduksi, menyimpan, dan menyalurkan sel sperma serta hormon yang berperan dalam perkembangan karakteristik seksual sekunder.

Sistem Reproduksi Laki-Laki - Wikipedia.com
Sistem Reproduksi Laki-Laki - Wikipedia.com

Organ Reproduksi Laki-laki

Organ Eksternal

  • Skrotum: kantung kulit yang melindungi dan mengatur suhu testis melalui otot dartos, menjaga suhu 2-3 derajat Celsius lebih rendah dari suhu tubuh agar spermatogenesis optimal.
  • Penis: alat kopulasi dan saluran keluarnya sperma serta urine, tersusun dari korpus kavernosum, korpus spongiosum, dan glans penis yang sensitif terhadap rangsangan.

Organ Internal

  • Testis: tempat produksi sperma dan testosteron; di dalamnya terdapat tubulus seminiferus, sel Sertoli yang mendukung perkembangan sperma, dan sel Leydig yang memproduksi testosteron.
  • Epididimis: saluran di atas testis sebagai tempat pematangan sperma hingga memperoleh kemampuan bergerak.
  • Vas deferens: saluran panjang yang membawa sperma dari epididimis menuju uretra.
  • Kelenjar prostat: menghasilkan cairan basa yang menetralkan keasaman vagina dan meningkatkan motilitas sperma.
  • Kelenjar seminalis: menghasilkan cairan kaya fruktosa sebagai sumber energi sperma.
  • Kelenjar bulbouretralis (Cowper): menghasilkan cairan pelumas dan membersihkan uretra dari sisa urine.

Hormon Kelamin Laki-laki

  • Testosteron: hormon utama yang mengatur perkembangan organ reproduksi, ciri seksual sekunder, spermatogenesis, serta memengaruhi libido dan energi.
  • Dihidrotestosteron (DHT): bentuk aktif testosteron hasil konversi enzim 5-alpha-reduktase yang berperan dalam perkembangan prostat dan pertumbuhan rambut.
  • Androstenedione: prekursor testosteron dan estrogen yang menjaga keseimbangan hormon.
  • Inhibin: dihasilkan sel Sertoli untuk menghambat produksi FSH sehingga jumlah sperma tetap seimbang.
  • Protein pengikat androgen (ABP): mengikat testosteron di tubulus seminiferus agar konsentrasinya optimal.
  • FSH dari hipofisis: merangsang sel Sertoli mendukung spermatogenesis.
  • LH dari hipofisis: merangsang sel Leydig memproduksi testosteron.
  • GnRH dari hipotalamus: merangsang hipofisis melepaskan FSH dan LH secara berkala (pulsatile).

Gametogenesis pada Laki-laki (Spermatogenesis)

Spermatogenesis - Springernature.com
Spermatogenesis - Springernature.com
  1. Mitosis: spermatogonium diploid (2n) di dinding tubulus seminiferus membelah; sebagian tetap sebagai sel induk, sebagian berkembang menjadi spermatosit primer.
  2. Meiosis I: spermatosit primer menghasilkan dua spermatosit sekunder haploid (n) dengan 23 kromosom.
  3. Meiosis II: setiap spermatosit sekunder menghasilkan dua spermatid, sehingga satu spermatosit primer menghasilkan empat spermatid.
  4. Spermiogenesis: spermatid berubah menjadi spermatozoa dengan pembentukan kepala berisi akrosom, ekor (flagel), leher kaya mitokondria, serta pembuangan sitoplasma berlebih.
  5. Spermiasi: pelepasan spermatozoa matang dari sel Sertoli ke lumen tubulus seminiferus untuk dialirkan ke epididimis.
Struktur Sperma - biologydictionary.net
Struktur Sperma - biologydictionary.net
Kegiatan Praktikum 1

Pengamatan Model dan Simulasi Tahapan Spermatogenesis

Tujuan. Memahami proses sederhana pembentukan sperma pada laki-laki.

Bahan.

  • Gambar besar struktur testis dan tubulus seminiferus
  • Kartu tahapan spermatogenesis
  • Kertas manila dan spidol
  • Alat tulis

Langkah.

  1. Amati gambar struktur testis yang disediakan guru, terutama bagian tubulus seminiferus.
  2. Perhatikan tahapan pembentukan sperma yang ditunjukkan pada gambar.
  3. Diskusikan secara berkelompok tentang fungsi testis dan proses spermatogenesis.
  4. Susun kartu tahapan spermatogenesis sesuai urutan yang benar dan tempelkan pada kertas manila menjadi diagram alur.
  5. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas.

Pertanyaan.

  1. Apa fungsi utama tubulus seminiferus pada testis?
  2. Bagian sel sperma manakah yang membawa materi genetik?
  3. Mengapa testis berada di luar rongga tubuh? Jelaskan alasannya.
  4. Apa yang terjadi jika salah satu tahap spermatogenesis terganggu?
  5. Bagaimana cara sederhana menjaga kesehatan organ reproduksi laki-laki?
TahapanNama Sel yang TerbentukJumlah KromosomKeterangan
Contoh soal

Soal. Bagaimana pengaruh peningkatan kadar testosteron terhadap sistem reproduksi laki-laki pada fase spermatogenesis?

  1. Menurunkan produksi sperma secara langsung
  2. Meningkatkan aktivitas sel Sertoli untuk mendukung spermatogenesis
  3. Menghambat produksi sperma dengan menurunkan aktivitas sel Leydig
  4. Menurunkan kualitas sel sperma yang dihasilkan
  5. Mengurangi pengaruh hormon FSH terhadap testis

Jawaban. Jawaban Benar: B. Meningkatkan aktivitas sel Sertoli untuk mendukung spermatogenesis

Pembahasan. Testosteron yang diproduksi sel Leydig merangsang sel Sertoli untuk menyediakan nutrisi dan faktor pertumbuhan yang diperlukan sperma yang sedang berkembang. Peningkatan kadar testosteron mendukung spermatogenesis dan menjaga kualitas sperma, bukan menghambatnya.

Testis Berada di Luar Tubuh Bukan Tanpa Alasan

Spermatogenesis memerlukan suhu sedikit lebih rendah dari suhu tubuh normal, itulah sebabnya testis terletak di dalam skrotum di luar rongga tubuh. Sel Leydig tidak hanya menghasilkan testosteron, tetapi juga memengaruhi pembentukan ciri fisik laki-laki seperti otot dan rambut tubuh.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →