Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 11Bab 8

Sistem Reproduksi Perempuan

Biologi SMA Kelas 11 · Bab 8: Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi perempuan terdiri dari organ internal dan eksternal yang bekerja sama menghasilkan sel telur, mendukung pembuahan, serta mengatur kehamilan dan persalinan.

Sistem Reproduksi Perempuan - anatomytool.org
Sistem Reproduksi Perempuan - anatomytool.org

Organ Reproduksi Perempuan

Ovarium (Indung Telur)

Ovarium menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron. Lapisan kortikal berisi folikel yang masing-masing mengandung satu sel telur, sedangkan medula banyak mengandung pembuluh darah dan limfe. Ovarium bekerja dalam fase folikuler yang menghasilkan estrogen dan fase luteal ketika folikel kosong berubah menjadi korpus luteum penghasil progesteron.

Tuba Fallopi (Saluran Telur)

Tuba fallopi menangkap sel telur yang dilepaskan ovarium dan menjadi tempat fertilisasi. Bagiannya meliputi infundibulum berbentuk corong dengan fimbriae, ampula sebagai tempat pembuahan, dan isthmus yang menghubungkan ampula dengan uterus.

Uterus (Rahim)

Uterus berbentuk seperti pir dan menjadi tempat perkembangan embrio serta janin. Lapisannya terdiri dari endometrium yang menebal dan luruh sesuai siklus menstruasi, myometrium berupa otot tebal yang berkontraksi saat persalinan, serta perimetrium sebagai lapisan pelindung terluar.

Vagina dan Vulva

Vagina adalah saluran muskuler yang menghubungkan rahim dengan luar tubuh, berfungsi sebagai jalan keluar darah menstruasi, tempat hubungan seksual, dan jalan lahir. Vulva sebagai bagian luar terdiri dari labia mayor, labia minor, klitoris yang sensitif terhadap rangsangan, serta vestibulum yang memuat pembukaan uretra dan vagina.

Hormon Perempuan

Hormon-Hormon Perempuan - vegavero.com
Hormon-Hormon Perempuan - vegavero.com
  • Estrogen: diproduksi folikel ovarium, mengatur perkembangan karakteristik seksual sekunder, pematangan sel telur, penebalan endometrium, serta menjaga kesehatan tulang dan kulit.
  • Progesteron: diproduksi korpus luteum setelah ovulasi, mempersiapkan endometrium untuk implantasi dan menjaga kehamilan.
  • FSH: merangsang folikel di ovarium untuk berkembang dan menghasilkan estrogen.
  • LH: memicu ovulasi dan pembentukan korpus luteum.
  • GnRH: dari hipotalamus, mengatur pelepasan FSH dan LH oleh hipofisis.
  • hCG: diproduksi plasenta setelah pembuahan untuk mempertahankan korpus luteum; menjadi dasar tes kehamilan.
  • Prolaktin: merangsang produksi ASI setelah melahirkan.
  • Oksitosin: merangsang kontraksi rahim saat persalinan dan pengeluaran ASI saat menyusui.

Gametogenesis pada Perempuan (Oogenesis)

Perkembangan Folikel dalam Ovarium saat Oogenesis - Researchgate.net
Perkembangan Folikel dalam Ovarium saat Oogenesis - Researchgate.net
  1. Oogenesis pralahir: sel primordial berkembang menjadi oogonium diploid yang membelah secara mitosis, lalu menjadi oosit primer yang berhenti pada profase I. Saat lahir, ovarium mengandung sekitar satu hingga dua juta oosit primer.
  2. Oogenesis pascalahir: oosit primer tetap dorman hingga pubertas; setiap bulan satu folikel matang menjadi oosit sekunder, sedangkan sisanya mengalami degenerasi.
  3. Oogenesis pascapubertas: FSH dan LH merangsang pematangan folikel hingga terjadi ovulasi, yaitu pelepasan oosit sekunder ke tuba fallopi.
  4. Meiosis II: oosit sekunder hanya menyelesaikan meiosis II jika terjadi pembuahan, menghasilkan satu ovum haploid dan satu badan kutub yang disingkirkan.

Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi umumnya berlangsung 28 hari, meskipun dapat bervariasi antara 21 hingga 35 hari, dan terbagi menjadi siklus ovarium serta siklus endometrium.

Siklus Ovarium

  • Fase folikel (hari 1-14): FSH merangsang perkembangan folikel yang menghasilkan estrogen sehingga endometrium menebal.
  • Fase ovulasi (hari 14): lonjakan LH memicu pelepasan oosit matang dari ovarium ke tuba fallopi; masa ini paling subur.
  • Fase luteal (hari 15-28): folikel yang pecah menjadi korpus luteum penghasil progesteron; jika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum berdegenerasi dan menstruasi dimulai.

Siklus Endometrium

  • Fase menstruasi (hari 1-5): kadar estrogen dan progesteron menurun sehingga lapisan endometrium luruh.
  • Fase proliferasi (hari 6-14): estrogen merangsang pertumbuhan dan pematangan lapisan endometrium.
  • Fase sekretori (hari 15-28): progesteron mempertahankan ketebalan endometrium dan meningkatkan sekresi lendir sebagai nutrisi bagi embrio.

Pembuahan, Kehamilan, dan Persalinan

Pembuahan (fertilisasi) terjadi di tuba fallopi melalui kapasitasi sperma, penetrasi lapisan corona radiata dan zona pellucida dengan bantuan enzim akrosom, lalu peleburan inti sperma dan sel telur membentuk zigot dengan 46 kromosom.

  • Trimester pertama (0-12 minggu): implantasi zigot di dinding rahim dan pembentukan organ penting seperti jantung, otak, dan sistem saraf.
  • Trimester kedua (13-26 minggu): organ janin berkembang dan mulai berfungsi, janin bergerak aktif dan memiliki sidik jari serta refleks dasar.
  • Trimester ketiga (27-40 minggu): janin tumbuh pesat, paru-paru berkembang sempurna, dan janin mengatur posisinya untuk kelahiran.
Tahapan Persalinan
Tahapan Persalinan
  1. Tahap pembukaan (dilatasi): kontraksi uterus membuka serviks secara bertahap hingga mencapai pembukaan penuh 10 cm.
  2. Tahap pengeluaran (ekspulsi): ibu mendorong bayi keluar melalui vagina, umumnya dengan presentasi kepala terlebih dahulu.
  3. Tahap plasenta: kontraksi uterus berlanjut untuk mengeluarkan plasenta dan sisa jaringan dari dinding rahim.
Contoh soal

Soal. Pada wanita yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS), mengapa ovarium menghasilkan banyak folikel yang tidak matang?

  1. Karena kadar estrogen yang rendah menghambat ovulasi
  2. Karena kadar testosteron yang tinggi mengganggu perkembangan folikel
  3. Karena kadar FSH yang berlebihan menyebabkan folikel berlebih
  4. Karena progesteron tidak cukup merangsang ovulasi
  5. Karena produksi GnRH yang rendah menghambat pembentukan folikel

Jawaban. Jawaban Benar: B. Karena kadar testosteron yang tinggi mengganggu perkembangan folikel

Pembahasan. Pada PCOS, ketidakseimbangan hormon meningkatkan kadar testosteron sehingga perkembangan folikel di ovarium terganggu dan folikel tidak matang maupun berovulasi. Akibatnya penderita sering mengalami gangguan ovulasi dan kesulitan hamil.

Sperma Dapat Bertahan Hingga 5 Hari

Sperma dapat bertahan hidup hingga 5 hari dalam saluran reproduksi perempuan sehingga peluang pembuahan tetap besar meskipun ovulasi terlambat. Ovarium juga tidak hanya menghasilkan sel telur, tetapi memproduksi estrogen dan progesteron yang mengatur siklus menstruasi dan kehamilan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →