Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 11Bab 1

Potensi dan Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia

Geografi SMA Kelas 11 · Bab 1: Mengenal Letak dan Potensi Indonesia: Negeri yang Kaya Sumber Daya

Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, baik di darat maupun di laut. Keberagaman geografis dan kondisi alam yang unik membuat Indonesia memiliki potensi besar dalam berbagai sektor.

Potensi Sumber Daya Alam Indonesia

Kehutanan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya. Hutan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologi.

Jenis Hutan Berdasarkan Karakteristik

  • Hutan hujan tropis: keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, pohon besar dengan kanopi rapat, suhu dan kelembapan tinggi sepanjang tahun; terdapat di Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi.
  • Hutan musim: pohon menggugurkan daun saat musim kering, curah hujan lebih rendah; ditemukan di Nusa Tenggara dan sebagian Jawa.
  • Hutan hujan pegunungan: berada di ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, sering disebut hutan kabut, kaya lumut dan pakis; banyak di pegunungan Sumatera, Jawa, dan Papua.
  • Hutan sabana: didominasi padang rumput dengan pohon jarang seperti akasia dan lontar, di wilayah bermusim kering panjang; banyak di Nusa Tenggara.
  • Hutan rawa: tergenang air tawar sepanjang tahun dengan tanah asam dan vegetasi seperti jelutung, meranti rawa, dan nipah; banyak di Kalimantan dan Sumatera.
  • Hutan mangrove: tumbuh di pesisir berair payau, berakar napas, melindungi pantai dari abrasi dan tsunami; banyak di pesisir Sumatera, Kalimantan, dan Papua.
  • Hutan gambut: tumbuh di lahan gambut berkadar karbon tinggi dan rentan kebakaran jika kering; banyak di Kalimantan dan Sumatera.
  • Hutan lumut: berada di dataran tinggi dengan kelembapan sangat tinggi, vegetasi lumut, lichen, dan pakis; terdapat di pegunungan Papua.
Hutan Mangrove di Denpasar Selatan – denpasarkota.go.id
Hutan Mangrove di Denpasar Selatan – denpasarkota.go.id

Jenis Hutan Berdasarkan Fungsi Pokok

  • Hutan konservasi: bertujuan melestarikan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta tidak boleh dimanfaatkan secara komersial. Jenisnya meliputi Kawasan Hutan Suaka Alam (Cagar Alam, Suaka Margasatwa), Kawasan Hutan Pelestarian (Taman Nasional), Taman Buru, dan Hutan Lindung.
  • Hutan produksi: dimanfaatkan untuk menghasilkan kayu dan hasil hutan lain secara komersial dengan prinsip keberlanjutan, terbagi menjadi Hutan Produksi Tetap dan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi.
  • Hutan lindung: berfungsi melindungi ekosistem, tanah, dan air serta mencegah erosi dan banjir, dengan pemanfaatan yang terbatas dan bukan untuk kepentingan komersial.

Pertambangan

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan Pokok Pertambangan, pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batuan, meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. Hasil pertambangan mencakup mineral, logam, energi fosil, dan batuan bernilai ekonomi tinggi.

Tiga Golongan Bahan-Bahan Galian

  • Golongan A (Bahan Galian Strategis): penting untuk pertahanan dan keamanan negara serta perekonomian nasional, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan uranium.
  • Golongan B (Bahan Galian Vital): penting untuk memenuhi kebutuhan hidup banyak orang, seperti emas, perak, tembaga, nikel, timah, dan bauksit.
  • Golongan C (Bahan Galian Industri): digunakan untuk keperluan industri dan konstruksi, seperti pasir, kerikil, tanah liat, batu kapur, dan gypsum.

Potensi Sumber Daya Pertambangan di Indonesia

Tabel Potensi Bahan Tambang Indonesia

Bahan TambangCiri-CiriWilayah Utama
Minyak bumiCairan fosil berwarna hitam kecokelatan, mudah terbakar, bahan bakar bensin dan solarRiau, Kalimantan Timur, Cepu (Jawa Tengah), Papua
Gas bumiCampuran gas hidrokarbon, tidak berwarna dan tidak berbau, mudah terbakarArun (Aceh), Bontang (Kalimantan Timur), Natuna
Batu baraBatuan sedimen organik hitam pekat, bahan bakar pembangkit listrikKalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Ombilin (Sumatera Barat)
Emas dan perakLogam mulia; emas kuning mengkilap dan tahan korosi, perak putih mengkilapPapua (Grasberg), Pongkor (Jawa Barat), Martabe (Sumatera Utara)
TembagaLogam kemerahan, tahan karat, penghantar listrik baikPapua (Grasberg), Sulawesi Selatan
BauksitBerwarna merah kecokelatan, kaya aluminium oksidaBintan (Kepulauan Riau), Kalimantan Barat
NikelPutih keperakan, tahan korosi, bersifat magnetikSulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku
TimahPutih keperakan, ringan, dan lunakBangka Belitung, Kepulauan Riau
IntanKristal karbon paling keras, transparan, indeks bias tinggiMartapura (Kalimantan Selatan)
ManganAbu-abu perak, keras, dan rapuhNusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan
Pasir besiHitam, kandungan magnetit tinggi, dan beratPantai selatan Jawa, Sumatera Barat

Kelautan

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar, terdiri dari sumber daya terbarukan dan tidak terbarukan yang memberi manfaat ekonomi, ekologis, dan sosial.

Potensi Sumber Daya Kelautan Indonesia

Sumber daya terbarukan meliputi biota laut seperti ikan dan udang, energi gelombang, pasang surut, dan panas laut, serta ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun. Sumber daya tidak terbarukan mencakup minyak dan gas bumi serta mineral laut seperti pasir laut, fosfat, dan nodul mangan.

Potensi Sumber Daya Perikanan

Sumber daya perikanan bersifat dapat diperbarui selama penggunaannya tidak melebihi kapasitas reproduksi dan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem laut. Contoh hasil perikanan antara lain ikan tuna, cakalang, udang, dan cumi-cumi. Indonesia disebut sebagai wilayah marine mega-biodiversity karena memiliki ribuan spesies ikan dan ratusan jenis terumbu karang.

Potensi Hutan Mangrove

Hutan mangrove tumbuh di wilayah air payau dengan akar napas di atas lumpur dan mampu bertahan pada kadar garam tinggi. Mangrove mencegah abrasi pantai, menjadi habitat biota laut seperti ikan dan kepiting, serta menyerap karbon secara efektif. Banyak ditemukan di Kalimantan, Papua, dan pesisir Jawa.

Potensi Lamun

Lamun adalah tumbuhan laut berbunga yang tumbuh di dasar laut dangkal yang kaya sinar matahari serta berfungsi sebagai penyerap karbon dan tempat perlindungan biota laut. Pada tahun 2018, padang lamun Indonesia mencakup sekitar 1,5 juta hektar dengan 15 spesies dari 60 spesies lamun dunia, tersebar luas di Teluk Bintuni, Papua, dan Teluk Jakarta.

Potensi Energi Laut

Energi laut berasal dari gelombang, pasang surut, dan perbedaan suhu laut serta bersifat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi karbon. Contohnya pembangkit listrik tenaga gelombang dan pasang surut di Selat Bali, energi gelombang di Selat Sunda, energi pasang surut di Selat Malaka dan Pantai Utara Jawa, serta energi panas laut (OTEC) yang potensial di Laut Banda dan Laut Flores.

Sumber Daya Pariwisata

Konsep Sumber Daya Pariwisata dan Pengertiannya.

Menurut Tsartas dan Sarantakou, sumber daya pariwisata mencakup semua elemen yang mampu menarik wisatawan ke suatu destinasi, baik alam, budaya, maupun buatan manusia. Sumber daya primer menjadi daya tarik utama seperti pantai, pegunungan, dan situs sejarah, sedangkan sumber daya sekunder berupa fasilitas pendukung seperti akomodasi, transportasi, dan infrastruktur. Dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pariwisata mencakup berbagai kegiatan wisata yang didukung layanan masyarakat, pengusaha, dan pemerintah.

Potensi Pariwisata Indonesia

Kekayaan pariwisata Indonesia terbagi menjadi wisata alam (Pantai Kuta di Bali, Gunung Rinjani di Lombok, Taman Nasional Lorentz di Papua), wisata budaya (Festival Danau Toba, Candi Borobudur, Desa Penglipuran), dan wisata buatan (Dunia Fantasi, Museum Angkut, Grand Indonesia).

Kegiatan Kelompok 3

Menganalisis Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan di Sekitar Tempat Tinggal.

Tujuan. Memahami pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang lestari bagi generasi sekarang dan mendatang.

Langkah.

  1. Bentuk kelompok berisi 4–5 orang.
  2. Amati salah satu sumber daya alam di sekitar kalian.
  3. Catat potensi, manfaat, dan permasalahan pengelolaannya.
  4. Diskusikan solusi agar sumber daya alam tersebut dikelola berkelanjutan.
  5. Tukarkan hasil kerja dengan kelompok lain dan saling memberi tanggapan.
  6. Kumpulkan hasil kerja kepada guru untuk dinilai.

Sebaran Sumber Daya Alam Indonesia

Kehutanan

Pada tahun 2020, total luas kawasan hutan Indonesia mencapai sekitar 94,1 juta hektar atau sekitar 50% dari total daratan Indonesia, tersebar di 33 provinsi dengan luas yang bervariasi.

Tabel Luas Kawasan Hutan di Masing-Masing Provinsi Tahun 2020 – BPS.go.id

No.ProvinsiLuas Kawasan Hutan (Ha)
1.Aceh3.090.691
2.Sumatera Utara3.055.795
3.Riau4.045.300
4.Sumatera Barat2.335.711
5.Jambi2.098.545
6.Sumatera Selatan3.441.798
7.Bengkulu920.964
8.Lampung1.004.735
9.Bangka Belitung144.372
10.Kepulauan Riau123.630
11.DKI Jakarta598
12.Jawa Barat784.947
13.Jawa Tengah597.174
14.DI Yogyakarta112.716
15.Jawa Timur1.379.110
16.Bali123.420
17.Nusa Tenggara Barat501.913
18.Nusa Tenggara Timur1.653.095
19.Kalimantan Barat9.101.889
20.Kalimantan Tengah13.536.901
21.Kalimantan Selatan3.009.095
22.Kalimantan Timur7.883.012
23.Kalimantan Utara5.492.373
24.Sulawesi Utara824.583
25.Gorontalo731.220
26.Sulawesi Tengah4.700.800
27.Sulawesi Selatan2.298.349
28.Sulawesi Tenggara3.036.320
29.Sulawesi Barat2.086.545
30.Maluku5.201.129
31.Maluku Utara1.849.725
32.Papua30.029.488
33.Papua Barat9.682.322
Total Luas Kawasan Hutan94.123.295

Sebaran Jenis-Jenis Hutan dan Wilayahnya di Indonesia:

  • Hutan hujan tropis: Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, sebagian besar di dataran rendah dengan curah hujan tinggi.
  • Hutan musim: Nusa Tenggara Timur, sebagian Jawa, dan Bali, di wilayah dengan musim kering panjang.
  • Hutan hujan pegunungan: pegunungan Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua pada ketinggian lebih dari 1.000 mdpl.
  • Hutan mangrove: pesisir Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Jawa di wilayah pantai berair payau.
  • Hutan rawa: Kalimantan dan Sumatera, di daerah tergenang air tawar sepanjang tahun.
  • Hutan sabana: Nusa Tenggara Timur dan sebagian Nusa Tenggara Barat.
  • Hutan gambut: Kalimantan, Sumatera, dan Papua di lahan gambut berkadar karbon tinggi.
  • Hutan lumut: dataran tinggi dan pegunungan Papua, Jawa, dan Sumatera dengan kelembapan tinggi dan suhu rendah.

Pertambangan

Tabel Sebaran 11 Jenis Tambang Utama di Indonesia

No.Jenis TambangWilayah Persebaran
1.Minyak BumiRiau (Blok Rokan), Kalimantan Timur (Blok Mahakam), Cepu (Jawa Tengah), Papua (Tangguh LNG)
2.Gas BumiArun (Aceh), Bontang (Kalimantan Timur), Natuna (Kepulauan Riau), Papua Barat (Tangguh LNG)
3.Batu BaraKalimantan Selatan (Tanah Laut, Tabalong), Kalimantan Timur (Kutai Kartanegara), Sumatera Selatan (Tanjung Enim), Ombilin (Sumatera Barat)
4.EmasPapua (Grasberg), Pongkor (Jawa Barat), Martabe (Sumatera Utara), Sumbawa (NTB)
5.PerakPapua (Grasberg), Pongkor (Jawa Barat), Sulawesi Utara
6.TembagaPapua (Grasberg), Sumbawa (NTB), Sulawesi Selatan
7.BauksitBintan (Kepulauan Riau), Kalimantan Barat (Sanggau, Ketapang), Bangka Belitung
8.NikelSulawesi Tenggara (Morowali), Sulawesi Tengah, Maluku Utara (Pulau Halmahera)
9.TimahBangka Belitung, Singkep (Kepulauan Riau), Karimun (Kepulauan Riau)
10.IntanMartapura dan Cempaka (Kalimantan Selatan)
11.ManganNusa Tenggara Timur (Manggarai), Sulawesi Selatan

Kelautan

Indonesia memiliki 18 ekoregion kelautan yang mencerminkan kekayaan dan keragaman sumber daya lautnya. Setiap ekoregion memiliki karakteristik dan potensi yang khas.

Peta Ekoregion Laut Indonesia, Ekoregion Natuna Ditunjukkan oleh EL 4 – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI 2013
Peta Ekoregion Laut Indonesia, Ekoregion Natuna Ditunjukkan oleh EL 4 – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI 2013

Tabel 18 Ekoregion Kelautan Indonesia

EkoregionCiri-Ciri dan PotensiContoh Perairan
Samudra Hindia sebelah Barat SumateraGelombang besar dan pasang surut signifikan; kaya ikan pelagis besar seperti tuna dan cakalangAceh dan Bengkulu
Samudra Hindia sebelah Selatan JawaArus kuat dari Samudra Hindia; habitat tuna sirip kuningPacitan dan Cilacap
Selat MalakaJalur perdagangan tersibuk di dunia; kaya udang, kepiting, dan ikan kembungRiau dan Sumatera Utara
Laut NatunaPerairan dangkal dengan terumbu karang luas; kaya kerapu dan kakapKepulauan Natuna
Selat KarimataPerairan dangkal dengan keanekaragaman tinggi; habitat ikan layur dan tenggiriPulau Karimata dan Bangka Belitung
Laut JawaPerairan dangkal dengan produktivitas perikanan tinggi; ikan teri dan tongkolKepulauan Seribu dan Madura
Laut SulawesiPerairan dalam dengan biodiversitas tinggi; habitat tuna sirip kuning dan pausBitung dan Manado
Selat MakassarJalur transportasi utama Indonesia Timur; kaya tongkol dan tunaBalikpapan dan Bontang
Perairan Bali dan Nusa TenggaraPerairan hangat dengan terumbu karang sehat; habitat mola-mola dan pari mantaNusa Penida dan Komodo
Teluk TominiPerairan tenang dengan ekosistem lamun luas; habitat ikan karang dan udangTogean
Laut HalmaheraTerumbu karang sehat dan biodiversitas tinggi; habitat ikan napoleonMorotai dan Halmahera
Laut Banda sebelah Timur SulawesiPerairan kaya nutrisi; habitat ikan pelagis besar seperti cakalangKendari dan Bau-Bau
Laut Banda sebelah Selatan Sulawesi dan Teluk BonePerairan semi-tertutup dengan produktivitas tinggi; kaya kakap dan kerapuTeluk Bone
Laut Seram dan Teluk BintuniKaya mangrove dan lamun; habitat kerapu dan kepiting bakauPulau Seram
Laut BandaLaut dalam bagian Cincin Api Pasifik; lokasi penyelaman terkenalBanda Neira
Samudra Pasifik sebelah Utara PapuaArus kuat dengan biodiversitas tinggi; habitat tuna dan pari mantaBiak dan Jayapura
Teluk CenderawasihKawasan konservasi laut terbesar di Indonesia; habitat hiu paus dan penyuNabire
Laut ArafuraPerairan dangkal kaya udang dan ikan demersal; produktivitas tinggiMerauke

Pariwisata

Menurut Undang-Undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, objek daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai berupa kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran kunjungan wisatawan.

Tabel Objek Wisata Unggulan dari Setiap Provinsi

No.ProvinsiObjek Wisata Unggulan
1.AcehMasjid Raya Baiturrahman, Pantai Lampuuk, Air Terjun Blang Kolam, Danau Laut Tawar, Pulau Weh
2.Sumatera UtaraDanau Toba, Pulau Samosir, Bukit Lawang, Air Terjun Sipiso-Piso, Taman Nasional Gunung Leuser
3.Sumatera BaratJam Gadang, Ngarai Sianok, Lembah Harau, Danau Singkarak, Pantai Air Manis
4.RiauIstana Siak, Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Pantai Rupat Utara, Pulau Beting Aceh
5.Kepulauan RiauPulau Bintan, Pantai Trikora, Pulau Penyengat, Pantai Nongsa, Lagoi Bay
6.JambiGunung Kerinci, Taman Nasional Kerinci Seblat, Danau Kaco, Candi Muaro Jambi
7.BengkuluBenteng Marlborough, Pantai Panjang, Danau Dendam Tak Sudah, Pulau Tikus
8.Sumatera SelatanJembatan Ampera, Pulau Kemaro, Air Terjun Bidadari, Taman Nasional Sembilang
9.LampungTeluk Kiluan, Taman Nasional Way Kambas, Pantai Gigi Hiu, Gunung Anak Krakatau
10.Bangka BelitungPantai Tanjung Tinggi, Pulau Lengkuas, Danau Kaolin, Bukit Berahu
11.DKI JakartaKepulauan Seribu, Monumen Nasional (Monas), Kota Tua, Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
12.Jawa BaratKawah Putih, Tangkuban Perahu, Situ Patenggang, Pantai Pangandaran
13.Jawa TengahCandi Borobudur, Dieng Plateau, Umbul Ponggok, Lawang Sewu
14.DI YogyakartaMalioboro, Candi Prambanan, Pantai Parangtritis, Taman Sari, Goa Pindul
15.Jawa TimurGunung Bromo, Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Air Terjun Tumpak Sewu
16.BaliPantai Kuta, Ubud, Tanah Lot, Pura Besakih, Pantai Pandawa
17.Nusa Tenggara BaratGunung Rinjani, Pantai Senggigi, Gili Trawangan, Desa Sade, Air Terjun Sendang Gile
18.Nusa Tenggara TimurPulau Komodo, Danau Kelimutu, Wae Rebo, Pantai Pink, Taman Nasional Komodo
19.Kalimantan BaratTugu Khatulistiwa, Pulau Randayan, Taman Nasional Betung Kerihun, Danau Sentarum
20.Kalimantan TengahTaman Nasional Tanjung Puting, Sungai Sekonyer, Bukit Raya, Air Terjun Batu Mahasur
21.Kalimantan SelatanPasar Terapung Lok Baintan, Loksado, Bukit Rimpi, Danau Biru Pengaron
22.Kalimantan TimurDerawan, Pulau Kakaban, Labuan Cermin, Taman Nasional Kutai
23.Kalimantan UtaraTaman Nasional Kayan Mentarang, Pulau Sebatik, Air Terjun Semolon
24.Sulawesi UtaraBunaken, Danau Tondano, Gunung Klabat, Pantai Likupang
25.GorontaloPulau Cinta, Pantai Olele, Benteng Otanaha, Taman Laut Olele
26.Sulawesi TengahKepulauan Togean, Danau Poso, Lembah Bada, Taman Nasional Lore Lindu
27.Sulawesi SelatanPantai Losari, Tana Toraja, Rammang-Rammang, Air Terjun Bantimurung
28.Sulawesi TenggaraWakatobi, Pantai Nirwana, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
29.Sulawesi BaratPantai Dato, Pulau Karampuang, Air Terjun Limbong Kamandang
30.MalukuBanda Neira, Pantai Ora, Benteng Belgica, Taman Nasional Manusela
31.Maluku UtaraPulau Halmahera, Pulau Morotai, Taman Laut Teluk Jailolo
32.PapuaRaja Ampat, Taman Nasional Lorentz, Danau Sentani, Pegunungan Jayawijaya
33.Papua BaratTeluk Cenderawasih, Pulau Mansinam, Taman Nasional Wasur

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Tahun 2010-2025

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011, tujuan utama pembangunan kepariwisataan adalah:

  • Menjadikan pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
  • Mengembangkan destinasi wisata yang berkualitas tinggi.
  • Memastikan pelestarian budaya dan lingkungan.
  • Meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

Tabel 50 Destinasi Pariwisata Nasional, berdasarkan dokumen PP No. 50 Tahun 2011

No.Destinasi Pariwisata NasionalNo.Destinasi Pariwisata Nasional
1.Danau Toba26.Dieng Plateau
2.Raja Ampat27.Gunung Rinjani
3.Pulau Komodo28.Kepulauan Widi
4.Borobudur29.Pulau Kakaban
5.Bromo-Tengger-Semeru30.Teluk Cenderawasih
6.Mandalika31.Pantai Losari
7.Wakatobi32.Gunung Kerinci
8.Labuan Bajo33.Danau Kelimutu
9.Bali34.Taman Nasional Lorentz
10.Yogyakarta35.Pantai Kuta
11.Kepulauan Seribu36.Pantai Senggigi
12.Bunaken37.Pulau Banda
13.Tana Toraja38.Taman Nasional Komodo
14.Belitung39.Pantai Nihiwatu
15.Lombok40.Pulau Padar
16.Maluku41.Kepulauan Togean
17.Banda Neira42.Taman Nasional Gunung Gede Pangrango
18.Derawan43.Taman Nasional Bali Barat
19.Karimunjawa44.Pulau Karimunjawa
20.Gili Trawangan45.Taman Nasional Kelimutu
21.Pulau Morotai46.Taman Nasional Sebangau
22.Sabang47.Kawasan Dieng
23.Taman Nasional Tanjung Putting48.Taman Nasional Berbak
24.Taman Nasional Way Kambas49.Taman Nasional Kutai
25.Kawah Ijen50.Taman Nasional Kayan Mentarang

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN)

Berikut adalah rincian 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional 2010-2025:

88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) – PP RI No.50 Tahun 2011
88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) – PP RI No.50 Tahun 2011
Contoh soal

Soal. Tentukan letak 18 Ekoregion Kelautan Indonesia sesuai kode pada gambar.

Pembahasan. Kode EL pada peta ekoregion laut Indonesia adalah sebagai berikut:

EL 1Samudera Hindia sebelah Barat SumateraEL 10Teluk Tomini
EL 2Samudera Hindia sebelah Selatan JawaEL 11Laut Almahera
EL 3Selat MalakaEL 12Laut Banda sebelah Timur Sulawesi
EL 4Laut NatunaEL 13Laut Banda sebelah Selatan Sulawesi
EL 5Selat KarimataEL 14Laut Seram dan Teluk Bintuni
EL 6Laut JawaEL 15Laut Banda
EL 7Laut SulawesiEL 16Samudera Pasifik sebelah Utara Papua
EL 8Selat MakassarEL 17Teluk Cenderawasih
EL 9Perairan Bali dan Nusa TenggaraEL 18Laut Arafura

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →