Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 11Bab 2

Keunikan Sifat Unsur dalam Harmoni Sistem Periodik

Kimia SMA Kelas 11 · Bab 2: Harmoni Struktur Atom, Tatanan Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia

Sifat keperiodikan unsur adalah pola berulang dari sifat fisik dan kimia unsur dalam tabel periodik. Pola ini terjadi karena pengaturan unsur didasarkan pada konfigurasi elektron dan nomor atom, sehingga unsur dalam golongan yang sama memiliki sifat serupa sementara sifatnya berubah sistematis di sepanjang periode atau golongan. Sifat keperiodikan memungkinkan kita memprediksi reaktivitas, jenis ikatan kimia, dan perilaku unsur dalam senyawa.

Energi Ionisasi

Energi ionisasi adalah jumlah energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom atau ion dalam keadaan gas. Dua faktor penting yang memengaruhinya adalah jari-jari atom dan konfigurasi elektron.

Jari-Jari Atom dan Hubungannya dengan Energi Ionisasi

Makin besar jari-jari atom, makin lemah gaya tarik inti terhadap elektron valensi sehingga energi ionisasi lebih rendah. Dalam satu golongan dari atas ke bawah jari-jari bertambah dan energi ionisasi menurun — fluorin memiliki energi ionisasi 1680 kJ/mol sedangkan iodin hanya 1008 kJ/mol. Dalam satu periode dari kiri ke kanan jari-jari menurun dan energi ionisasi meningkat, misalnya natrium 496 kJ/mol dan neon 2080 kJ/mol.

Konfigurasi Elektron dan Hubungannya dengan Energi Ionisasi

Elektron valensi yang mudah dilepaskan membutuhkan energi lebih rendah, seperti pada logam alkali (litium 520 kJ/mol), sedangkan konfigurasi stabil seperti gas mulia membutuhkan energi sangat besar (neon 2080 kJ/mol). Subkulit setengah penuh ($d^5$, $f^7$) atau penuh ($d^{10}$, $f^{14}$) memiliki energi ionisasi lebih tinggi karena stabilitas tambahan, seperti pada kromium ($4s^1\,3d^5$) dan tembaga ($4s^1\,3d^{10}$).

Afinitas Elektron

Afinitas elektron adalah jumlah energi yang dilepaskan atau diserap ketika satu elektron ditambahkan ke atom netral dalam keadaan gas untuk membentuk ion negatif. Jika atom melepaskan energi, nilainya bertanda negatif (contohnya halogen); jika atom menyerap energi, nilainya bertanda positif (contohnya gas mulia).

  • Jari-jari atom: makin kecil jari-jari, elektron tambahan lebih dekat ke inti sehingga afinitas elektron lebih besar (lebih negatif).
  • Muatan inti efektif: makin besar muatan inti efektif, gaya tarik terhadap elektron tambahan makin kuat.
  • Konfigurasi elektron stabil: atom dengan subkulit penuh atau setengah penuh memiliki afinitas elektron rendah bahkan positif.
  • Efek layar (screening effect): elektron di kulit dalam mengurangi gaya tarik inti terhadap elektron tambahan.

Dalam satu periode dari kiri ke kanan afinitas elektron makin negatif — litium sekitar $-60$ kJ/mol sedangkan fluorin $-328$ kJ/mol. Dalam satu golongan dari atas ke bawah afinitas elektron cenderung menurun, meskipun klorin ($-349$ kJ/mol) menjadi pengecualian terhadap fluorin karena tolakan elektron-elektron yang tinggi pada fluorin. Halogen memiliki afinitas elektron paling besar, logam alkali rendah, dan gas mulia mendekati nol atau positif.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu atom dalam molekul untuk menarik elektron dari pasangan elektron ikatan. Nilai ini tidak memiliki satuan dan biasanya dinyatakan dalam skala Pauling, dengan fluorin sebagai nilai tertinggi sebesar 4,0. Faktor yang memengaruhinya adalah jari-jari atom, muatan inti efektif, dan kecenderungan mencapai konfigurasi elektron stabil.

Dalam satu periode dari kiri ke kanan keelektronegatifan meningkat (natrium 0,93 menjadi klorin 3,16), sedangkan dalam satu golongan dari atas ke bawah keelektronegatifan menurun (fluorin 3,98; bromin 2,96; iodin 2,66). Halogen memiliki keelektronegatifan tinggi, logam alkali rendah, dan gas mulia praktis tidak memiliki nilai keelektronegatifan karena tidak cenderung membentuk ikatan.

Gas Mulia
  • Gas mulia disebut demikian karena sifatnya sangat stabil dan sukar bereaksi dengan unsur lain, sehingga disebut inert.
  • Radon (Rn) adalah satu-satunya gas mulia yang bersifat radioaktif secara alami, dihasilkan dari peluruhan uranium dalam kerak bumi.
  • Helium adalah satu-satunya unsur yang tidak dapat membeku, bahkan pada suhu mendekati nol mutlak ($-273{,}15$ °C) di bawah tekanan normal.
  • Neon sering diasosiasikan dengan lampu neon berwarna merah-oranye, padahal neon sendiri adalah gas tidak berwarna.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →