Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 11Bab 2

Korelasi Konfigurasi Elektron dan Sistem Periodik Unsur

Kimia SMA Kelas 11 · Bab 2: Harmoni Struktur Atom, Tatanan Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia

Konfigurasi elektron suatu unsur dapat digunakan untuk menentukan golongan dan periode unsur dalam tabel periodik. Hubungan ini didasarkan pada susunan elektron dalam tingkat energi utama ($n$) dan subkulit s, p, d, atau f, yang menentukan sifat kimia dan posisi unsur dalam tabel periodik.

  • Periode ditentukan oleh banyaknya kulit yang terpakai, yaitu angka pada subkulit s yang terakhir.
  • Golongan A: jika konfigurasi berakhir pada subkulit s, atau berakhir pada subkulit p yang dijumlahkan dengan subkulit s berangka sama (misalnya 4s dan 4p).
  • Golongan B: jika konfigurasi berakhir pada subkulit d, dengan rumus $ns + (n-1)d$. Jika jumlahnya 8, 9, atau 10 termasuk golongan VIIIB; jika 11 termasuk IB; dan jika 12 termasuk IIB.
  • Jika berakhir pada subkulit 4f termasuk golongan IIIB (lantanida), dan jika berakhir pada 5f termasuk golongan IIIB (aktinida).
Contoh soal

Soal. Contoh soal penentuan periode dan golongan: Tentukan golongan dan periode dari unsur $_{16}S$ dan $_{38}Sr$.

Tabel Periodik Modern – wikipedia.org
Tabel Periodik Modern – wikipedia.org
Kembang Api dan Transisi Kuantum
  • Warna-warni cerah pada kembang api dihasilkan oleh transisi kuantum pada tingkat atom. Ketika atom dipanaskan, elektronnya naik ke tingkat energi yang lebih tinggi, dan saat kembali ke keadaan dasar elektron memancarkan cahaya.
  • Kembang api dapat terbakar bahkan tanpa oksigen eksternal karena bubuk mesiu mengandung pengoksidasi sendiri (kalium nitrat).
  • Setiap unsur memancarkan warna berbeda karena tingkat energi elektronnya khas. Natrium memancarkan cahaya kuning, sedangkan tembaga memancarkan cahaya biru dan hijau.
Kegiatan

Uji Nyala Logam: Membuktikan Tingkat Energi Elektron

Tujuan. Mengamati warna nyala beberapa garam logam dan menghubungkannya dengan transisi elektron antartingkat energi.

Bahan.

  • Kawat nikrom atau kawat platina
  • Pembakar bunsen atau spiritus
  • Larutan HCl encer
  • Garam NaCl, $CuSO_4$, KCl, dan $CaCl_2$
  • Gelas kimia kecil dan kacamata pelindung

Langkah.

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 siswa dan gunakan kacamata pelindung selama kegiatan.
  2. Larutkan sedikit garam NaCl, $CuSO_4$, KCl, dan $CaCl_2$ masing-masing dalam gelas kecil berisi air.
  3. Celupkan kawat nikrom yang telah dibersihkan dengan HCl encer ke dalam larutan pertama.
  4. Bakar ujung kawat pada nyala api bunsen bagian terpanas, lalu amati dan catat warna nyala yang muncul.
  5. Bersihkan kembali kawat dengan HCl encer sampai tidak memberi warna nyala, kemudian ulangi untuk larutan berikutnya.
  6. Susun tabel hasil pengamatan yang memuat nama garam, ion logam, dan warna nyala yang teramati.

Pertanyaan.

  1. Mengapa setiap ion logam menghasilkan warna nyala yang berbeda?
  2. Hubungkan warna nyala yang teramati dengan besarnya selisih energi antartingkat energi elektron.
  3. Mengapa kawat harus dibersihkan dengan HCl setiap kali berganti larutan?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →