Hukum kesetimbangan menyatakan bahwa pada kondisi kesetimbangan, rasio antara konsentrasi produk dan reaktan yang dinaikkan ke pangkat koefisien stoikiometrinya bersifat konstan. Rasio ini disebut tetapan kesetimbangan (K), yang memberikan informasi tentang sejauh mana reaksi berlangsung ke arah produk atau reaktan.
Hukum Kesetimbangan
Untuk reaksi umum $pA + qB \rightleftharpoons rC + sD$, tetapan kesetimbangan dituliskan sebagai berikut, di mana $[A]$, $[B]$, $[C]$, dan $[D]$ adalah konsentrasi saat kesetimbangan tercapai serta $p$, $q$, $r$, dan $s$ adalah koefisien reaksi. Senyawa yang dimasukkan ke dalam rumus $K_c$ hanya konsentrasi zat berfase larutan (aq) dan gas (g).
K_c = \frac{[C]^r[D]^s}{[A]^p[B]^q}
Soal. Contoh soal penetapan $K_c$: Tentukan $K_c$ dari reaksi $N_2(g) + 3H_2(g) \rightleftharpoons 2NH_3(g)$ dan $CaCO_3(s) \rightleftharpoons CaO(s) + CO_2(g)$.
Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan (K) adalah nilai yang menggambarkan hubungan antara konsentrasi reaktan dan produk pada saat sistem mencapai kesetimbangan kimia. Setiap reaksi bolak-balik yang mencapai kesetimbangan memiliki nilai K yang khas dan bergantung pada suhu serta kondisi reaksi lainnya. Dengan memahami tetapan kesetimbangan, kita dapat memprediksi hasil reaksi dan mengendalikan proses kimia baik dalam skala laboratorium maupun industri.
Menghitung Nilai Tetapan Kesetimbangan
Soal. Contoh soal perhitungan tetapan kesetimbangan: Dalam ruang 2 liter dicampurkan 1,4 mol gas CO dan 1,4 mol gas $H_2$ dengan reaksi $CO(g) + 3H_2(g) \rightleftharpoons CH_4(g) + H_2O(g)$. Jika pada saat setimbang terdapat 0,4 mol gas $CH_4$, maka harga $K_c$ adalah...
Nilai Tetapan Kesetimbangan pada Reaksi Heterogen
Reaksi heterogen adalah reaksi yang melibatkan lebih dari satu fase, misalnya pembentukan gas $CO_2$ dari kalsium karbonat yang dipanaskan: $CaCO_3(s) \rightleftharpoons CaO(s) + CO_2(g)$. Pada reaksi heterogen, hanya zat berfase gas dan cair yang dimasukkan dalam rumus tetapan kesetimbangan, sementara zat berfase padat dianggap konstan sehingga tidak dihitung. Untuk reaksi tersebut, tetapan kesetimbangannya menjadi $K_c = [CO_2]$. Meskipun zat padat tidak berkontribusi pada nilai K, reaksi tetap berjalan dan mencapai kesetimbangan.
Nilai Tetapan Kesetimbangan pada Kesetimbangan Gas
Pada reaksi yang melibatkan gas, tetapan kesetimbangan dapat dihitung menggunakan tekanan parsial gas, ditulis sebagai $K_p$. Untuk reaksi umum $pA(g) + qB(g) \rightleftharpoons rC(g) + sD(g)$, tekanan parsial masing-masing gas dihitung dari fraksi molnya dikalikan tekanan total, misalnya $P_A = \frac{n_A}{n_{total}} \times P$.
K_p = \frac{(P_C)^r(P_D)^s}{(P_A)^p(P_B)^q}
Soal. Contoh soal perhitungan tetapan gas: Dalam ruangan bertekanan 3 atm dipanaskan 0,5 mol gas $N_2$ dan 1,5 mol gas $H_2$. Pada suhu 400 K terjadi reaksi setimbang $N_2(g) + 3H_2(g) \rightleftharpoons 2NH_3(g)$. Jika pada saat setimbang terdapat 0,25 mol $N_2$, hitung nilai $K_p$.
Hubungan Kc dan Kp pada Kesetimbangan Gas
Dalam sistem gas terdapat dua bentuk tetapan kesetimbangan: $K_c$ yang dihitung dari konsentrasi molaritas dan $K_p$ yang dihitung dari tekanan parsial. Keduanya dihubungkan melalui persamaan berikut, di mana $R$ adalah konstanta gas ideal (0,0821 L·atm/mol·K), $T$ adalah suhu dalam Kelvin, dan $\Delta n$ adalah selisih jumlah mol gas produk dengan mol gas reaktan.
K_p = K_c (RT)^{\Delta n}
Soal. Contoh soal hubungan $K_c$ dengan $K_p$: Dalam ruangan bersuhu 400 K terjadi reaksi setimbang $N_2(g) + 3H_2(g) \rightleftharpoons 2NH_3(g)$. Jika pada saat setimbang $K_p = 2$, hitung nilai $K_c$.
Makna Nilai Tetapan Kesetimbangan
- Nilai K besar ($K > 1$): reaksi cenderung lebih banyak menghasilkan produk daripada reaktan, sehingga pada kesetimbangan konsentrasi produk jauh lebih besar. Contohnya reaksi pembentukan amonia dalam proses Haber.
- Nilai K kecil ($K < 1$): reaksi cenderung lebih banyak menghasilkan reaktan daripada produk, sehingga reaksi hampir tidak berjalan ke arah pembentukan produk. Contohnya pembentukan senyawa yang tidak stabil atau jarang terjadi.
- Nilai K sekitar 1 ($K \approx 1$): jumlah reaktan dan produk berada dalam proporsi yang hampir sama pada saat kesetimbangan tercapai.
- Dalam tubuh, sistem buffer karbonat-bikarbonat mengatur pH darah dengan menjaga keseimbangan antara asam karbonat ($H_2CO_3$) dan ion bikarbonat ($HCO_3^-$). Reaksi kesetimbangan ini memungkinkan tubuh menyesuaikan pH darah ketika terjadi perubahan asam atau basa.
- Saat mengonsumsi makanan yang bersifat asam atau basa, sistem buffer ini bekerja untuk menyeimbangkan pH darah sehingga tetap berada dalam kisaran normal (7,35–7,45).
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp