Garam adalah senyawa ionik yang terbentuk melalui reaksi asam dan basa. Hidrolisis garam merujuk pada reaksi yang terjadi ketika garam larut dalam air dan menghasilkan perubahan sifat kimia larutan, terutama pH. Reaksi ini sangat bergantung pada sifat asam atau basa dari komponen pembentuk garam. Jenis-jenis garam yang terbentuk dari kombinasi asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah masing-masing memiliki karakteristik hidrolisis yang unik.
Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Lemah
Ciri-ciri
Garam ini mengandung ion yang berasal dari asam kuat (seperti HCl, $HNO_3$, atau $H_2SO_4$) dan basa lemah (seperti $NH_3$ atau $NH_4OH$). Garam ini cenderung bersifat asam ketika dilarutkan dalam air karena ion dari basa lemah mengalami hidrolisis dan menghasilkan ion hidronium ($H_3O^+$) yang menurunkan pH larutan.
Proses Hidrolisis
Contohnya amonium klorida ($NH_4Cl$) yang terbentuk dari amonia (basa lemah) dan asam klorida (asam kuat). Ketika $NH_4Cl$ larut dalam air, ion amonium terhidrolisis menghasilkan ion $H_3O^+$ sehingga larutan menjadi sedikit asam. Ion $NH_4^+$ bertindak sebagai asam lemah yang melepaskan proton ke dalam larutan.
NH_4^+ + H_2O \rightleftharpoons NH_3 + H_3O^+
Efek pada pH Larutan
Garam dari asam kuat dan basa lemah memiliki pH lebih rendah dari 7 akibat pelepasan ion hidronium. Meskipun demikian, larutan tidak menjadi sangat asam karena ion amonium hanya sedikit terhidrolisis dibandingkan asam kuat, namun sifat asamnya tetap cukup nyata.
Contoh Senyawa Garam
- Amonium klorida ($NH_4Cl$): $HCl + NH_4OH \rightarrow NH_4Cl + H_2O$, larutannya bersifat asam.
- Amonium nitrat ($NH_4NO_3$): $HNO_3 + NH_4OH \rightarrow NH_4NO_3 + H_2O$, larutannya bersifat asam.
- Amonium sulfat ($(NH_4)_2SO_4$): $H_2SO_4 + 2NH_4OH \rightarrow (NH_4)_2SO_4 + 2H_2O$, larutannya bersifat asam.
- Amonium bromida ($NH_4Br$): $HBr + NH_4OH \rightarrow NH_4Br + H_2O$, larutannya bersifat asam.
- Amonium fosfat ($(NH_4)_3PO_4$): $H_3PO_4 + 3NH_4OH \rightarrow (NH_4)_3PO_4 + 3H_2O$, larutannya bersifat asam.
Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Kuat
Ciri-ciri
Larutan garam ini bersifat basa dengan pH lebih dari 7 karena ion dari asam lemah mengalami hidrolisis menghasilkan ion hidroksida. Karena asam pembentuknya lemah, ion hidrogen tidak terdisosiasi sepenuhnya sehingga larutan tidak menunjukkan sifat asam. Sebagian besar garam jenis ini memiliki kelarutan yang baik dalam air.
Proses Hidrolisis
Contohnya natrium asetat ($CH_3COONa$) yang terbentuk melalui reaksi $CH_3COOH + NaOH \rightarrow CH_3COONa + H_2O$. Ketika dilarutkan dalam air, ion asetat bereaksi dengan air membentuk kembali asam asetat dan ion hidroksida, sehingga larutan menjadi basa.
CH_3COO^- + H_2O \rightleftharpoons CH_3COOH + OH^-
Efek pada pH Larutan
Tingkat kebasaan larutan dipengaruhi oleh kekuatan asam lemah pembentuk garam — semakin lemah asamnya, semakin banyak ion yang terhidrolisis sehingga larutan makin basa. Konsentrasi garam juga berpengaruh: semakin tinggi konsentrasinya, semakin banyak ion $OH^-$ yang terbentuk. Hubungan antara $K_a$ dan $K_b$ menentukan seberapa kuat efek hidrolisisnya.
Contoh Senyawa Garam
- Natrium asetat ($CH_3COONa$): $CH_3COOH + NaOH \rightarrow CH_3COONa + H_2O$, larutannya bersifat basa.
- Kalium sianida (KCN): $HCN + KOH \rightarrow KCN + H_2O$, larutannya bersifat basa.
- Natrium karbonat ($Na_2CO_3$): $H_2CO_3 + 2NaOH \rightarrow Na_2CO_3 + 2H_2O$, larutannya bersifat basa.
- Barium karbonat ($BaCO_3$): $H_2CO_3 + Ba(OH)_2 \rightarrow BaCO_3 + 2H_2O$, larutannya bersifat basa.
Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Lemah
Ciri-ciri
Garam ini dapat bersifat asam, basa, atau netral tergantung kekuatan relatif asam dan basa pembentuknya. Kedua ion dalam garam mengalami hidrolisis, dan karena berasal dari asam serta basa lemah, ion-ionnya tidak sepenuhnya terdisosiasi sehingga terdapat keseimbangan antara bentuk ion dan bentuk molekul. Nilai pH ditentukan oleh perbandingan $K_a$ dan $K_b$.
Proses Hidrolisis
Contohnya amonium asetat ($NH_4CH_3COO$) yang terbentuk dari reaksi $CH_3COOH + NH_4OH \rightarrow NH_4CH_3COO + H_2O$. Ketika dilarutkan dalam air, ion $NH_4^+$ terhidrolisis menghasilkan $H_3O^+$ sementara ion $CH_3COO^-$ terhidrolisis menghasilkan $OH^-$, sehingga sifat akhir larutan bergantung pada nilai $K_a$ dan $K_b$ masing-masing ion.
Efek pada pH Larutan
- Jika $K_a > K_b$ (asam lebih kuat dari basa), larutan bersifat asam dengan pH kurang dari 7.
- Jika $K_b > K_a$ (basa lebih kuat dari asam), larutan bersifat basa dengan pH lebih dari 7.
- Jika $K_a \approx K_b$, larutan bersifat netral karena efek asam dan basa saling meniadakan.
Contoh Senyawa Garam
- Amonium asetat ($NH_4CH_3COO$): sifat larutan tergantung perbandingan $K_a$ dan $K_b$, bisa asam, basa, atau netral.
- Amonium karbonat ($(NH_4)_2CO_3$): larutan cenderung basa karena karbonat menghasilkan lebih banyak $OH^-$ dibanding $NH_4^+$ yang menghasilkan $H_3O^+$.
- Amonium sianida ($NH_4CN$): larutan bisa asam, basa, atau netral tergantung kekuatan relatif HCN dan $NH_4OH$.
- Aluminium asetat ($Al(CH_3COO)_3$): larutan cenderung asam karena $Al^{3+}$ meningkatkan ion $H_3O^+$ dalam larutan.
Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Kuat
Ciri-ciri
Garam ini tidak mengalami hidrolisis karena baik kation maupun anionnya berasal dari asam dan basa yang terionisasi sempurna, sehingga pH larutannya netral atau mendekati 7. Ion-ion yang terbentuk tetap dalam bentuk ioniknya dan tidak bereaksi dengan air. Sebagian besar garam jenis ini mudah larut seperti NaCl dan $KNO_3$, meskipun beberapa seperti $BaSO_4$ dan AgCl memiliki kelarutan rendah dan membentuk endapan.
Proses Hidrolisis
Contohnya natrium klorida yang terbentuk dari $HCl + NaOH \rightarrow NaCl + H_2O$. Ketika dilarutkan, NaCl terionisasi sempurna menjadi $Na^+$ dan $Cl^-$, namun kedua ion ini tidak bereaksi dengan air sehingga tidak terjadi hidrolisis dan pH larutan tetap netral.
Contoh Senyawa Garam
- Natrium klorida (NaCl): $HCl + NaOH \rightarrow NaCl + H_2O$, larutannya netral.
- Kalium nitrat ($KNO_3$): $HNO_3 + KOH \rightarrow KNO_3 + H_2O$, larutannya netral karena $K^+$ dan $NO_3^-$ tidak terhidrolisis.
- Natrium sulfat ($Na_2SO_4$): $H_2SO_4 + 2NaOH \rightarrow Na_2SO_4 + 2H_2O$, larutannya netral.
- Kalium bromida (KBr): $HBr + KOH \rightarrow KBr + H_2O$, larutannya netral.
- Barium klorida ($BaCl_2$): $2HCl + Ba(OH)_2 \rightarrow BaCl_2 + 2H_2O$, larutannya netral.
Soal. Contoh soal penentuan larutan terhidrolisis: Tentukan apakah larutan $K_2SO_4$ mengalami hidrolisis atau tidak. Jika iya, tuliskan reaksinya.
- Meskipun disebut garam Himalaya, garam ini sebenarnya ditambang dari Tambang Garam Khewra di Pakistan, sekitar 300 km dari Pegunungan Himalaya.
- Garam Himalaya memiliki warna pink alami karena kandungan mineral di dalamnya, terutama zat besi (Fe). Oksida besi ini memberikan warna merah muda hingga oranye tergantung konsentrasinya.
- Garam Himalaya mengandung lebih dari 80 jenis mineral lain seperti magnesium, kalsium, dan kalium, yang memengaruhi intensitas warnanya.
Menguji Sifat Larutan Garam dengan Kertas Lakmus
Tujuan. Menentukan sifat asam, basa, atau netral berbagai larutan garam dan mengaitkannya dengan asam-basa pembentuknya.
Bahan.
- Lima tabung reaksi dan rak tabung
- Garam NaCl, $NH_4Cl$, $CH_3COONa$, $Na_2CO_3$, dan $(NH_4)_2SO_4$
- Air suling 100 mL
- Kertas lakmus merah dan biru
- Neraca dan gelas ukur
Langkah.
- Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 siswa dan siapkan lima tabung reaksi.
- Larutkan masing-masing 1 gram garam NaCl, $NH_4Cl$, $CH_3COONa$, $Na_2CO_3$, dan $(NH_4)_2SO_4$ dalam 20 mL air suling.
- Celupkan kertas lakmus merah ke dalam setiap larutan dan catat perubahan warnanya.
- Ulangi pengujian menggunakan kertas lakmus biru pada larutan yang sama.
- Tentukan sifat setiap larutan (asam, basa, atau netral) berdasarkan hasil pengamatan.
- Tuliskan asam dan basa pembentuk setiap garam, lalu cocokkan dengan sifat larutan yang teramati.
Pertanyaan.
- Garam mana yang bersifat asam, basa, dan netral? Kelompokkan hasil pengamatan Anda.
- Tuliskan persamaan reaksi hidrolisis untuk garam yang bersifat asam dan yang bersifat basa.
- Mengapa larutan NaCl tidak mengubah warna kedua kertas lakmus?
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp