Fitri Learning

BelajarSejarah SMA Kelas 11Bab 1

Perebutan Hegemoni Bangsa Eropa di Indonesia

Sejarah SMA Kelas 11 · Bab 1: Kolonialisme dan Imperialisme: Jejak Bangsa Eropa di Nusantara

Pada abad ke-16 hingga 17, kekayaan rempah-rempah Nusantara — disebut "emas cair" — memicu persaingan sengit antara Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris, yang melibatkan penguasaan wilayah strategis, persekutuan dengan kerajaan lokal seperti Ternate, Tidore, dan Demak, serta konflik bersenjata. Bangsa Eropa juga membawa agama dan budaya mereka lewat gereja dan benteng, yang memicu perlawanan dari masyarakat lokal.

Masuknya Bangsa Portugis di Indonesia

Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang mencapai Nusantara. Setelah menguasai Malaka (1511) di bawah Afonso de Albuquerque, mereka melanjutkan ekspansi ke Maluku.

  • Ekspedisi ke Maluku (1512): utusan Albuquerque mencapai Ternate dan Ambon, mendirikan Benteng Sao Paulo sebagai pusat kekuatan Portugis.
  • Persekutuan dengan Kerajaan Lokal: bekerja sama dengan Ternate untuk perdagangan cengkeh dan pala, meski persaingan Ternate-Tidore dan monopoli Portugis memicu ketegangan.
  • Perjanjian Dagang (1522): menjalin perjanjian dengan Kerajaan Sunda Pajajaran di Sunda Kelapa, ditandai pendirian padrao (prasasti batu).
Kekuasaan Kerajaan Pajajaran
Kekuasaan Kerajaan Pajajaran
  • Monopoli Perdagangan: membatasi akses pedagang lokal, memicu perlawanan di berbagai wilayah.
  • Kristenisasi: misionaris menyebarkan agama Katolik, mengubah struktur sosial-budaya masyarakat.
  • Konflik dengan Kerajaan Lokal: hubungan dengan Demak dan Tidore memburuk hingga Fatahillah mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada 1527.

Masuknya Bangsa Spanyol di Indonesia

Spanyol memasuki Nusantara setelah ekspedisi Ferdinand Magellan (1519–1522). Pada 1521, pelaut Spanyol pimpinan Sebastian del Cano berlabuh di Tidore dan menjalin aliansi untuk menyaingi Portugis di Ternate. Konflik dengan Portugis, yang menuduh Spanyol melanggar Perjanjian Tordesillas, diselesaikan lewat Perjanjian Saragosa (1529) — Spanyol meninggalkan Maluku dan memusatkan perhatian di Filipina.

Masuknya Bangsa Belanda di Indonesia

Belanda tiba di Nusantara didorong monopoli rempah Portugis yang membuat harganya melonjak di Eropa.

  • Ekspedisi Cornelis de Houtman (1595–1597): tiba di Banten pada 1596, tetapi hubungan dengan penguasa lokal buruk akibat arogansi awak kapal.
  • Ekspedisi J.C. van Neck (1598–1600): disambut lebih baik oleh Sultan Banten yang berharap Belanda menjadi sekutu melawan Portugis.
  • Ekspedisi Wybrand van Warwyck (1599): mencapai Ambon dan disambut baik penduduk yang dirugikan monopoli Portugis.
  • Aliansi dengan Kaum Muslim Hitu (1600): Belanda diberi hak monopoli membeli rempah dari Hitu sebagai imbalan aliansi melawan Portugis.
  • Keberhasilan di Maluku (1605): merebut benteng pertahanan Portugis di Ambon dan Tidore, menandai awal dominasi Belanda.

Kedatangan Belanda berujung pada monopoli rempah, pendirian VOC (1602), konflik berkepanjangan dengan Portugis, aliansi dengan kerajaan lokal, dan menjadi awal kolonialisme Belanda yang berlangsung ratusan tahun.

Contoh soal

Soal. Ekspedisi pertama Belanda ke Nusantara pada 1596 dipimpin Cornelis de Houtman, tetapi hasilnya kurang memuaskan. Apa pelajaran utama yang diambil Belanda untuk ekspedisi selanjutnya?

Jawaban. Pentingnya membangun aliansi dengan kerajaan lokal untuk melawan Portugis — pelajaran ini diterapkan pada ekspedisi berikutnya melalui aliansi dengan Hitu di Ambon.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 2: Infografis Jejak Peninggalan Kolonial di Sekitar Kita

Tujuan. Menemukan dan mendokumentasikan peninggalan sejarah kolonial di lingkungan sekitar.

  • Bentuk kelompok 2–3 siswa, lakukan observasi lingkungan sekitar untuk menemukan peninggalan kolonial VOC, Inggris, atau Prancis (bangunan fisik atau nonbenda seperti nama jalan/tradisi).
  • Kumpulkan informasi tambahan dari buku, artikel resmi, atau narasumber lokal.
  • Susun infografis berisi nama dan lokasi peninggalan, kondisi saat ini, fungsi dulu dan sekarang, serta pesan pelestariannya.
Fakta Unik di Balik Sejarah

Kedatangan bangsa Eropa, terutama Belanda, meninggalkan jejak arsitektur yang masih bisa ditemukan hingga kini, seperti Kota Tua Jakarta sebagai pusat pemerintahan kolonial, Kota Lama Semarang yang dijuluki "Little Netherlands", Benteng Vredeburg di Yogyakarta, dan Stasiun Lawang Sewu di Semarang sebagai simbol modernisasi transportasi era kolonial.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →