Fitri Learning

BelajarSejarah SMA Kelas 11Bab 3

Perkembangan Pergerakan Nasional di Indonesia

Sejarah SMA Kelas 11 · Bab 3: Pergerakan Nasional sebagai Tonggak Perjuangan

Perkembangan pergerakan nasional Indonesia meluas dari perlawanan bersenjata ke jalur diplomasi, politik, dan pendidikan, terbagi dalam beberapa periode.

Periode Awal Perkembangan

  • Budi Utomo: didirikan 20 Mei 1908 oleh dr. Sutomo bersama mahasiswa STOVIA atas gagasan dr. Wahidin Soedirohoesodo; bertujuan meningkatkan kesejahteraan lewat pendidikan, pertanian, dan kebudayaan, namun ruang geraknya terbatas pada kalangan bangsawan dan priyayi di Jawa-Madura.
  • Sarekat Islam: berawal dari Sarekat Dagang Islam (1911) oleh H. Samanhudi di Solo, berubah menjadi Sarekat Islam pada 1912; Kongres Nasional Pertama (1916) di Bandung dihadiri 80 cabang dengan 360.000 anggota; terpecah menjadi SI Putih (H.O.S. Cokroaminoto, berbasis Islam) dan SI Merah (Semaun dan Darsono, sosialisme-komunisme) akibat penyusupan ISDV.
  • Muhammadiyah: didirikan 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan di Yogyakarta, bersifat non-politik dan kooperatif, memajukan pendidikan dan sosial lewat sekolah, rumah sakit, dan panti asuhan.

Periode Nasionalisme Politik

  • Indische Partij (IP): didirikan 25 Desember 1912 di Bandung oleh Tiga Serangkai — Douwes Dekker, Cipto Mangunkusumo, dan Suwardi Suryaningrat — menjadi partai politik pertama yang menuntut kemerdekaan Hindia lewat semboyan "Indie voor Indiers"; dibubarkan setelah artikel provokatif Suwardi di De Expres (1913).
  • Gerakan Pemuda: Trikoro Dharmo (1915) berganti nama Jong Java (1918) dan memunculkan organisasi serupa seperti Jong Sumatranen Bond; berpuncak pada Kongres Pemuda II dan Sumpah Pemuda (26–28 Oktober 1928) yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia.
  • Gerakan Perempuan: dimulai R.A. Kartini lewat buku "Habis Gelap Terbitlah Terang" (1911); Kongres Perempuan Indonesia I (1928) di Yogyakarta membentuk federasi Perikatan Perkumpulan Indonesia (PPI).
Tokoh Pendiri Indische Partij – Gramedia.com
Tokoh Pendiri Indische Partij – Gramedia.com

Periode Radikal

Periode ini ditandai sikap nonkooperatif terhadap pemerintah kolonial, dipengaruhi Doktrin Wilson, Revolusi Rusia 1917, dan kekecewaan atas Janji November (November Belofte) yang tidak terealisasi.

  • Perhimpunan Indonesia (PI): awalnya Indische Vereeniging (1908), berganti nama pada 1922 sebagai simbol nonkooperasi, menerbitkan majalah Hindia Poetra dan Indonesia Merdeka.
  • Partai Komunis Indonesia (PKI): berakar dari ISDV (1914), berganti nama menjadi PKI pada 1924; memimpin pemberontakan di Jawa (1926) dan Sumatra Barat (1927) yang gagal, dan dilarang Belanda pada 1927.
  • Partai Nasional Indonesia (PNI): didirikan 4 Juli 1927 oleh Ir. Sukarno di Bandung dengan asas self-help, nonkooperasi, dan marhaenisme; dibubarkan pada 1931 setelah penangkapan Sukarno dan tokoh lainnya, melahirkan Partindo dan PNI Baru.

Periode Bertahan

Tekanan kolonial yang meningkat mendorong strategi moderat, memanfaatkan lembaga Volksraad.

  • Petisi Sutardjo (1935): mengajukan otonomi bertahap dalam sepuluh tahun, namun ditolak Belanda.
  • Taman Siswa: didirikan Ki Hajar Dewantara (1922) dengan konsep Ing ngarsa sung tulada, Ing madya mangun karsa, dan Tut wuri handayani.
  • Partai Indonesia Raya (Parindra): didirikan 1931 oleh Dr. Soetomo, menempuh jalur moderat lewat Volksraad dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
  • Gabungan Politik Indonesia (Gapi): dibentuk 21 Mei 1939 oleh Mohammad Husni Thamrin, menuntut parlemen demokratis lewat Kongres Indonesia Berparlemen (1939).
Bp. Soerjoadipoetro tengah mengajar di Taman Siswa Bandung - commons.wikimedia.org
Bp. Soerjoadipoetro tengah mengajar di Taman Siswa Bandung - commons.wikimedia.org
Contoh soal

Soal. Mengapa Taman Siswa dianggap sebagai simbol perjuangan pendidikan nasional meskipun menghadapi hambatan seperti Ordonansi Sekolah Liar (1932)?

Jawaban. Taman Siswa menerapkan konsep pendidikan yang menekankan kemandirian dan kesadaran nasional seperti "Tut Wuri Handayani" untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tetap menjadi simbol perjuangan pendidikan meski dihambat kebijakan kolonial.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 3: Poster Nilai Sumpah Pemuda dan Relevansi Masa Kini

Tujuan. Memaknai nilai dan relevansi Sumpah Pemuda dalam kehidupan sekarang.

  • Bentuk kelompok 3–4 siswa dan pelajari isi teks Sumpah Pemuda serta nilai-nilai yang dikandungnya.
  • Buat poster edukatif berisi kutipan teks, nilai utama (persatuan, kebangsaan, cinta tanah air), dan contoh penerapannya di masa kini.
  • Sertakan pesan inspiratif untuk generasi muda, dikumpulkan dalam bentuk poster fisik atau digital.
Fakta Unik di Balik Sejarah

Surat kabar De Expres, didirikan Douwes Dekker pada 1913, memperkenalkan semboyan "Hindia voor Indiers" (Hindia untuk Hindia) dan menjadi corong kritik tajam terhadap kebijakan kolonial — inspirasi bagi lahirnya gerakan politik radikal seperti Indische Partij.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →