Kata kunci: Cendekia, Kooperatif, Organisasi, Pergerakan, Nonkooperatif, Nasionalisme, Sumpah Pemuda, Politik Etis.
Tujuan pembelajaran
- Mendeskripsikan Munculnya Golongan Elite Baru dan Kesadaran Kebangsaan Awal
- Menguraikan peran golongan elite baru Indonesia dalam perkembangan kesadaran kebangsaan.
- Menjelaskan faktor sosial, ekonomi, dan pendidikan yang melahirkan golongan elite baru.
- Menjelaskan Latar Belakang Berdirinya Organisasi Pergerakan Nasional
- Mengidentifikasi pengaruh kondisi sosial-politik dan kolonialisme terhadap lahirnya organisasi pergerakan nasional.
- Menjelaskan hubungan antara pendidikan modern dan kemunculan organisasi-organisasi perjuangan.
- Menganalisis Strategi Perjuangan Organisasi Pergerakan Nasional
- Mengkaji pendekatan perjuangan diplomasi, politik, dan pendidikan dalam organisasi pergerakan nasional.
- Menganalisis efektivitas strategi-strategi tersebut dalam memperkuat semangat persatuan bangsa.
- Menafsirkan Nilai dan Makna Sumpah Pemuda
- Menguraikan nilai-nilai persatuan dan kebangsaan dalam Sumpah Pemuda.
- Menghubungkan relevansi nilai-nilai Sumpah Pemuda dengan kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.
Isi bab ini
1. Politik Etis: Titik Awal Kesadaran Kolektif (1901)Sejarah · Bab 3›2. Perubahan Karakter Perjuangan Bangsa setelah 1908Sejarah · Bab 3›3. Faktor Pendorong Lahirnya Organisasi Pergerakan Nasional IndonesiaSejarah · Bab 3›4. Perkembangan Pergerakan Nasional di IndonesiaSejarah · Bab 3›Rangkuman
- Pergerakan nasional Indonesia ditandai perubahan strategi dari perlawanan fisik ke perjuangan terorganisasi berbasis kesadaran nasional, dimulai dari Politik Etis yang memicu kesadaran kolektif meski pelaksanaannya sering menyimpang.
- Setelah 1908, berdirinya Budi Utomo membuka era baru di mana kaum terpelajar menjadi penggerak utama lewat organisasi seperti Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Indische Partij, menghapus sekat suku dan wilayah demi kemerdekaan bersama.
- Perjuangan berkembang ke pendekatan radikal pada 1920-an melalui PI, PKI, dan PNI yang bersikap nonkooperatif, dipengaruhi kekecewaan pada Belanda dan inspirasi revolusi luar negeri.
- Tekanan kolonial yang semakin besar mendorong periode bertahan dengan strategi moderat lewat Volksraad (Petisi Sutardjo), Taman Siswa, Parindra, dan Gapi yang menuntut parlemen demokratis.
- Bab ini menunjukkan beragamnya pendekatan perjuangan — pendidikan, diplomasi, ekonomi, dan politik — yang menjadi fondasi penting menuju proklamasi kemerdekaan 1945.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp