Fitri Learning

BelajarSejarah SMA Kelas 11Bab 3

Politik Etis: Titik Awal Kesadaran Kolektif (1901)

Sejarah SMA Kelas 11 · Bab 3: Pergerakan Nasional sebagai Tonggak Perjuangan

Awal abad ke-20 ditandai kebijakan kontroversial Politik Etis, respons moral Belanda atas kritik intelektualnya sendiri — Pieter Brooshooft (wartawan De Locomotief) dan Conrad Theodore van Deventer — yang menyoroti penderitaan rakyat pribumi akibat pajak tinggi, kerja paksa, dan wabah penyakit.

Awal Mula Kebijakan Politik Etis

Politik Etis didasarkan pada konsep "utang budi" (Ereschuld) Belanda kepada tanah jajahan. Melalui pidato Ratu Wilhelmina (17 September 1901), Belanda merangkumnya dalam Trias van Deventer: irigasi, migrasi, dan edukasi.

  • Irigasi: membangun infrastruktur pengairan seperti Bendungan Jember (1926–1927), meski dalam praktiknya lebih menguntungkan perkebunan Belanda.
  • Migrasi: memindahkan penduduk Jawa ke Sumatra, yang dalam praktiknya sering berubah menjadi eksploitasi tenaga kerja kuli kontrak.
  • Edukasi: mendirikan sekolah seperti HIS dan STOVIA, meski pendidikan untuk rakyat biasa sangat terbatas pada baca-tulis dasar.

Pelaksanaan Politik Etis yang Menyimpang di Lapangan

  • Irigasi: pembangunan saluran diarahkan untuk lahan perkebunan swasta, sementara sawah rakyat kecil terabaikan.
  • Migrasi: transmigrasi menjadi dalih memobilisasi tenaga kerja murah dengan kondisi kerja buruk dan aturan Poenale Sanctie yang keras.
  • Edukasi: sistem pendidikan hanya bermutu bagi kalangan bangsawan; sekolah rakyat biasa berbahasa Melayu dengan kurikulum minim, sekadar mencetak tenaga administrasi murah.

Kebijakan Etis Sebagai Pemicu Kesadaran Nasional

Meski penuh kekurangan, Politik Etis melahirkan generasi terdidik yang mempertanyakan ketidakadilan kolonial. Tokoh seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Sutomo mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908 — kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Contoh soal

Soal. Politik Etis dijabarkan dalam tiga pilar Trias van Deventer: irigasi, migrasi, dan edukasi. Mengapa pilar irigasi dinilai tidak berhasil mencapai tujuannya?

Jawaban. Infrastruktur irigasi lebih banyak dimanfaatkan untuk mendukung perkebunan swasta yang menanam komoditas ekspor, sehingga petani pribumi kecil tidak mendapatkan manfaatnya.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1: Peta Koneksi Tokoh dan Kesadaran Kebangsaan

Tujuan. Menelusuri munculnya golongan elite baru dan latar belakang berdirinya organisasi pergerakan nasional.

  • Bentuk kelompok 3–4 siswa, telusuri tokoh elite baru seperti Tirto Adhi Soerjo, R.A. Kartini, dan H.O.S. Cokroaminoto.
  • Buat mind map yang menghubungkan faktor sosial-ekonomi-pendidikan pembentuk elite baru, peran tokoh, dan lahirnya organisasi pergerakan awal.
  • Kumpulkan hasil akhir dalam bentuk karton A3 atau file digital.
Fakta Unik di Balik Sejarah

Meski irigasi termasuk pilar utama Politik Etis, implementasinya lebih banyak menguntungkan pihak kolonial — bahkan petani pribumi kadang diminta membayar pajak tinggi untuk air, atau menjadi tenaga kerja paksa untuk proyek irigasi tanpa kompensasi layak.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →