Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 11Bab 1

Dasar Kelompok Sosial

Sosiologi SMA Kelas 11 · Bab 1: Kelompok Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa berinteraksi dengan orang lain di keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat luas. Interaksi inilah yang membentuk kelompok-kelompok sosial. Memahami kelompok sosial penting karena kelompok membentuk identitas individu, memengaruhi perilaku, dan menjadi wadah mencapai tujuan bersama, terutama dalam masyarakat Indonesia yang multikultural.

Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang saling berinteraksi secara teratur, memiliki kesadaran keanggotaan, ikatan emosional, norma, dan tujuan bersama, sehingga berbeda dari sekadar kerumunan. Beberapa ahli memberi definisi yang saling melengkapi: Roland L. Warren menekankan interaksi terorganisir demi tujuan bersama; Mayor Polak menyoroti hubungan signifikan yang menumbuhkan kesadaran identitas; Wila Huky memandangnya sebagai unit sosial berpola hubungan terstruktur; Robert K. Merton menambahkan norma dan ekspektasi perilaku bersama; R.M. MacIver menyebut asosiasi individu yang terorganisasi; sedangkan Charles H. Cooley membedakan kelompok primer (erat, personal) dan sekunder (formal, impersonal).

Syarat dan Ciri–ciri Kelompok Sosial

Suatu kumpulan individu disebut kelompok sosial jika memenuhi syarat kesadaran keanggotaan, interaksi sosial yang teratur, tujuan bersama, dan norma bersama. Robert K. Merton menambahkan tiga kriteria: pola interaksi yang stabil, kesadaran keanggotaan, dan berbagi nilai-norma bersama. Merton juga membedakan kolektiva — kumpulan orang di tempat sama tanpa hubungan terorganisir seperti penonton konser — dan kategori sosial — individu dengan karakteristik sama seperti kelompok usia atau profesi tanpa interaksi terorganisir, dari kelompok sosial sejati. Soerjono Soekanto (2015) menambahkan syarat keberlanjutan (durability) agar hubungan kelompok relatif stabil dalam jangka waktu tertentu.

Proses Pembentukan Kelompok Sosial

Kelompok sosial terbentuk dari kebutuhan manusia untuk hidup bermasyarakat, dimulai dari interaksi informal yang berkembang menjadi hubungan formal berstruktur. Bruce Tuckman (2001) merumuskan lima tahap pembentukan kelompok: forming (saling mengenal dan memahami tujuan), storming (muncul perbedaan pendapat), norming (menemukan pola dan aturan bersama), performing (bekerja efektif mencapai tujuan), dan adjourning (pembubaran setelah tujuan tercapai). George Simmel memperkenalkan konsep dyad, kelompok sosial terkecil beranggota dua orang dengan hubungan sangat personal namun rapuh karena bergantung penuh pada komitmen kedua pihak.

Faktor Pembentuk Kelompok Sosial

Kelompok sosial terbentuk karena beberapa faktor: kesamaan kepentingan (misalnya kelompok belajar untuk ujian), kesamaan nilai dan norma (komunitas keagamaan), faktor wilayah atau kedekatan geografis (kelompok RT), kesamaan latar belakang sosial-budaya seperti suku atau adat, dan tekanan eksternal seperti ancaman atau persaingan yang mendorong individu bersatu, misalnya serikat pekerja.

Pengelompokan Sosial

Menurut KBBI, pengelompokan adalah proses mengelompokkan sesuatu berdasarkan kesamaan tertentu; dalam sosiologi, pengelompokan sosial berarti pembagian individu ke dalam kelompok berdasarkan kriteria seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial, atau agama, baik yang terbentuk alamiah maupun sengaja. Pengelompokan berdasarkan usia menentukan layanan pendidikan atau kesehatan; berdasarkan jenis kelamin memengaruhi peran atau kategori pertandingan; berdasarkan pekerjaan tercermin pada asosiasi profesi seperti IDI atau PGRI; berdasarkan status sosial membentuk kelas atas, menengah, dan bawah; dan berdasarkan agama membentuk komunitas keagamaan seperti majelis taklim.

Tanya jawab

Perhatikan ilustrasi berikut ini! (1) Penonton konser musik, (2) Siswa dalam kelas, (3) Anggota komunitas pecinta alam, (4) Staf administrasi di perusahaan, (5) Pengendara kendaraan di jalan raya. Kelompok sosial yang memiliki struktur organisasi dapat ditunjukkan pada nomor…. a. 1, 2, dan 5 b. 1, 3, dan 4 c. 2, 3, dan 4 d. 2, 4, dan 5 e. 1, 4, dan 5
Jawaban: c. 2, 3, dan 4. Kelompok sosial dengan struktur organisasi memiliki aturan, peran, dan hierarki yang jelas: siswa di kelas memiliki guru sebagai pemimpin, anggota komunitas pecinta alam memiliki aturan keanggotaan, dan staf administrasi memiliki hierarki organisasi. Penonton konser dan pengendara di jalan raya (nomor 1 dan 5) hanyalah kerumunan sementara tanpa struktur organisasi.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →