Klasifikasi Menurut Emile Durkheim
Durkheim mengklasifikasikan kelompok sosial berdasarkan tipe solidaritas. Solidaritas mekanik berkembang pada masyarakat tradisional dengan kesamaan pekerjaan dan nilai (misalnya komunitas petani), bercirikan kolektivitas yang diutamakan, ikatan erat dan personal, serta hukum represif yang menghukum keras pelanggaran norma demi menjaga kesatuan kelompok. Solidaritas organik muncul dalam masyarakat modern dengan pembagian kerja mendalam sehingga setiap individu memiliki peran berbeda namun saling bergantung (misalnya dokter dan petani); hubungan lebih bersifat fungsional, individualitas lebih tinggi, dan pelanggaran diselesaikan melalui hukum restitutif yang berfokus pada pemulihan hubungan, bukan hukuman fisik.
Klasifikasi Menurut Ferdinand Tönnies
Tönnies membedakan kelompok sosial menjadi Gemeinschaft — komunitas dengan hubungan personal, intim, berbasis tradisi dan nilai kolektif, kepentingan kelompok diutamakan, dan mobilitas sosial rendah, seperti keluarga besar dan komunitas adat — serta Gesellschaft, masyarakat dengan hubungan formal, rasional, berbasis kontrak, kepentingan individu diutamakan, dan mobilitas sosial tinggi, seperti perusahaan dan kehidupan kota.
| Aspek | Gemeinschaft (Komunitas) | Gessellschaft (Masyarakat) |
|---|---|---|
| Hubungan | Personal, intim | Formal, impersonal |
| Dasar Ikatan | Tradisi dan nilai kolektif | Kontrak dan rasionalitas |
| Kepentingan | Kelompok diutamakan | Individu diutamakan |
| Mobilitas Sosial | Rendah | Tinggi |
| Contoh | Keluarga, komunitas adat | Perusahaan, kehidupan kota |
Klasifikasi Menurut Charles H. Cooley dan Ellsworth Faris
Cooley membagi kelompok sosial menjadi kelompok primer — hubungan erat, personal, jangka panjang seperti keluarga inti — dan kelompok sekunder — hubungan formal, impersonal, dan cenderung sementara seperti organisasi kerja. Ellsworth Faris melengkapi pandangan ini dengan menyoroti dinamika sosialnya: kelompok primer menjadi tempat nilai dan norma pertama kali diajarkan, sedangkan kelompok sekunder berfungsi sebagai wadah interaksi berbasis tujuan spesifik.
Klasifikasi Menurut William G. Sumner
Sumner mengklasifikasikan kelompok berdasarkan rasa solidaritas dan loyalitas anggota menjadi kelompok dalam (in-group) — tempat individu merasa menjadi bagian, menunjukkan solidaritas dan membela kelompoknya, seperti tim olahraga sekolah — dan kelompok luar (out-group), yaitu kelompok yang dianggap pesaing atau lawan, rentan terhadap stereotip dan interaksi kompetitif, seperti tim sekolah lawan dalam kompetisi.
Klasifikasi Menurut Robert K. Merton
Merton membedakan reference group — kelompok acuan yang membentuk sikap, nilai, dan perilaku individu tanpa perlu keanggotaan formal, baik sebagai acuan normatif (standar perilaku) maupun komparatif (pembanding pencapaian) — dari membership group, kelompok tempat individu benar-benar menjadi anggota resmi dan terikat aturan, norma, dan persyaratan tertentu, seperti asosiasi profesi atau ekstrakurikuler sekolah.
| Aspek | Membership Group | Reference Group |
|---|---|---|
| Keanggotaan | Individu menjadi anggota secara formal | Tidak memerlukan keanggotaan formal |
| Fungsi | Memberikan identitas dalam kelompok | Memberikan acuan untuk pembentukan sikap |
| Contoh | Klub olahraga, asosiasi profesi | Tim olahraga nasional, alumni universitas |
Kelompok Formal dan Informal
Kelompok formal dibentuk resmi dengan struktur terorganisir, aturan tertulis, dan hierarki jelas, seperti organisasi pemerintah atau perusahaan. Kelompok informal terbentuk spontan berdasarkan kesamaan minat atau hubungan personal, tanpa struktur baku, seperti kelompok teman bermain atau komunitas penggemar hobi.
Kelompok Okupasional dan Kelompok Volunteer
Kelompok okupasional terbentuk berdasarkan kesamaan profesi untuk meningkatkan kompetensi dan memperjuangkan hak anggota, misalnya IDI atau PGRI. Kelompok volunteer dibentuk atas dasar kesukarelaan untuk tujuan sosial atau kemanusiaan tanpa imbalan material, seperti kelompok relawan bencana.
Kelompok Sosial Tidak Teratur
Menurut Soerjono Soekanto (2015), kelompok sosial tidak teratur terbentuk spontan tanpa struktur, organisasi, atau tujuan jelas, bersifat sementara dengan interaksi minim dan norma yang longgar. Contohnya crowd (kerumunan) seperti penonton konser, dan mass (massa) seperti kerumunan aksi demonstrasi yang lebih besar dan berorientasi tujuan spontan tertentu.
Perilaku Kolektif
Perilaku kolektif adalah tindakan spontan sekelompok besar individu tanpa perencanaan formal, seperti protes atau panik massal, didorong oleh kepentingan bersama atau emosi kuat. Gustave Le Bon menjelaskan bahwa dalam kerumunan besar individu kehilangan identitas pribadi dan menyatu dalam "jiwa kolektif" yang ditandai anonimitas, penularan emosi (contagion), dan mudah tersugesti (suggestibility). Faktor pemicunya meliputi situasi darurat, adanya pemimpin atau provokator, dorongan emosional, ketidakpuasan sosial, dan penyebaran informasi lewat media.
Manakah yang paling mencerminkan Gesellschaft dibandingkan Gemeinschaft?
a. Keluarga besar yang tinggal bersama di pedesaan dengan berbagi tradisi yang sama
b. Sebuah perusahaan dengan hubungan kerja yang impersonal dan formal
c. Komunitas adat yang hidup berdasarkan nilai–nilai tradisional
d. Kelompok relawan bencana yang bekerja sama secara sukarela
e. Tim olahraga lokal yang memiliki loyalitas tinggi terhadap komunitasnya
Jawaban: b. Sebuah perusahaan dengan hubungan kerja yang impersonal dan formal. Gesellschaft menggambarkan hubungan sosial masyarakat modern yang formal dan rasional seperti perusahaan; pilihan lainnya lebih mencerminkan Gemeinschaft.
Emile Durkheim membedakan masyarakat tradisional dengan solidaritas mekanik dan masyarakat modern dengan solidaritas organik berdasarkan cara mereka saling bergantung. Ferdinand Tönnies mengklasifikasikan kelompok sosial menjadi Gemeinschaft (komunitas erat dan personal) dan Gesellschaft (masyarakat formal dan rasional). Charles H. Cooley memperkenalkan konsep kelompok primer (seperti keluarga) yang berhubungan erat, dan kelompok sekunder (seperti organisasi kerja) yang bersifat formal.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp