Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 12Bab 3

Rahasia Di Balik Pertumbuhan Tumbuhan: Faktor-faktor Kunci yang Menggerakkan Kehidupan

Biologi SMA Kelas 12 · Bab 3: Pertumbuhan dan Perkembangan Makhluk Hidup

Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah elemen lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Ketersediaan yang cukup dan seimbang dari faktor-faktor ini menentukan kesehatan tumbuhan serta kemampuannya mencapai potensi pertumbuhan optimal.

Nutrisi

Nutrisi tumbuhan terbagi menjadi unsur hara makro yang dibutuhkan dalam jumlah besar dan unsur hara mikro yang dibutuhkan dalam jumlah kecil. Kekurangan maupun kelebihan salah satunya dapat menghambat pertumbuhan atau merusak fisiologi tumbuhan.

Unsur MakroFungsi UtamaAkibat Defisiensi
Nitrogen (N)Sintesis protein, klorofil, dan enzim; mendukung pertumbuhan vegetatifKlorosis pada daun tua, batang lemah, pertumbuhan lambat
Fosfor (P)Pembentukan ATP, DNA, RNA, serta perkembangan akar, biji, dan buahPertumbuhan akar terganggu, daun ungu atau merah tua, biji kecil
Kalium (K)Mengatur keseimbangan air, tekanan osmotik, dan aktivitas enzimTepi daun cokelat, bintik nekrotik, daun menggulung
Kalsium (Ca)Pembentukan dinding sel, pembelahan sel, stabilitas membranDeformasi daun muda, akar pendek, ujung tunas mati
Magnesium (Mg)Komponen utama klorofil dan aktivator enzim fotosintesisKlorosis antar-urat daun tua, daun kuning pucat
Belerang (S)Sintesis asam amino, protein, dan enzimKlorosis pada daun muda, tanaman kerdil
Karbon, Hidrogen, OksigenBahan dasar fotosintesis dan respirasi serta pembentukan karbohidratPertumbuhan terhenti, layu, metabolisme terhambat
Unsur MikroFungsi UtamaAkibat Defisiensi
Besi (Fe)Pembentukan klorofil dan transfer elektronKlorosis antar-urat daun muda, fotosintesis terganggu
Mangan (Mn)Aktivasi enzim, fotosintesis, metabolisme nitrogenBintik cokelat pada daun, klorosis daun muda
Seng (Zn)Sintesis hormon auksin dan aktivasi enzimDaun kecil dan keriput, pertumbuhan terhambat
Tembaga (Cu)Pembentukan klorofil, transfer elektron, aktivasi enzimUjung tunas layu, daun bergulung, akar lemah
Boron (B)Pembelahan sel, pengangkutan gula, perkembangan dinding selDeformasi tunas dan daun, jaringan mati
Molibdenum (Mo)Konversi nitrat menjadi amonia dan metabolisme nitrogenKlorosis pada tepi daun mirip kekurangan nitrogen
Klorin (Cl)Mengatur keseimbangan air, osmosis, dan kerja stomataDaun layu dan menguning, akar kecil
Nikel (Ni)Aktivasi enzim urease dan metabolisme nitrogenPenumpukan urea, daun menguning
Kobalt (Co)Mendukung fiksasi nitrogen oleh bakteri akarFiksasi nitrogen terhambat

Air

Air berperan sebagai pelarut reaksi kimia, medium transportasi nutrisi melalui xilem, sumber elektron dan proton pada reaksi terang fotosintesis, pengatur suhu melalui transpirasi, serta penjaga tekanan turgor sel. Kekurangan air menyebabkan layu, pertumbuhan terhambat, stomata menutup, dan pada tingkat parah dapat mematikan tanaman.

Derajat Keasaman (pH)

pH tanah memengaruhi ketersediaan nutrisi dan aktivitas mikroorganisme. Sebagian besar tumbuhan tumbuh optimal pada pH 6–7. Pada tanah asam, aluminium dan mangan dapat menjadi racun sementara fosfor, kalsium, dan magnesium sulit diserap; pada tanah basa, besi, mangan, tembaga, seng, dan boron menjadi kurang tersedia.

Kadar Garam

Salinitas tinggi menimbulkan stres osmotik yang menghambat penyerapan air oleh akar serta toksisitas ion natrium dan klorida. Gejalanya berupa daun terbakar pada tepinya, layu, klorosis, dan pertumbuhan terhambat.

Oksigen

Oksigen diperlukan untuk respirasi seluler yang menghasilkan ATP, termasuk respirasi akar. Tanah yang jenuh air atau berdrainase buruk menyebabkan kondisi anaerobik sehingga akar membusuk dan pertumbuhan terhambat.

Cahaya

Cahaya adalah sumber energi fotosintesis sekaligus pengatur fotomorfogenesis. Cahaya mengaktifkan klorofil, memicu fototropisme, dan memengaruhi pembungaan. Kekurangan cahaya menyebabkan etiolasi, yaitu tumbuhan memanjang cepat tetapi berbatang lemah dan berdaun pucat.

Tumbuhan Bisa "Tidur" Jika Cahaya Tidak Cukup

Beberapa tumbuhan dapat berhenti tumbuh sementara waktu jika tidak mendapatkan cahaya yang cukup. Kondisi ini disebut dormansi cahaya: tumbuhan menunggu hingga kondisi terang kembali sebelum melanjutkan pertumbuhannya. Mirip seperti manusia yang butuh sinar matahari pagi, tumbuhan juga tidak bisa berfungsi optimal tanpa cahaya.

Fotoperiodisme

Fotoperiodisme adalah respons fisiologis tumbuhan terhadap panjang siang dan malam yang diatur oleh pigmen fitokrom. Setiap spesies memiliki fotoperiode kritis, yaitu jumlah jam cahaya yang dibutuhkan untuk memicu pembungaan.

AspekBerhari PendekBerhari PanjangBerhari Netral
DefinisiBerbunga saat malam lebih panjang dari siangBerbunga saat siang lebih panjang dari malamBerbunga tanpa dipengaruhi panjang siang atau malam
Durasi yang dibutuhkanMalam lebih dari 12 jamSiang lebih dari 12 jamTidak terpengaruh panjang hari
Contoh tumbuhanKrisan, poinsettia, kedelai, tembakauGandum, bayam, selada, barleyTomat, jagung, mentimun, bunga matahari
Musim berbungaMusim gugur atau awal musim semiAkhir musim semi atau musim panasSepanjang tahun bergantung kondisi lingkungan
Pengaruh cahaya tambahanMenghambat pembungaanMempercepat pembungaanTidak berpengaruh

Suhu

Setiap spesies memiliki suhu optimal untuk fotosintesis, respirasi, dan pembelahan sel. Suhu terlalu rendah membekukan air dalam sel dan menurunkan aktivitas enzim, sedangkan suhu terlalu tinggi meningkatkan transpirasi hingga tumbuhan layu serta mengganggu kerja enzim. Suhu juga berperan dalam stratifikasi benih dan vernalisasi yang merangsang pembungaan.

Kelembaban

Kelembaban memengaruhi laju transpirasi dan keseimbangan air. Kelembaban rendah mempercepat kehilangan air sehingga tumbuhan berisiko kekeringan, sedangkan kelembaban tinggi menurunkan transpirasi dan meningkatkan risiko infeksi jamur.

Gravitasi

Gravitasi memengaruhi arah pertumbuhan melalui geotropisme. Akar menunjukkan geotropisme positif dengan tumbuh ke bawah, sedangkan batang dan daun menunjukkan geotropisme negatif dengan tumbuh ke atas. Respons ini dikendalikan oleh distribusi hormon auksin yang tidak merata.

Sentuhan

Tigmotropisme adalah respons pertumbuhan terhadap sentuhan, terlihat pada sulur tumbuhan merambat seperti anggur yang membelit penopangnya. Sentuhan juga dapat memicu tigmonasti, seperti mengatupnya daun Mimosa pudica saat disentuh.

Organisme Parasit dan Herbivor

Jamur, bakteri, dan virus parasit merusak jaringan serta mengambil nutrisi inang sehingga menimbulkan penyakit seperti busuk akar dan layu bakteri. Herbivor seperti ulat dan belalang memakan daun serta batang sehingga menurunkan kemampuan fotosintesis. Tumbuhan melindungi diri dengan duri, racun, atau senyawa alelopati.

Hormon Eksogen

Hormon eksogen adalah zat pengatur tumbuh dari luar tumbuhan yang digunakan manusia dalam budidaya. Auksin mempercepat pembentukan akar pada stek, giberelin mempercepat pembungaan dan memperbesar buah, sitokinin merangsang pembelahan sel dan memperlambat penuaan daun, sedangkan etilen mempercepat pematangan buah.

Faktor Internal

Faktor internal utama adalah hormon tumbuhan yang mengatur hampir seluruh aktivitas biologis, mulai dari pembelahan dan pemanjangan sel hingga pembungaan dan pematangan buah.

  • Auksin: merangsang pemanjangan sel batang, mempertahankan dominansi apikal, dan memicu pembentukan akar adventif; banyak digunakan untuk merangsang perakaran stek.
  • Giberelin: merangsang pemanjangan batang, memecah dormansi biji saat perkecambahan, dan memicu pembungaan pada tumbuhan berhari panjang.
  • Gas etilen: satu-satunya hormon berbentuk gas yang mempercepat pematangan buah, memicu absisi daun dan buah, serta berperan dalam respons terhadap stres.
  • Sitokinin: merangsang pembelahan sel, mendorong pertumbuhan tunas lateral, dan menunda penuaan daun; banyak dipakai dalam kultur jaringan.
  • Asam absisat (ABA): menginduksi dormansi biji dan tunas, menutup stomata saat kekeringan, serta menghambat pertumbuhan pada kondisi stres.
  • Kalin: kelompok hormon pembentuk organ, terdiri dari rizokalin (akar), kaulokalin (batang), filokalin (daun), dan antokalin (bunga).
  • Asam traumalin: berperan dalam regenerasi dan penyembuhan jaringan yang terluka serta pembentukan kalus pelindung.
Contoh soal

Soal. Mengapa pH tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, dan bagaimana tanaman merespons kondisi pH yang terlalu rendah atau terlalu tinggi?

Jawaban. Jawaban: pH tanah memengaruhi ketersediaan unsur hara. Jika pH terlalu rendah atau terlalu tinggi, nutrisi penting seperti fosfor atau besi tidak dapat diserap optimal oleh akar, sehingga tanaman menunjukkan gejala daun menguning atau pertumbuhan terhambat.

Pembahasan. pH tanah memengaruhi aktivitas mikroorganisme serta kelarutan nutrisi. Pada pH rendah, aluminium dapat menjadi racun sementara fosfor dan magnesium sulit diserap; pada pH tinggi, besi dan seng kurang tersedia. Akibatnya tumbuhan dapat mengalami defisiensi meskipun unsur hara sebenarnya ada dalam tanah.

Kegiatan Kelompok 1

Pengaruh Intensitas Cahaya terhadap Pertumbuhan Kecambah

Tujuan. Mengamati pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan kecambah, menganalisis perbedaan tumbuhan yang mendapat cahaya dan yang tidak, serta menjelaskan peran cahaya sebagai faktor eksternal.

Bahan.

  • 6–10 biji kacang hijau atau biji tumbuhan lain yang mudah tumbuh
  • Kapas atau tisu basah
  • 2 wadah kecil (gelas plastik atau pot kecil)
  • Kardus penutup atau kotak tertutup untuk simulasi ruangan gelap
  • Penggaris serta label atau kertas penanda

Langkah.

  1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 4 orang, lalu siapkan alat dan bahan.
  2. Siapkan 2 wadah berisi kapas atau tisu basah dan letakkan masing-masing 3–5 biji kecambah di setiap wadah.
  3. Letakkan satu wadah di tempat yang mendapat cahaya matahari atau lampu terang.
  4. Letakkan wadah lainnya di dalam kardus tertutup atau ruangan gelap.
  5. Siram kapas secara teratur agar tetap lembab.
  6. Amati dan ukur tinggi kecambah setiap hari selama 5–7 hari.
  7. Catat perbedaan tinggi batang, warna daun, dan kekuatan tanaman di kedua tempat.
  8. Diskusikan pertanyaan berikut, lalu buatlah kesimpulan dari praktikum yang baru saja kamu lakukan.

Pertanyaan.

  1. Bagaimana perbedaan tinggi tanaman di ruang terang dan ruang gelap?
  2. Mengapa kecambah di tempat gelap cenderung tumbuh lebih tinggi namun lemah?
  3. Apa fungsi cahaya dalam proses pertumbuhan tanaman?
  4. Apa yang terjadi jika tanaman terus-menerus tumbuh di tempat gelap?
  5. Bagaimana eksperimen ini menggambarkan peran faktor eksternal (cahaya) terhadap pertumbuhan?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →