Kata kunci: Arus listrik, Rapat arus, Hukum Ohm, Hambatan listrik, Hukum Kirchhoff, Rangkaian seri, Rangkaian paralel, Gaya gerak listrik, Tegangan jepit, Energi listrik, Daya listrik, Alat ukur listrik.
Tujuan pembelajaran
- Mengidentifikasi fenomena arus listrik dan rapat arus listrik
- Mengamati bagaimana arus listrik dapat mengalir melalui konduktor.
- Memahami pengaruh rapat arus terhadap material yang dilalui oleh arus listrik.
- Menganalisis penyebab munculnya arus listrik dan faktor-faktor penghambatnya
- Menyusun hubungan antara perbedaan potensial dan aliran arus.
- Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menghambat aliran arus seperti resistansi dan bahan penghantar.
- Mendeskripsikan hambatan listrik, konsep tegangan jepit, gaya gerak listrik, energi listrik, dan daya listrik
- Menjelaskan bagaimana hambatan listrik mempengaruhi distribusi arus dalam suatu rangkaian.
- Memahami keterkaitan antara energi listrik, daya, dan tegangan dalam pengoperasian alat listrik.
- Menjelaskan hukum Ohm dan hukum Kirchhoff dalam rangkaian arus searah
- Menggunakan hukum Ohm untuk menghitung tegangan, arus, dan hambatan dalam rangkaian.
- Mengaplikasikan hukum Kirchhoff untuk menganalisis rangkaian listrik lebih kompleks.
- Menganalisis sifat rangkaian listrik arus searah dan penerapannya dalam teknologi
- Memahami bagaimana prinsip dasar rangkaian listrik diterapkan dalam berbagai perangkat teknologi.
- Mengkaji aplikasi rangkaian arus searah dalam perangkat elektronik sehari-hari.
- Menganalisis prinsip kerja alat ukur listrik arus searah berikut keselamatannya dalam kehidupan sehari-hari
- Menjelaskan cara penggunaan alat ukur seperti voltmeter dan ammeter.
- Memastikan keselamatan dalam penggunaan alat ukur listrik dalam kehidupan sehari-hari.
- Melakukan percobaan prinsip kerja rangkaian listrik arus searah dan mempresentasikan hasil percobaan
- Melakukan eksperimen untuk mengukur tegangan, arus, dan hambatan dalam rangkaian arus searah.
- Menganalisis dan menyajikan hasil percobaan dalam bentuk laporan yang terstruktur dengan baik.
Isi bab ini
1. Arus Listrik dan Perbedaan PotensialFisika · Bab 2›2. Hukum OhmFisika · Bab 2›3. Hukum I Kirchhoff untuk Arus ListrikFisika · Bab 2›4. Kombinasi Hambatan dalam RangkaianFisika · Bab 2›5. Sumber Arus Listrik Tegangan TetapFisika · Bab 2›6. Hukum II Kirchhoff untuk Tegangan dalam Rangkaian TertutupFisika · Bab 2›7. Energi dan Daya ListrikFisika · Bab 2›8. Berbagai Alat Ukur ListrikFisika · Bab 2›Rangkuman
- Arus Listrik dan Beda Potensial
- Arus listrik terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara dua titik yang dihubungkan oleh penghantar. Arus konvensional mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah, sedangkan elektron bergerak sebaliknya. Kuat arus listrik menyatakan banyaknya muatan listrik yang mengalir setiap satuan waktu.
- Rapat arus listrik menyatakan besar arus yang mengalir melalui tiap satuan luas penampang penghantar. Semakin kecil luas penampang, semakin besar rapat arus yang terjadi.
- Jumlah elektron yang mengalir dapat ditentukan dengan:
- Hukum Ohm
- Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial dan berbanding terbalik dengan hambatan penghantar tersebut.
- V = I R
- Hambatan listrik bergantung pada jenis bahan, panjang, dan luas penampang penghantar, yang dirumuskan sebagai:
- Pengaruh Suhu terhadap Hambatan Listrik
- Hambatan listrik suatu penghantar dapat berubah akibat perubahan suhu. Hubungan antara hambatan dan perubahan suhu dinyatakan oleh persamaan:
- Hukum I Kirchhoff (Hukum Arus)
- Hukum I Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut. Hukum ini merupakan penerapan hukum kekekalan muatan listrik.
- Kombinasi Hambatan dalam Rangkaian
- Pada rangkaian seri, arus yang mengalir sama pada setiap hambatan dan hambatan total merupakan jumlah seluruh hambatan.
- Pada rangkaian paralel, tegangan pada setiap hambatan sama, sedangkan hambatan total diperoleh dari:
- Sumber Arus Listrik Tegangan Tetap
- Pada susunan sumber tegangan seri, gaya gerak listrik total merupakan jumlah semua GGL sumber. Jika dihubungkan dengan hambatan luar, arus total rangkaian adalah:
- Pada susunan paralel, GGL total tetap, namun hambatan dalam total menjadi lebih kecil.
- Hukum II Kirchhoff (Hukum Tegangan)
- Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah aljabar semua beda potensial dalam suatu rangkaian tertutup sama dengan nol. Hukum ini berkaitan dengan kekekalan energi listrik.
- Energi Listrik dan Daya Listrik
- Energi listrik adalah energi yang dihasilkan oleh muatan listrik yang bergerak akibat adanya beda potensial. Energi listrik dimanfaatkan oleh berbagai peralatan elektronik untuk melakukan kerja, seperti menghasilkan cahaya, panas, atau gerak. Energi listrik dapat dihitung dari hasil kali muatan listrik dan beda potensial.
- W = qV
- Berdasarkan Hukum Ohm, energi listrik juga dapat dinyatakan dalam bentuk arus dan hambatan sebagai:
- Daya listrik menyatakan laju pemakaian energi listrik tiap satuan waktu. Semakin besar daya suatu alat, semakin besar energi listrik yang dikonsumsi dalam waktu yang sama. Secara matematis, daya listrik dirumuskan sebagai:
- Jika hambatan rangkaian tetap, daya listrik dapat dinyatakan dalam bentuk tegangan atau arus:
- Perbandingan daya listrik pada dua kondisi berbeda dapat dituliskan sebagai:
- Berbagai Alat Ukur Listrik
- Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik. Amperemeter dipasang secara seri dalam rangkaian dan memiliki hambatan dalam yang sangat kecil agar tidak memengaruhi besar arus. Untuk mengukur arus yang besar, amperemeter dilengkapi hambatan shunt yang dipasang secara paralel. Hubungan tegangan dan arus pada amperemeter dengan hambatan shunt adalah:
- Hubungan antara arus total dan arus yang terukur oleh amperemeter dinyatakan dengan:
- Voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial antara dua titik dalam rangkaian. Voltmeter dipasang secara paralel dan memiliki hambatan dalam yang sangat besar agar arus yang melaluinya sangat kecil. Tegangan yang diukur oleh voltmeter dinyatakan sebagai:
- Jika voltmeter dipasang dengan hambatan pembagi tegangan, tegangan yang terbaca adalah:
- Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik secara langsung. Pengukuran hambatan didasarkan pada hubungan antara tegangan dan arus sesuai Hukum Ohm.
- Untuk pengukuran hambatan yang lebih teliti, digunakan rangkaian jembatan Wheatstone. Hubungan hambatan pada kondisi seimbang dinyatakan dengan:
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp