Fitri Learning

BelajarFisika SMA Kelas 12Bab 2

Berbagai Alat Ukur Listrik

Fisika SMA Kelas 12 · Bab 2: Listrik Dinamis

Amperemeter

Amperemeter digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Ketika dipasang, amperemeter harus dipasang secara seri dengan rangkaian yang ingin diukur arusnya. Sebuah amperemeter yang ideal memiliki hambatan dalam yang sangat kecil, sehingga tidak mempengaruhi besar arus dalam rangkaian.

Karena hambatan shunt dipasang paralel dengan amperemeter, amperemeter akan mengukur arus yang mengalir melalui shunt tersebut. Persamaan hubungan antara arus total dan arus yang diukur oleh amperemeter (dengan hambatan shunt) adalah:

n = faktor pengali arus yang ingin diukur,

I = arus yang melalui amperemeter (Ampere).

Voltmeter

Voltmeter digunakan untuk mengukur beda potensial atau tegangan antara dua titik dalam rangkaian. Voltmeter ideal memiliki hambatan dalam yang sangat besar, sehingga tidak mempengaruhi arus dalam rangkaian yang sedang diukur. Voltmeter dipasang secara paralel dengan komponen yang ingin diukur tegangan listriknya.

Untuk menghitung tegangan dalam rangkaian yang menggunakan voltmeter, persamaan yang berlaku adalah:

Jika voltmeter dipasang dengan hambatan pembagi tegangan, tegangan yang diukur akan dipengaruhi oleh hambatan tersebut. Persamaan untuk voltmeter yang dipasang dengan hambatan pembagi tegangan adalah:

V = tegangan total (Volt),

R = hambatan pada rangkaian yang akan diukur (Ohm).

Ohmmeter

Ohmmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur hambatan listrik secara langsung. Ohmmeter mengukur hambatan dengan cara mengalirkan arus melalui komponen yang ingin diukur hambatannya dan mengukur tegangan yang terjadi. Alat ini berfungsi untuk mengetahui nilai hambatan dalam rangkaian atau komponen.

Rumus yang digunakan dalam pengukuran menggunakan ohmmeter adalah berdasarkan hukum Ohm:

R = hambatan (Ohm),

V = tegangan (Volt),

I = arus yang mengalir (Ampere).

Ohmmeter dapat menggunakan rangkaian Wheatstone Bridge untuk pengukuran yang lebih akurat. Persamaan yang berlaku pada rangkaian tersebut adalah:

Kegiatan Kelompok

Sumber tegangan (baterai)Resistor yang tidak diketahui nilainya ( )
Papan rangkaian Wheatstone — Resistor pembanding (R) —
Rheostat — Galvanometer —
Kabel penghubung —

Bentuk kelompok berisi 4–5 orang.

Rangkai alat sesuai skema jembatan Wheatstone.

Atur rheostat sampai jarum galvanometer tidak bergerak (nol).

Catat panjang kawat pada sisi kiri ( ) dan sisi kanan .

Hitung nilai hambatan tak diketahui ( ) dengan rumus:

Ulangi percobaan dengan nilai resistor pembanding (R) yang berbeda.

NoNilai Resistor Pembanding (R)Panjang (cm)Panjang (cm)Hambatan Tak Diketahui ( ) (Ω)
1 —
2 —
3 —
4 —

Bagaimana hubungan perubahan nilai resistor pembanding (R) terhadap hasil perhitungan ( )?

Mengapa galvanometer harus menunjukkan angka nol saat kondisi seimbang?

Apa keuntungan menggunakan metode jembatan Wheatstone dibanding cara langsung mengukur dengan ohmmeter?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →