Senyawa turunan alkana terbentuk dengan menggantikan satu atau lebih atom hidrogen dari molekul alkana dengan gugus fungsi tertentu. Sifat dan reaktivitasnya sangat bervariasi bergantung pada gugus fungsi yang melekat. Kelompok penting di antaranya adalah alkohol, eter, asam karboksilat, ester, aldehida, keton, dan haloalkana yang digunakan mulai dari bahan kimia dasar hingga produk konsumen seperti plastik, pelarut, obat-obatan, dan produk pembersih.
Alkohol dan Eter
Alkohol mengandung gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, sedangkan eter mengandung gugus oksigen (-O-) yang menghubungkan dua gugus alkil atau aril. Keduanya mengandung oksigen tetapi memiliki sifat dan struktur yang sangat berbeda.
Keisomeran Fungsi antara Alkohol dan Eter
Alkohol menunjukkan keisomeran posisi ketika gugus -OH terikat pada posisi berbeda pada rantai karbon. Eter memiliki keisomeran karena dua gugus alkil di sekitar atom oksigen dapat berbeda, misalnya dimetil eter \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{OCH}_{3}\mathrm{)}\) dan dietil eter \(\mathrm{(C}_{2}\mathrm{H}_{5}\mathrm{OC}_{2}\mathrm{H}_{5}\mathrm{)}\).
Alkohol Berdasarkan Terikatnya Gugus Hidroksil
- Alkohol primer (1°): gugus -OH terikat pada karbon yang hanya terikat pada satu gugus alkil, contohnya etanol \(\mathrm{(C}_{2}\mathrm{H}_{5}\mathrm{OH)}\).
- Alkohol sekunder (2°): gugus -OH terikat pada karbon yang terikat pada dua gugus alkil, contohnya isopropanol \(\mathrm{(C}_{3}\mathrm{H}_{7}\mathrm{OH)}\).
- Alkohol tersier (3°): gugus -OH terikat pada karbon yang terikat pada tiga gugus alkil, contohnya tert-butanol \(\mathrm{(C}_{4}\mathrm{H}_{10}\mathrm{O)}\).
Alkohol Berdasarkan Jumlah Gugus -OH
- Monohidril: mengandung satu gugus -OH, contohnya etanol dan metanol.
- Dihidril: mengandung dua gugus -OH, contohnya glikol \(\mathrm{(C}_{2}\mathrm{H}_{6}\mathrm{O}_{2}\mathrm{)}\) yang dipakai sebagai antifreeze.
- Polihidril: mengandung lebih dari dua gugus -OH, contohnya gliserol \(\mathrm{(C}_{3}\mathrm{H}_{8}\mathrm{O}_{3}\mathrm{)}\).
Aplikasi Metanol dan Etanol dalam Industri
Metanol \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{OH)}\) menjadi bahan baku pembuatan formaldehida, asam asetat, dan metilamina, digunakan sebagai bahan bakar, pelarut cat dan tinta, serta campuran antifreeze. Etanol \(\mathrm{(C}_{2}\mathrm{H}_{5}\mathrm{OH)}\) digunakan dalam minuman beralkohol, bahan bakar alternatif seperti E85, pelarut industri farmasi dan kosmetik, serta antiseptik dan disinfektan.
Dietil Eter dan Perannya dalam Industri
Dietil eter \(\mathrm{(C}_{4}\mathrm{H}_{10}\mathrm{O)}\) digunakan sebagai pelarut efisien di industri kimia dan farmasi, pernah dipakai sebagai anestesi inhalasi, dan digunakan dalam proses pengeringan senyawa organik yang mudah terdegradasi oleh air.
Tabel Perbedaan Alkohol dengan Eter
| Aspek | Alkohol | Eter |
|---|---|---|
| Gugus Fungsi | -OH (hidroksil) | -O- (menghubungkan dua gugus alkil) |
| Contoh Senyawa | Metanol, Etanol | Dietil eter, Dimetil eter |
| Polaritas | Polar, mampu membentuk ikatan hidrogen | Non-polar, tidak membentuk ikatan hidrogen |
| Titik Didih | Lebih tinggi karena ikatan hidrogen | Lebih rendah karena tanpa ikatan hidrogen |
| Aplikasi | Pelarut, bahan bakar, antiseptik, pengawet | Pelarut, anestesi, pengering, bahan bakar |
| Reaktivitas | Lebih reaktif karena gugus -OH | Lebih stabil, lebih sedikit reaksi |
Asam Karboksilat dan Ester
Asam karboksilat mengandung gugus karboksil (-COOH), sedangkan ester mengandung gugus -COO- yang terbentuk dari reaksi asam karboksilat dan alkohol. Asam karboksilat bersifat asam karena dapat melepaskan ion \(\mathrm{H}^{+}\), sementara ester bersifat netral dan sering dipakai sebagai pelarut, parfum, atau bahan tambahan makanan.
Asam Cuka dan Aplikasinya
Asam etanoat \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{COOH)}\) dalam bentuk encer dikenal sebagai cuka, digunakan sebagai penyedap dan pengawet makanan, bahan pembuatan acar dan salad dressing, serta pembersih rumah tangga karena bersifat antibakteri. Pada konsentrasi tinggi ia dipakai untuk memproduksi plastik, pelarut, dan produk farmasi.
Contoh Ester: Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak adalah ester dari gliserol dan asam lemak yang disebut trigliserida. Lemak umumnya berasal dari hewan dan padat pada suhu kamar, sedangkan minyak berasal dari tumbuhan dan berbentuk cair. Keduanya digunakan dalam pembuatan sabun, kosmetik, dan sebagai sumber energi.
Asam Lemak Jenuh dan Tak Jenuh
Asam lemak jenuh memiliki ikatan tunggal antaratom karbon sehingga rantainya terisi hidrogen maksimal, sedangkan asam lemak tak jenuh memiliki satu atau lebih ikatan rangkap.
Tabel Contoh Asam Lemak Jenuh dan Tak Jenuh
| Nama | Rumus Molekul | Keterangan |
|---|---|---|
| Asam Stearat | \(\mathrm{C}_{16}\mathrm{H}_{32}\mathrm{COOH}\) | Asam lemak jenuh, ditemukan dalam lemak hewani dan minyak nabati. |
| Asam Palmitat | \(\mathrm{C}_{14}\mathrm{H}_{28}\mathrm{COOH}\) | Asam lemak jenuh, banyak ditemukan pada minyak sawit. |
| Asam Oleat | \(\mathrm{C}_{18}\mathrm{H}_{34}\mathrm{O}_{2}\) | Asam lemak tak jenuh tunggal, ditemukan pada minyak zaitun. |
| Asam Linoleat | \(\mathrm{C}_{18}\mathrm{H}_{32}\mathrm{O}_{2}\) | Asam lemak tak jenuh ganda, ditemukan dalam minyak nabati. |
Tabel Perbedaan Asam Karboksilat dengan Ester
| Karakteristik | Asam Karboksilat | Ester |
|---|---|---|
| Gugus Fungsi | -COOH | -COO- |
| Contoh Senyawa | Asam etanoat, asam stearat, asam benzoat | Etil asetat, metil salisilat, trigliserida |
| Sifat | Bersifat asam (melepaskan ion \(\mathrm{H}^{+}\)) | Tidak asam, bersifat netral |
| Bau | Tidak berbau kecuali asam lemak | Berbau khas dan sering harum |
| Penggunaan | Pengawet makanan, pembuatan sabun, plastik | Pelarut, parfum, aroma makanan |
Aldehida dan Keton
Aldehida mengandung gugus karbonil yang terikat pada atom hidrogen (-CHO) di ujung rantai, sedangkan keton mengandung gugus karbonil yang terikat pada dua atom karbon di tengah rantai. Perbedaan posisi ini menentukan sifat fisik dan reaktivitasnya.
Asal Usul dan Contoh Senyawa
Aldehida terbentuk dari oksidasi alkohol primer, misalnya etanal \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{CHO)}\) dari oksidasi etanol, dan benzaldehida \(\mathrm{(C}_{6}\mathrm{H}_{5}\mathrm{CHO)}\) yang beraroma amandel. Keton terbentuk dari oksidasi alkohol sekunder, misalnya propanon (aseton, \(\mathrm{CH}_{3}\mathrm{COCH}_{3}\)) dan butanon \(\mathrm{(C}_{4}\mathrm{H}_{8}\mathrm{O)}\).
Tabel Perbedaan Aldehida dengan Keton
| Karakteristik | Aldehida | Keton |
|---|---|---|
| Gugus Fungsi | -CHO (karbonil terikat pada atom H) | -CO- (karbonil terikat pada dua atom karbon) |
| Contoh Senyawa | Etanal, benzaldehida | Propanon, butanon |
| Posisi Gugus Karbonil | Ujung rantai karbon | Tengah rantai karbon |
| Reaktivitas | Lebih reaktif, mudah teroksidasi | Kurang reaktif, lebih stabil |
| Penggunaan | Pengawet makanan, bahan bakar, parfum | Pelarut, pembuatan plastik, pembersih |
Soal. Etanol dioksidasi dengan oksidator kalium permanganat. Senyawa apa yang terbentuk pada tahap pertama, dan termasuk kelompok senyawa apa?
Jawaban. Etanal \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{CHO)}\), termasuk kelompok aldehida
Pembahasan. Etanol adalah alkohol primer. Oksidasi alkohol primer menghasilkan aldehida pada tahap pertama: \(\mathrm{CH}_{3}\mathrm{CH}_{2}\mathrm{OH} + [\mathrm{O}] \rightarrow \mathrm{CH}_{3}\mathrm{CHO} + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}\). Bila oksidasi dilanjutkan, etanal teroksidasi menjadi asam etanoat \(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{COOH)}\).
Haloalkana
Haloalkana atau alkil halida adalah senyawa organik yang mengandung satu atau lebih atom halogen (F, Cl, Br, I) yang terikat pada atom karbon. Kehadiran halogen memengaruhi sifat kimia dan fisiknya serta membuat haloalkana banyak digunakan di industri, farmasi, dan kehidupan sehari-hari.
Plastik
Polivinil klorida (PVC) dibuat dari monomer vinil klorida \(\mathrm{(C}_{2}\mathrm{H}_{3}\mathrm{Cl)}\) melalui polimerisasi dan dipakai untuk pipa, kabel listrik, lantai, dan kemasan. Politetrafluoroetilena (PTFE atau Teflon) dibuat dari tetrafluoroetilena dan dipakai sebagai pelapis peralatan dapur antilengket karena tahan panas dan korosi.
Pelarut
Diklorometana \(\mathrm{(CH}_{2}\mathrm{Cl}_{2}\mathrm{)}\) digunakan sebagai pelarut pembuatan obat, cat, dan pembersih. Kloroform \(\mathrm{(CHCl}_{3}\mathrm{)}\) dan karbon tetraklorida \(\mathrm{(CCl}_{4}\mathrm{)}\) juga pernah digunakan luas, tetapi penggunaannya berkurang karena risiko kesehatan dan dampaknya terhadap ozon.
Obat Anestesi
Halotan, desfluran, dan sevofluran adalah haloalkana yang digunakan sebagai anestesi umum. Senyawa ini bekerja cepat dan mudah dikeluarkan dari tubuh, meskipun penggunaan halotan berkurang karena efek sampingnya pada hati dan jantung.
Pestisida
DDT sangat efektif membunuh serangga seperti nyamuk, tetapi penggunaannya dikurangi drastis karena akumulasi biologis dan kerusakan ekosistem. Chlordan juga dilarang di banyak negara karena toksisitasnya yang tinggi.
Tabel Perbandingan Aplikasi Haloalkana
| Aplikasi | Contoh Senyawa | Keterangan |
|---|---|---|
| Plastik | PVC, PTFE | Pipa, kabel listrik, lantai, dan kemasan plastik |
| Pelarut | Diklorometana, kloroform | Pembersihan dan pelarutan senyawa kimia di industri farmasi |
| Obat Anestesi | Halotan, sevofluran, desfluran | Anestesi umum untuk prosedur bedah |
| Pestisida | DDT, chlordan | Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman |
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp