Fitri Learning

BelajarSejarah SMA Kelas 12Bab 1

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan dengan Kekuatan Senjata

Sejarah SMA Kelas 12 · Bab 1: Jejak Sejarah Panjang dalam Mempertahankan Kemerdekaan

Kedatangan pasukan Sekutu (AFNEI) yang diboncengi NICA yang ingin memulihkan kekuasaan kolonial Belanda menimbulkan bentrokan bersenjata antara rakyat Indonesia dan Sekutu di berbagai daerah.

Pertempuran Medan Area (9 Oktober–10 Desember 1945)

Berawal dari kedatangan AFNEI dan NICA di Medan, ketegangan meningkat setelah insiden penembakan pemuda Indonesia di Jalan Bali. Pasukan TKR pimpinan Kolonel Ahmad Tahir bersama laskar rakyat melakukan perlawanan yang meluas dari pusat kota hingga pinggiran Medan.

Palagan Ambarawa (20 November–15 Desember 1945)

Ketegangan antara pasukan Indonesia dan Sekutu di Ambarawa, Jawa Tengah, berujung pengepungan oleh pasukan TKR pimpinan Kolonel Soedirman yang menerapkan taktik "supit urang" (pengepungan dua sisi), memaksa Sekutu mundur ke Semarang pada 15 Desember 1945.

Pertempuran Surabaya (10 November 1945)

Setelah tewasnya Brigjen Mallaby, Sekutu mengeluarkan ultimatum yang diabaikan rakyat Surabaya di bawah Bung Tomo. Pertempuran besar pada 10 November 1945 menewaskan ribuan pejuang, namun peristiwa ini dikenang sebagai Hari Pahlawan.

Pertempuran Merah Putih di Manado (14 Februari 1946)

Pemuda LAPRIS pimpinan Mayor Ventje Sumual merebut markas NICA dan mengibarkan bendera Merah Putih, meski akhirnya kota tak dapat dipertahankan dari serangan balasan NICA dan KNIL.

Bandung Lautan Api (23 Maret 1946)

Menghadapi ultimatum Sekutu, pejuang pimpinan Kolonel A.H. Nasution membakar Bandung Selatan sebelum mundur, agar kota tidak dapat dimanfaatkan Sekutu dan NICA.

Puputan Margarana (20 November 1946)

Di Bali, I Gusti Ngurah Rai memimpin perlawanan "puputan" (bertempur sampai mati) melawan pasukan NICA yang jauh lebih besar; ia gugur bersama pasukannya namun menjadi simbol perlawanan gigih rakyat Bali.

Perlawanan Rakyat Makassar (8–12 Desember 1946)

Dipimpin Jenderal Sudirman Dg Baco Karaeng Mallombassi, pasukan Indonesia menyerang markas NICA di Makassar. Meski akhirnya terdesak, perlawanan ini menunjukkan tekad rakyat Sulawesi Selatan menolak kembalinya kolonialisme.

Contoh soal

Soal. Apakah tindakan Bung Tomo membakar semangat rakyat Surabaya lewat siaran radio merupakan bentuk kepemimpinan efektif dalam masa revolusi?

Jawaban. Ya. Rakyat Surabaya tidak menyerah meski diancam ultimatum karena pidato-pidato Bung Tomo mengangkat semangat nasionalisme. Kepemimpinannya berperan bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikologis dan ideologis.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1: Kronologi Perlawanan Bersenjata

Tujuan. Mengidentifikasi perlawanan bersenjata di berbagai daerah, mengenal tokoh-tokohnya, serta menganalisis dampaknya bagi kelangsungan kemerdekaan.

  • Bentuk kelompok 4–5 orang, lalu pelajari data perlawanan bersenjata berikut (Tabel sederhana data perlawanan bersenjata):
  • Diskusikan dan jawab: apa latar belakang terjadinya pertempuran di masing-masing daerah? Siapa tokoh penting yang terlibat dan apa perannya?
  • Apa dampak pertempuran tersebut terhadap perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan bagaimana peran rakyat di dalamnya?
  • Susun hasil diskusi kelompok dalam bentuk peta konsep atau tabel ringkasan.
PeristiwaLokasiTokoh PentingDampak
Pertempuran SurabayaSurabayaBung Tomo, Arek SuroboyoSimbol perlawanan, lahirnya Hari Pahlawan
Pertempuran AmbarawaAmbarawaKolonel SoedirmanPenguatan semangat perlawanan rakyat
Medan AreaMedanPemuda Medan, Tentara Keamanan RakyatPerlawanan terhadap upaya Belanda masuk Sumatera

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →