Dinamika Perubahan Sosial dalam Mencapai Kemajuan
Sejak Masa Pencerahan abad ke-18 yang memicu Revolusi Industri di Inggris hingga gelombang revolusi kemerdekaan dari kolonialisme di abad ke-20, masyarakat terus mengalami perubahan besar menuju kemajuan. Salah satu wujud utamanya adalah modernisasi, yaitu proses peralihan dari masyarakat tradisional ke masyarakat modern lewat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (Schoorl, Moore, Koentjaraningrat, Soekanto, Susanto). Di Indonesia, modernisasi kerap disalahpahami sebagai westernisasi, padahal keduanya berbeda: modernisasi bertujuan mencapai kemajuan tanpa mempermasalahkan nilai agama, sedangkan westernisasi berfokus pada pembaratan budaya, dan sekularisasi memisahkan nilai agama dari urusan duniawi secara penuh, seperti terlihat pada tabel berikut.
| Persamaan dan perbedaan | Modernisasi | Westernisasi | Sekularisasi |
|---|---|---|---|
| Persamaan | Berfokus pada kepentingan duniawi, berasal dari negara-negara Barat, merupakan hasil perbandingan berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalisasi, dan melibatkan proses perubahan. | Fokus pada aspek-aspek duniawi, berasal dari negara-negara Barat, merupakan hasil perbandingan berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalisasi, dan melibatkan proses perubahan. | Berorientasi pada hal-hal duniawi, berasal dari negara-negara Barat, merupakan hasil perbandingan berbagai aspek kehidupan manusia yang dirasionalisasi, dan melibatkan proses perubahan. |
| Perbedaan | Diperlukan bagi negara yang ingin berkembang, tidak mempermasalahkan nilai-nilai agama, dan proses perkembangannya bersifat umum. | Fokus pada proses pembaratan, tidak mempersoalkan budaya Barat dan budaya lokal, serta budaya Barat dipandang sebagai pilihan utama. | Berorientasi sepenuhnya pada masalah duniawi, tidak terikat dengan nilai-nilai agama dan cenderung bersifat ilmiah, serta proses perkembangan terjadi di luar bidang agama. |
Modernisasi penting karena membuat hidup lebih praktis, efisien, dan produktif, dengan objek perubahan meliputi aspek sosio-demografis dan struktur organisasi sosial, serta gejala yang tampak di bidang budaya, politik, ekonomi, dan sosial. Soerjono Soekanto merumuskan syarat modernisasi meliputi cara berpikir ilmiah yang melembaga, administrasi negara yang baik, sistem data yang terorganisir, serta organisasi dan disiplin diri yang kuat, sementara Peter L. Berger mencatat ciri modernisasi berupa menipisnya solidaritas sosial, meluasnya kebebasan individu, dan orientasi ke masa depan.
Dampak positif perubahan sosial meliputi kemudahan dan kecepatan aktivitas (misalnya ponsel dan ATM), peningkatan kualitas individu lewat teknologi kesehatan seperti antibiotik, peningkatan integrasi sosial saat masyarakat bekerja sama menghadapi bencana, mobilitas sosial yang lebih cepat lewat kemajuan transportasi, serta berkembangnya pola pikir masyarakat lewat pertukaran informasi dan budaya. Sebaliknya, dampak negatifnya meliputi disorganisasi dan disintegrasi sosial akibat lunturnya norma dan nilai, meningkatnya masalah sosial seperti kriminalitas, kenakalan remaja, dan kejahatan kerah putih, serta kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam tanpa kendali, seperti polusi udara dan pencemaran tanah oleh pestisida.
Kegiatan Kelompok 2
Tujuan. Mensimulasikan diskusi tentang perubahan sosial yang sedang terjadi dan bagaimana masyarakat sebaiknya menyikapinya.
Langkah.
- Buatlah kelompok yang terdiri dari 3 orang.
Pilih salah satu dari isu di bawah ini untuk didiskusikan:
Diskusikan pertanyaan di bawah ini, pastikan setiap anggota menyampaikan ide dan gagasannya:
- Buat kesimpulan berdasarkan diskusi yang baru saja dilakukan.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp