Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 12Bab 1

Teori dan Bentuk Perubahan Sosial

Sosiologi SMA Kelas 12 · Bab 1: Dinamika Perubahan Sosial

Teori-teori Perubahan Sosial

Teori fungsionalisme (Talcott Parsons) memandang perubahan sebagai upaya menjaga keseimbangan sistem sosial lewat skema AGIL: Adaptasi, Pencapaian Tujuan (Goal Attainment), Integrasi, dan Latensi atau pemeliharaan pola. Teori konflik (Karl Marx, Ralf Dahrendorf) menekankan konflik antarkelas sebagai pendorong utama perubahan — semakin intens konflik, semakin besar reorganisasi struktur sosial yang terjadi. Teori siklus (Pitirim A. Sorokin) memandang perubahan berputar dalam tiga sistem kebudayaan — ideasional, idealistis, dan indrawi — tanpa arah linear yang jelas antara tahap primitif, tradisional, dan modern. Teori perkembangan (linier) terbagi menjadi teori evolusi, yang menyatakan masyarakat berkembang bertahap dari sederhana menuju kompleks (Comte, Spencer, Durkheim, Weber), dan teori revolusi (Marx), yang memandang perubahan sebagai lompatan besar lewat perjuangan kelas dari feodal menuju kapitalis. Teori gerakan sosial (Piotr Sztompka) menjelaskan perubahan lewat gerakan kolektif yang oleh David Aberle diklasifikasikan menjadi alternative movement, redemptive movement, reformative movement, dan transformative movement. Teori modernisasi menyatakan negara berkembang akan mengikuti jejak negara industri Barat menuju kemajuan, ditandai penurunan angka kematian-kelahiran, keterbukaan stratifikasi sosial, dan pertumbuhan ekonomi industrial, yang oleh Huntington sering diwujudkan sebagai Eropanisasi, Amerikanisasi, atau Westernisasi.

Teori Siklus
Teori Siklus
Teori Perkembangan
Teori Perkembangan

Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Berdasarkan kecepatan, perubahan sosial dapat berupa evolusi — bertahap, tidak direncanakan, mengikuti teori unilinear, cyclical, universal, atau multilinear — atau revolusi, yaitu perubahan cepat dan mendasar yang memerlukan keinginan masyarakat, pemimpin yang mampu memimpin, tujuan konkret, dan momentum yang tepat, seperti Revolusi Kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan skala dampaknya, ada perubahan kecil yang tidak memengaruhi struktur sosial secara signifikan (misalnya perubahan mode pakaian) dan perubahan besar yang berpengaruh luas pada masyarakat dan lembaganya (misalnya urbanisasi). Berdasarkan perencanaannya, ada perubahan yang dikehendaki atau direncanakan oleh agent of change lewat perencanaan sosial (misalnya Program Keluarga Berencana), dan perubahan yang tidak dikehendaki yang menghasilkan dampak tak terduga (misalnya penggunaan traktor yang mengikis kegotongroyongan). Terakhir, ada perubahan struktural yang menyebabkan reorganisasi mendasar (seperti desentralisasi pemerintahan) dan perubahan proses yang bersifat penyempurnaan tanpa mengubah dasar (seperti revisi kurikulum pendidikan).

Masyarakat Itu Seperti Spiral, Bukan Garis Lurus!

Teori Siklus menyebutkan bahwa peradaban akan berputar kembali ke awal setelah mencapai puncaknya. Artinya, apa yang kita alami sekarang bisa jadi pengulangan dari zaman dahulu dengan bentuk yang berbeda tapi pola yang sama.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1

Tujuan. Mengamati dan menganalisis bentuk-bentuk perubahan sosial yang terjadi di sekitar kalian.

Langkah.

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Perhatikan dan identifikasi perubahan sosial di sekitar kalian.
  3. Kategorikan perubahan tersebut, apakah termasuk perubahan kecil/besar, cepat/lambat, direncanakan/tidak direncanakan.
  4. Analisis dampak positif dan negatif perubahan tersebut terhadap masyarakat.
  5. Diskusikan faktor penyebab perubahan sosial yang kalian amati.
  6. Paparkan di depan kelas atau dalam bentuk poster sederhana.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →