Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 12Bab 2

Tanggapan Masyarakat terhadap Globalisasi dan Era Digital

Sosiologi SMA Kelas 12 · Bab 2: Globalisasi dan Kehidupan di Era Digital

Globalisasi dan perkembangan teknologi digital membawa berbagai dampak bagi masyarakat di seluruh dunia. Tidak semua masyarakat merespons dengan cara yang sama — sebagian menerima, menolak, atau menyesuaikan diri berdasarkan konteks lokal, budaya, dan ekonomi masing-masing.

Reaksi Komunitas Lokal terhadap Globalisasi

Roland Robertson memperkenalkan konsep glokalisasi, yaitu bagaimana komunitas lokal memadukan unsur global dan lokal menjadi bentuk baru yang disesuaikan dengan budaya mereka, misalnya produk global seperti makanan cepat saji yang diadopsi dengan sentuhan lokal. Kennedy menyebut fenomena serupa sebagai kreolisasi, yaitu pencampuran elemen budaya lokal dan global yang menghasilkan budaya hibrida, seperti musik modern yang menggabungkan alat musik tradisional dengan pengaruh internasional.

Pandangan Masyarakat mengenai Globalisasi

Terdapat tiga kelompok besar dengan perspektif berbeda terhadap globalisasi. Kelompok skeptis, seperti Ulrich Beck, meyakini dampak globalisasi sering dilebih-lebihkan karena negara dan perusahaan multinasional masih mengontrol produksi dan konsumsi, sehingga ketidaksetaraan antarnegara tetap kuat. Kelompok hiperglobalis memandang globalisasi sebagai kekuatan positif tak terelakkan yang membawa kemakmuran dan modernisasi lewat arus bebas perdagangan dan teknologi, meski dikritik karena mengabaikan dampak ketimpangan sosial. Kelompok transformasionalis berada di tengah, meyakini globalisasi terjadi secara kompleks dan berbeda-beda di setiap tempat, mengubah struktur politik-ekonomi-budaya secara mendalam tanpa arah yang linear.

Sikap Selektif terhadap Globalisasi dan Teknologi Digital

Menghadapi globalisasi dan teknologi digital, masyarakat perlu bersikap selektif — tidak sepenuhnya menolak atau menerima, melainkan memilih elemen yang paling bermanfaat. Sikap ini diwujudkan dengan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan ekonomi tanpa mengabaikan budaya lokal, meningkatkan literasi digital agar masyarakat mampu menyaring informasi secara bijak, serta membatasi penetrasi budaya luar yang tidak sesuai nilai lokal sembari tetap terbuka pada inovasi positif dari luar negeri.

Menghadapi Tantangan di Era Digital

Menurut Selo Soemardjan, bangsa Indonesia membutuhkan empat unsur kepribadian untuk menghadapi tantangan globalisasi: ketangguhan sosial untuk beradaptasi dengan perubahan cepat tanpa kehilangan jati diri nasional, semangat gotong royong yang diaktualisasikan dalam mengatasi tantangan global seperti kesenjangan digital dan perubahan iklim, kesadaran budaya agar tidak sepenuhnya terserap budaya global yang dominan, serta kreativitas dan inovasi agar masyarakat mampu bersaing dan menciptakan solusi di era digital.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 2

Tujuan. Menggali pandangan masyarakat sekitar terhadap globalisasi dan digitalisasi lewat wawancara sederhana.

Langkah.

  1. Buatlah kelompok yang terdiri dari 4-6 orang.
  2. Cari 3 narasumber untuk diwawancarai (keluarga, tetangga, guru).
  3. Siapkan beberapa pertanyaan mengenai globalisasi, contoh:

  4. Kumpulkan dan analisis hasil jawaban.
  5. Diskusikan kesimpulan kelompok tentang sikap masyarakat.
  6. Bagikan kesimpulan diskusimu kepada media sosial agar masyarakat dapat lebih sadar akan globalisasi dan segala dampaknya.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →