Perubahan Sosial
Perubahan sosial adalah proses transformasi struktur sosial dan pola interaksi masyarakat yang mencakup ekonomi, politik, budaya, dan teknologi, dipercepat oleh globalisasi dan digitalisasi. Perjalanan masyarakat dapat ditelusuri dari masyarakat pemburu-pengumpul yang egaliter dan nomaden, masyarakat penggembala yang bergantung pada migrasi ternak, masyarakat pertanian pedesaan dengan hierarki berbasis kepemilikan lahan, masyarakat pertanian maju yang beralih ke agribisnis komersial, masyarakat industri yang berpusat pada pabrik dan urbanisasi, hingga masyarakat pasca-industrialisasi yang didominasi sektor jasa dan ekonomi berbasis pengetahuan. Inovasi seperti "gig economy" mengubah struktur ekonomi dan hubungan kerja, sementara media sosial memainkan peran besar dalam pembentukan opini publik dan penyebaran kekuasaan yang lebih tersebar.
Pengaruh Dominasi
Dominasi ekonomi terlihat dari kendali negara maju dan perusahaan multinasional atas pasar global, menjadikan negara berkembang produsen bahan mentah atau tenaga kerja murah sehingga kesenjangan kaya-miskin semakin lebar. Dominasi budaya tampak dari penyebaran konsumerisme dan hedonisme yang mengikis nilai-nilai lokal dan memperlemah identitas budaya. Dominasi teknologi digital memperbesar kendali negara maju atas informasi dan ekonomi global, menciptakan kesenjangan digital yang menghambat partisipasi negara berkembang, memicu krisis identitas generasi muda yang terjepit antara tradisi dan modernitas, serta melemahkan kedaulatan negara berkembang lewat ketergantungan pada bantuan atau utang luar negeri.
Kesulitan Beradaptasi
Tidak semua masyarakat mampu menyesuaikan diri dengan cepatnya perubahan akibat globalisasi dan digitalisasi. Kesulitan ini disebabkan kesenjangan akses teknologi akibat infrastruktur buruk dan biaya tinggi, perubahan sosial-budaya yang cepat sehingga nilai global yang individualistis berbenturan dengan budaya lokal yang kolektif, ketimpangan ekonomi yang membuat masyarakat kurang mampu lebih sulit beradaptasi, kurangnya pendidikan dan literasi digital, serta kesenjangan informasi yang membuat sebagian masyarakat terjebak dalam cara hidup lama.
Krisis Identitas dalam Masyarakat
Social Identity Theory yang dikemukakan Henri Tajfel membagi identitas menjadi identitas sosial (berdasarkan keanggotaan kelompok seperti kebangsaan, agama, atau suku, yang kerap teruji saat budaya global mendominasi) dan identitas pribadi (karakteristik individu yang semakin sulit dipertahankan di tengah beragam pilihan gaya hidup global). Ketika kedua identitas ini tidak lagi terintegrasi harmonis, muncul krisis identitas — terutama pada generasi muda yang terjepit antara tradisi lokal dan nilai-nilai global yang disebarkan lewat teknologi dan media sosial.
Kegiatan Kelompok 1
Tujuan. Mengamati dan menganalisis masalah sosial yang muncul akibat globalisasi atau era digital di lingkungan sekitar.
Langkah.
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 4–5 orang.
- Amati lingkungan sekitar kalian, baik di sekolah, keluarga, atau masyarakat.
Identifikasi dan catat minimal 2 contoh masalah sosial yang muncul akibat globalisasi atau era digital, contoh:
Untuk setiap masalah sosial yang ditemukan, diskusikan:
- Susun hasil pengamatan dan analisis kalian dalam bentuk tabel seperti berikut.
| Masalah Sosial | Bentuk Perilaku/Fenomena | Faktor Penyebab | Dampak Terhadap Masyarakat |
|---|---|---|---|
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp