Fitri Learning

BelajarBahasa Indonesia SMP Kelas 7Bab 2

Langkah-Langkah Membaca dan Menentukan Informasi dalam Teks Dongeng Fantasi

Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 · Bab 2: Menciptakan Dunia Imajinasi Lewat Teks Dongeng Fantasi

a.

Bacalah teks dongeng fantasi secara menyeluruh

Lakukan pembacaan lebih dari satu kali jika perlu, agar kamu benar-benar memahami isi dan alur ceritanya.

b.

Catat tokoh-tokoh yang muncul dan perwatakannya

Perhatikan siapa tokoh utamanya, bagaimana sikap atau sifatnya, dan bagaimana tokoh tersebut berkembang selama cerita berlangsung.

c.

Identifikasi latar cerita

Latar mencakup waktu, tempat, dan kondisi sosial tempat peristiwa terjadi. Latar dalam dongeng fantasi bisa sangat unik, seperti negeri awan, kota bawah laut, atau hutan sihir.

d.

Analisis alur cerita

Umumnya alur dalam dongeng fantasi terdiri dari orientasi, yaitu pengenalan tokoh dan situasi awal; komplikasi, yaitu munculnya masalah atau konflik; resolusi, yaitu penyelesaian masalah; serta koda, yaitu pesan atau kesimpulan di akhir cerita.

e.

Tentukan gagasan pokok dari cerita

Gagasan pokok biasanya muncul dari rangkaian peristiwa yang dialami tokoh utama. Gagasan ini menjadi inti dari cerita dan mengarahkan pembaca pada pesan moral atau tujuan cerita.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, kamu tidak hanya akan menikmati cerita fantasi, tetapi juga bisa menyerap pesan-pesan penting yang terkandung di dalamnya. Ingat, membaca teks dongeng fantasi adalah kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bisa membuat kamu lebih peka terhadap nilai-nilai kehidupan.

Sudah siap mencoba menerapkannya? Yuk, kita lanjutkan ke kegiatan berikutnya!

👥

Kegiatan Kelompok 1

Judul:

Membaca dan Menganalisis Ciri Dongeng Fantasi “Burung Merak dan Burung Pipit”

Tujuan:

Peserta didik mampu memahami dan membandingkan informasi berupa gagasan, pikiran, dan pesan dari dua teks dongeng fantasi.

Kerja Kelompok

1.

  • Bentuklah kelompok kecil (3–5 orang) dalam kelasmu.

2.

  • Bacalah dongeng berikut ini dengan saksama.

Burung Merak dan Burung Pipit

Di sebuah taman kerajaan, hidup seekor burung merak yang sangat cantik dan bangga akan bulu ekornya yang indah. Ia sering menari-nari di bawah sinar matahari hanya untuk memamerkan keindahan bulunya kepada hewan-hewan lain.

“Lihat aku! Siapa yang lebih indah dariku?” kata Merak sambil membentangkan ekornya. Semua hewan terkagum-kagum, kecuali seekor burung pipit kecil yang hanya duduk diam di dahan pohon.

“Keindahan bukan segalanya,” gumam Pipit. “Lebih baik bermanfaat daripada hanya menjadi pajangan.”

Mendengar itu, Merak tertawa keras. “Apa gunanya burung kecil sepertimu? Bahkan suaramu saja hampir tak terdengar.”

Beberapa minggu kemudian, musim hujan tiba. Angin kencang dan hujan deras membuat banyak hewan mencari tempat berlindung. Merak, yang sering berada di tempat terbuka, basah kuyup dan tidak mampu terbang karena bulunya berat oleh air.

Pipit melihat Merak kesulitan. Dengan cepat, ia memandu Merak menuju celah batu tempat ia biasa berteduh. Merak pun berterima kasih, meski malu.

“Keindahanmu memang mengagumkan,” kata Pipit, “Tapi kebijaksanaan dan sikap rendah hati juga penting dalam hidup.”

Sejak hari itu, Merak tak lagi sombong. Ia tetap cantik, tetapi kini lebih ramah dan menghargai burung lain.

Diskusi Kelompok

3.

  • Diskusikan dengan kelompokmu: apa saja ciri-ciri dongeng fantasi dalam cerita “Burung Merak dan Burung Pipit”?

4.

  • Bandingkan ciri-ciri itu dengan cerita “Kura-Kura dan Monyet” yang sudah kamu pelajari sebelumnya. Gunakan tabel berikut untuk mencatat hasil pengamatan kelompokmu.

No

Ciri Dongeng Fantasi

Bukti “Kura-Kura dan Monyet”

Bukti “Burung Merak dan Burung Pipit”

1

Bersifat fiksi (rekaan); kisah dibuat dari imajinasi dengan kejadian yang bersifat khayalan (fantasi) belaka.

Kura-kura dan monyet digambarkan bisa bicara dan menanam pohon sendiri.

………………

2

Penggambaran tokoh bersifat “hitam putih”. Tokoh jahat selalu digambarkan jahat, tokoh baik selalu digambarkan baik.

Monyet digambarkan sebagai tokoh rakus dan egois, Kura-kura digambarkan sabar dan baik hati.

………………

3

Tokoh baik mendapat akhir bahagia, tokoh jahat mendapat balasan atas perbuatannya.

Kura-kura berhasil panen pisang dan meninggalkan Monyet yang rakus.

………………

4

Mengandung pesan moral atau nilai kehidupan.

Jangan serakah dan egois terhadap teman; kerja sama lebih penting daripada keegoisan.

………………

💡 Tahukah Kamu?

Kisah tentang hewan yang saling menasihati seperti dalam dongeng "Burung Merak dan Burung Pipit" termasuk dalam tradisi fabel, salah satu jenis dongeng fantasi tertua di dunia. Fabel dikenal luas lewat kumpulan Fabel Aesop dari Yunani Kuno serta Kalila wa Dimna dari Persia, yang keduanya memakai tokoh hewan untuk menyampaikan pesan moral — tradisi yang juga hidup subur dalam dongeng-dongeng Nusantara.

3

Berlatih Berbicara dan Melakukan Presentasi Dongeng Fantasi secara Lisan

+

Keterampilan berbicara dan melakukan presentasi merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan ini tidak hanya berguna di kelas, tetapi juga di kehidupan sehari-hari, terutama saat kamu harus menyampaikan ide, menyampaikan pendapat, atau bahkan tampil di depan umum. Dalam konteks dongeng fantasi, kamu akan belajar menyampaikan cerita secara lisan dan melakukan presentasi dengan ekspresif dan meyakinkan.

Membawakan dongeng fantasi secara lisan berarti kamu tidak sekadar membaca cerita, melainkan menghidupkan cerita tersebut melalui suara, ekspresi, dan gerakan tubuh. Dalam sebuah presentasi dongeng, kamu akan bertindak seperti pendongeng atau narator yang membawa pendengar masuk ke dalam dunia imajinasi cerita. Keterampilan ini bisa sangat menyenangkan dan membantumu meningkatkan kepercayaan diri.

Agar kamu dapat berbicara dan mempresentasikan dongeng fantasi dengan baik, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

a.

Pahami isi dongeng dengan baik.

  • Ketahui siapa tokohnya, di mana latarnya, bagaimana alurnya, dan apa pesan moralnya.

b.

Tentukan gaya bicaramu saat presentasi.

  • Sesuaikan intonasi, tempo, dan volume suara agar pendengar tidak bosan.

c.

Gunakan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang mendukung.

  • Misalnya, membelalakkan mata saat adegan mengejutkan, atau menurunkan suara saat menyampaikan bagian sedih.

d.

Latih presentasimu di depan cermin atau teman.

  • Minta masukan tentang cara bicaramu, ekspresimu, dan penyampaian isi cerita.

e.

Berlatih menyusun urutan cerita secara runtut dan menarik.

  • Pastikan kamu tidak melompat-lompat saat mempresentasikan isi dongeng.

Melalui latihan berbicara dan presentasi dongeng fantasi, kamu akan semakin terampil dalam menyampaikan gagasan dan pesan secara lisan. Kamu juga akan belajar menguasai panggung, mengatasi rasa gugup, serta membuat pendengar tertarik dan terhibur dengan ceritamu.

Sekarang, saatnya kamu membuktikan kemampuan berbicaramu dengan mempresentasikan dongeng fantasi secara langsung. Yuk, lanjutkan ke kegiatan berikut!

👥

Kegiatan Kelompok 2

Judul:

Berlatih Menyampaikan Gagasan Melalui Presentasi Cerita Fantasi

Tujuan:

Peserta didik dapat menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, dan pemahaman isi cerita dongeng fantasi secara lisan melalui kegiatan presentasi kelompok.

Petunjuk Kegiatan

1.

  • Bentuk kelompok terdiri atas 4–5 orang.

2.

  • Bacalah dongeng fantasi berikut ini secara bergiliran dan saksama bersama kelompokmu.

Rubah dan Burung Gagak

Di suatu pagi, seekor Burung Gagak sedang terbang membawa sepotong roti yang baru saja ia temukan. Ia mendarat di dahan pohon yang tinggi, menikmati sarapannya sambil bernyanyi kecil.

Seekor Rubah licik yang sedang kelaparan melihat Gagak di atas pohon. Ia mencium aroma roti yang menggoda dan langsung menyusun rencana.

“Hai Gagak, suaramu pasti merdu seperti wajahmu yang gagah. Bisakah aku mendengar nyanyianmu yang terkenal itu?” kata Rubah memuji.

Gagak tersipu. Ia begitu senang dipuji hingga lupa bahwa ada roti di paruhnya. Ia pun membuka paruh dan mulai bernyanyi, “Kraaaaak…”—roti pun jatuh ke tanah, tepat di depan Rubah.

Rubah langsung menangkap roti itu dan berkata, “Terima kasih, Gagak. Nyanyianmu sungguh… tak tertandingi.” Lalu ia pergi sambil tertawa.

Gagak menatap kosong. Ia menyadari kesalahannya karena terlalu mudah percaya dan silau oleh pujian. Sejak hari itu, ia berjanji untuk tidak mudah terbuai lagi.

3.

  • Diskusikanlah dengan kelompokmu untuk menentukan unsur-unsur cerita berikut:

No

Unsur Cerita

Penjelasan

1

Pokok Pikiran

………………

2

Tokoh dan Watak

………………

3

Latar

………………

4

Amanat

………………

4.

  • Rangkailah unsur-unsur cerita yang telah dicatat menjadi ringkasan isi cerita, lengkap dengan tema dan amanatnya.

5.

  • Laporkan hasil kerja kelompokmu di depan kelas melalui

juru bicara

  • .

6.

  • Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberi tanggapan atau saran terhadap presentasi kelompokmu.

7.

  • Berdasarkan tanggapan yang masuk, perbaiki kembali presentasi kelompokmu agar semakin baik dan minim kesalahan.

💡 Tahukah Kamu?

Dongeng "Rubah dan Burung Gagak" merupakan salah satu kisah fabel paling tua dan tersebar di dunia. Versi aslinya berasal dari Fabel Aesop berjudul "The Fox and the Crow" yang ditulis lebih dari 2.500 tahun lalu. Pesannya tentang bahaya mudah terbuai pujian ini diceritakan ulang dalam banyak bahasa dan budaya, termasuk versi-versi lokal di Nusantara, karena nilainya yang tetap relevan sepanjang zaman.

✏️

Kegiatan Singkat 3

Judul:

Mempresentasikan Informasi Dongeng Fantasi kepada Orang Lain

Tujuan:

Peserta didik dapat menyampaikan informasi dari teks dongeng fantasi kepada orang lain secara lisan dan terstruktur.

Petunjuk Kegiatan

1.

Carilah sebuah dongeng fantasi

dari sumber internet yang berbeda dari yang sudah digunakan sebelumnya. Kamu boleh memilih dongeng dari situs web, buku digital, atau blog edukatif. Contoh tema: dongeng “Anak Gembala dan Serigala”, “Naga Penjaga Gunung Es”, atau dongeng asli daerah seperti “Si Lancang”. Jangan lupa mencatat judul cerita, pengarang (jika ada), dan link sumbernya secara lengkap.

2.

Bacalah dongeng fantasi pilihanmu dengan teliti.

Setelah membaca, catat dan analisis: ciri-ciri dongeng fantasi yang terlihat, bukti tersurat (langsung terlihat dalam teks), dan bukti tersirat (makna yang tersembunyi).

3.

Tentukan unsur-unsur cerita yang kamu temukan

lalu rangkum dalam bentuk ringkasan isi cerita. Pastikan kamu menyebutkan: pokok pikiran, tokoh dan wataknya, latar cerita, alur cerita, amanat atau pesan moral. Tambahkan juga tema cerita dan gaya bahasa khas jika kamu menemukannya.

4.

Susun hasil analisismu menjadi bahan presentasi.

Kamu boleh menyampaikan dalam bentuk lisan di depan kelas, atau direkam dan diputar di kelas (jika memungkinkan). Gunakan suara yang jelas, intonasi yang tepat, dan sampaikan isi cerita dengan runtut serta menarik.

Pertanyaan

a.

  • Apa yang membuat dongeng ini masuk ke dalam kategori dongeng fantasi?

b.

  • Apa nilai kehidupan yang bisa kamu ambil dari cerita ini?

c.

  • Siapa tokoh utama dan bagaimana karakternya berkembang sepanjang cerita?

d.

  • Apa konflik utama dalam dongeng tersebut dan bagaimana penyelesaiannya?

e.

  • Bagaimana pendapatmu tentang akhir cerita? Apakah kamu setuju dengan cara cerita berakhir? Mengapa?

f.

  • Jika kamu bisa mengubah satu bagian dari cerita, bagian mana yang akan kamu ubah dan kenapa?

Kegiatan ini akan membantumu untuk melatih kemampuan literasi, berpikir kritis, dan menyampaikan ide secara lisan. Dengan sering membaca dan mempresentasikan cerita, kamu tidak hanya akan memahami makna cerita, tetapi juga menjadi pembicara yang percaya diri dan komunikatif.

4

Menulis Teks Dongeng Fantasi dari Gagasan dan Imajinasi

+

Menulis cerita dongeng fantasi merupakan salah satu bentuk kegiatan literasi yang sangat menarik dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, kamu bisa melatih kepekaan imajinasi dan kemampuan berpikir kreatifmu sebagai modal dasar dalam menciptakan kisah yang penuh warna. Imajinasi adalah karunia luar biasa dari Tuhan yang patut kita syukuri. Dengan imajinasi, kamu bisa membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi, menciptakan tokoh-tokoh ajaib, dunia yang tidak nyata, dan peristiwa-peristiwa unik yang seru untuk disimak.

Cerita dongeng fantasi dapat dikembangkan dari berbagai sumber gagasan, seperti pengalaman pribadi yang diubah menjadi petualangan ajaib, cerita rakyat yang dimodifikasi, atau kejadian sehari-hari yang diberi sentuhan khayalan. Bahkan, benda mati pun bisa dihidupkan sebagai tokoh cerita fantasi jika kamu menggunakan kekuatan imajinasimu dengan maksimal.

Kekuatan utama dari cerita fantasi terletak pada kebebasan berimajinasi. Kamu bisa menciptakan dunia yang tidak terbatas ruang dan waktu. Seperti halnya Albert Einstein pernah berkata bahwa “imajinasi lebih penting daripada pengetahuan”, karena imajinasi mampu membawa manusia ke tempat yang tak terjangkau oleh logika semata. Pengetahuan mungkin mengarahkanmu dari titik A ke B, tetapi imajinasi bisa membawamu ke mana pun kamu mau.

Nah, luar biasa bukan? Dengan kepekaan dan keberanian mengeksplorasi imajinasi, kamu bisa menjadi seorang pengarang muda yang hebat. Kamu bisa mengubah pengalaman makan siang di rumah menjadi cerita tentang seorang anak yang menemukan pintu rahasia ke kerajaan awan. Atau menulis tentang seekor semut kecil yang berhasil menyelamatkan dunia bawah tanah dari serangan monster.

Meskipun demikian, kebebasan dalam menulis cerita fantasi tetap perlu mengikuti kaidah-kaidah logis dan sistematis. Cerita yang kamu tulis tetap harus memiliki alur yang runtut, tokoh yang konsisten, serta pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Walaupun fiksi dan bersifat rekaan, cerita fantasi yang baik tetap dapat menyampaikan nilai-nilai kehidupan dan membentuk karakter pembacanya, terutama anak-anak.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →