Dalam menulis dongeng fantasi, pengarang menggunakan berbagai cara untuk menggambarkan watak tokoh agar pembaca dapat memahami sifat dan karakteristik tokoh tersebut. Teknik penggambaran watak dibagi menjadi dua, yaitu
teknik analitik (langsung)
dan
teknik dramatik (tidak langsung)
.
a. Teknik Analitik (Teknik Langsung)
Pengertian:
Teknik analitik adalah cara menggambarkan watak tokoh secara langsung. Artinya, pengarang menyebutkan secara eksplisit sifat atau kepribadian tokoh dalam narasi. Pembaca tidak perlu menafsirkan, karena watak tokoh sudah dijelaskan dengan jelas.
Ciri-ciri Teknik Analitik:
1.
- Watak tokoh dijelaskan secara eksplisit.
2.
- Dinyatakan langsung dalam narasi.
3.
- Tidak memerlukan penafsiran dari pembaca.
4.
- Cocok untuk memperkenalkan tokoh secara cepat.
Contoh 1:
“Dinda adalah gadis pemberani dan jujur. Ia tidak pernah takut menyuarakan pendapatnya, meskipun harus berhadapan dengan bahaya.”
Contoh 2:
“Raja Zarkon sangat kejam. Ia tidak segan menghukum rakyatnya hanya karena kesalahan kecil.”
b. Teknik Dramatik (Teknik Tidak Langsung)
Pengertian:
Teknik dramatik adalah cara menggambarkan watak tokoh secara tidak langsung, yaitu melalui tindakan, ucapan, pikiran, reaksi tokoh lain, atau suasana lingkungan. Pembaca perlu menafsirkan watak tokoh berdasarkan informasi yang ditampilkan dalam cerita.
Ciri-ciri Teknik Dramatik:
1.
- Watak tidak dijelaskan secara langsung.
2.
- Pembaca menyimpulkan sendiri watak tokoh dari konteks cerita.
3.
- Terasa lebih alami dan menyatu dengan alur.
4.
- Memperkuat daya imajinasi pembaca.
Dalam teknik dramatik, pengarang biasanya menggunakan tiga cara utama berikut:
Melalui Pelukisan Latar Tokoh
Pengarang menggambarkan tempat, suasana, atau kondisi yang mencerminkan sifat tokoh. Latar bisa menjadi petunjuk tentang kebiasaan, kehidupan, atau perasaan tokoh.
“Raka tinggal di rumah kecil yang dikelilingi buku-buku tebal, lukisan planet, dan tumpukan kertas berisi rumus. Tak heran, ia dikenal sebagai anak jenius di kampungnya.”
Dari latar tempat ini, pembaca bisa menyimpulkan bahwa Raka adalah anak yang rajin belajar dan cerdas.
Melalui Percakapan, Pikiran, Perasaan, dan Perbuatan Tokoh
Watak tokoh ditunjukkan lewat dialog, isi hati, tindakan, dan pilihan yang dibuat oleh tokoh tersebut dalam cerita.
““Aku tidak bisa biarkan Nara dihukum hanya karena aku diam,” kata Seno pelan. Ia melangkah maju ke hadapan guru dengan gemetar, tapi matanya mantap. “Sayalah yang menjatuhkan guci itu.””
Kita bisa menilai bahwa Seno adalah anak yang jujur dan bertanggung jawab.
Melalui Reaksi Tokoh Lain terhadap Tokoh Tertentu
Watak tokoh bisa ditampilkan melalui tanggapan atau respons dari tokoh lain dalam cerita.
““Aku tak pernah melihat seseorang begitu sabar menghadapi Ula,” bisik Mira pada Lintang. “Padahal anak itu suka marah-marah. Tapi Rio selalu tenang.””
Dari ucapan Mira, pembaca bisa menilai bahwa Rio adalah anak yang sabar dan bijaksana.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp