Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 1

Besaran Pokok dan Besaran Turunan

IPA SMP Kelas 7 · Bab 1: Besaran dan Pengukuran dalam Kehidupan

Definisi Besaran

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai berbagai hal yang dapat diukur, seperti panjang, waktu, massa, dan volume. Segala sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dengan angka disebut besaran. Contohnya, berat badan, tinggi badan, waktu berlari, atau volume air minum yang kita konsumsi. Untuk mengukur semua itu, kita menggunakan alat ukur yang berbeda-beda sesuai jenis besarannya.

  • Massa diukur dengan neraca.
  • Panjang diukur menggunakan mistar, jangka sorong, atau mikrometer sekrup.
  • Waktu diukur dengan jam, arloji, atau stopwatch.
  • Volume benda yang teratur dapat diukur dengan rumus matematika atau alat ukur tertentu.

Setiap besaran memiliki nilai dan satuan. Misalnya, Andi menempuh jarak sejauh 300 meter saat berjalan ke sekolah. Nilai besaran adalah 300, sedangkan satuannya adalah meter (m). Jika Amir membeli 10 liter bensin, maka 10 menunjukkan nilai besaran dan liter (L) menunjukkan satuannya.

Jenis-Jenis Besaran

Besaran dikelompokkan menjadi dua, yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya sudah ditetapkan secara internasional dan tidak diturunkan dari besaran lain. Sedangkan besaran turunan berasal dari hasil penggabungan beberapa besaran pokok.

Besaran Pokok

Besaran pokok merupakan dasar dari sistem satuan yang digunakan di seluruh dunia, disebut Sistem Internasional (SI). Ada tujuh besaran pokok beserta satuannya seperti pada tabel berikut.

NoNama BesaranSatuanSingkatan
1Panjangmeterm
2Massakilogramkg
3Waktusekons
4SuhukelvinK
5Kuat arus listrikampereA
6Jumlah zatmolmol
7Intensitas cahayakandelacd
  • Panjang: dalam SI, satuan panjang dinyatakan dalam meter (m). Kini satu meter standar didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama waktu tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, panjang juga dinyatakan dalam satuan lain seperti kilometer (km), sentimeter (cm), atau milimeter (mm). Hubungan antarsatuan panjang: 1 km = 1.000 m, 1 m = 100 cm, 1 cm = 10 mm, 1 inci = 2,54 cm, 1 mil = 1,6093 km.
  • Massa: menunjukkan banyaknya materi yang terkandung dalam suatu benda, dengan satuan SI kilogram (kg). Massa bersifat tetap di mana pun benda berada, sedangkan berat bergantung pada gaya gravitasi Bumi. Hubungan antarsatuan massa: 1 ton = 10 kuintal, 1 kuintal = 100 kg, 1 kg = 1.000 g, 1 g = 1.000 mg, 1 ons = 100 g.
Penggunaan timbangan tradisional di pasar
Penggunaan timbangan tradisional di pasar
  • Waktu: satu sekon kini didefinisikan berdasarkan getaran atom sesium-133 sebanyak 9.192.631.770 kali. Dalam kehidupan sehari-hari kita juga mengenal satuan menit, jam, hari, minggu, dan tahun: satu hari = 24 jam, satu jam = 60 menit, satu menit = 60 sekon.
  • Suhu: menunjukkan derajat panas atau dingin suatu benda, diukur dengan termometer raksa, alkohol, atau digital. Dalam SI satuan suhu adalah Kelvin (K), sedangkan sehari-hari menggunakan Celsius (°C), dengan hubungan T = t + 273. Contoh: jika suhu air 65°C, maka T = 65 + 273 = 338 K.

Besaran Turunan

Besaran turunan diperoleh dari penggabungan beberapa besaran pokok. Contohnya adalah luas, volume, kecepatan, gaya, massa jenis, dan energi.

  • Luas: merupakan besaran turunan dari panjang, dengan rumus L = p × l. Satuan yang sering digunakan antara lain cm², m², hektar, dan km², dengan hubungan 1 hektar = 10.000 m², 1 are = 100 m², 1 m² = 10⁴ cm².
  • Volume: menunjukkan ruang yang ditempati suatu benda, dengan rumus V = sisi × sisi × sisi. Selain meter kubik, satuan volume yang sering digunakan adalah liter (L) dan sentimeter kubik (cm³), dengan 1.000 cm³ = 1 liter.
  • Berat: termasuk besaran turunan karena diturunkan dari massa dan percepatan gravitasi, dengan rumus w = m × g, di mana w = berat benda (N), m = massa benda (kg), dan g = percepatan gravitasi Bumi (m/s²).
  • Gaya: adalah dorongan atau tarikan yang dapat mengubah gerak atau bentuk suatu benda, dengan rumus F = m × a. Satuan gaya dalam SI adalah Newton (N).
  • Massa Jenis: diturunkan dari besaran pokok massa dan panjang, menunjukkan seberapa padat suatu benda, dengan rumus ρ = m ÷ V, di mana ρ = massa jenis (kg/m³), m = massa benda (kg), dan V = volume benda (m³).
Contoh soal

Soal. Rani menimbang batu dan mendapatkan massanya 2 kg. Ia kemudian mengukur volumenya sebesar 0,001 m³. Berdasarkan hasil pengukuran tersebut, tentukan jenis besaran yang sedang diukur Rani dan termasuk ke dalam kelompok besaran apa!

Pembahasan. Rani mengukur massa dan volume. Massa merupakan besaran pokok karena satuannya (kilogram) sudah ditetapkan dalam Sistem Internasional (SI) dan tidak diturunkan dari besaran lain. Sementara itu, volume merupakan besaran turunan karena berasal dari hasil perkalian antara panjang × panjang × panjang (m × m × m = m³). Dengan demikian, dalam kegiatan Rani, ia menggunakan satu besaran pokok dan satu besaran turunan secara bersamaan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →