Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan pengukuran terhadap suhu, panjang, dan massa. Agar hasil pengukuran dapat dipercaya dan dapat dibandingkan oleh semua orang, digunakanlah alat ukur baku dengan satuan baku. Satuan baku adalah satuan yang menghasilkan hasil pengukuran yang tetap dan sama untuk semua orang, tidak bergantung pada siapa yang mengukur. Namun, dalam kegiatan sehari-hari juga masih banyak masyarakat yang menggunakan satuan tidak baku seperti bagian tubuh manusia sebagai acuan, misalnya jengkal, hasta, depa, langkah, dan telapak tangan. Satuan seperti ini disebut satuan tak baku karena hasil pengukurannya tidak sama untuk setiap orang. Contoh satuan tak baku di antaranya:
- Satu telapak tangan: jarak antara sisi telapak tangan kiri dan kanan ketika jari-jari dirapatkan.
- Satu jengkal: jarak dari ujung ibu jari hingga ujung kelingking ketika tangan dibentangkan.
- Satu hasta: jarak dari siku hingga ujung jari tengah.
- Satu depa: jarak antara ujung jari tangan kiri dan kanan saat tangan direntangkan.
- Satu langkah: jarak antara dua kaki saat melangkah satu kali.
Contoh pengukuran satuan tak baku adalah saat menakar gula dengan sendok saat membuat teh. Takaran ini bisa berbeda antarorang, sehingga tidak dapat dijadikan acuan internasional. Oleh karena itu, satuan tak baku tidak digunakan dalam pengukuran ilmiah.
Sebelum ditemukannya satuan baku seperti meter dan kilogram, orang Mesir kuno sudah menggunakan hasta (cubit) sebagai satuan panjang saat membangun piramida! Namun karena ukuran hasta tiap pekerja berbeda, mereka akhirnya membuat "Royal Cubit", yaitu tongkat batu granit khusus yang menjadi standar panjang resmi di seluruh Mesir.
Soal. Bima dan Siti diminta mengukur panjang meja yang sama. Bima menggunakan satuan depa, sedangkan Siti menggunakan meter dengan penggaris. Hasil pengukuran mereka ternyata berbeda. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Pembahasan. Perbedaan hasil pengukuran terjadi karena Bima menggunakan satuan tak baku, yaitu depa, yang panjangnya berbeda untuk setiap orang. Sedangkan Siti menggunakan satuan baku, yaitu meter, yang nilainya tetap dan diakui secara internasional. Satuan baku menjamin hasil pengukuran yang objektif dan konsisten, sementara satuan tak baku menghasilkan hasil yang subjektif dan bervariasi tergantung siapa yang mengukur.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp