Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 2

Berbagai Wujud dan Sifat-Sifat Zat

IPA SMP Kelas 7 · Bab 2: Wujud dan Sifat Zat dalam Kehidupan Sehari-hari

Wujud Zat

Zat dapat ditemukan dalam tiga bentuk utama yang disebut wujud zat, yaitu:

  • Padat: memiliki bentuk dan volume tetap karena partikel tersusun rapat.
  • Cair: memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah mengikuti wadah.
  • Gas: tidak memiliki bentuk maupun volume tetap, mudah menyebar.

Perbedaan wujud ini disebabkan oleh susunan partikel dan gaya tarik antarpartikelnya. Zat padat memiliki gaya tarik yang kuat antarpartikel, sedangkan gas memiliki gaya tarik yang sangat lemah.

Beragam Sifat Zat

Zat memiliki ciri-ciri khusus yang dapat dikenali melalui pancaindra kita, seperti bentuk, warna, bau, dan rasa. Ciri-ciri ini disebut sifat zat, yang secara umum dibagi menjadi dua kelompok utama: sifat ekstensif dan sifat intensif.

Sifat Ekstensif

Sifat ekstensif adalah sifat yang tergantung pada jumlah atau ukuran zat — semakin banyak zatnya, semakin besar pula nilai sifat tersebut.

  • Volume: menunjukkan seberapa besar ruang yang ditempati oleh suatu zat. Semakin banyak zatnya, maka volumenya akan semakin besar.
  • Massa: menunjukkan jumlah materi dalam suatu zat. Semakin banyak zat, maka massanya juga akan bertambah.

Sifat Intensif

Berbeda dengan sifat ekstensif, sifat intensif tidak tergantung pada jumlah zat, dan terbagi menjadi dua jenis utama: sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat Fisika

Sifat fisika adalah sifat zat yang bisa diamati atau diukur tanpa mengubah jenis zat tersebut.

  1. Warna: berbeda tergantung panjang gelombang cahaya yang dipantulkan, misalnya tembaga kemerahan, besi keabu-abuan.
  2. Bau: beberapa zat memiliki bau khas, seperti parfum, cuka, atau bensin.
  3. Kerapatan (massa jenis): banyaknya massa dalam satu satuan volume, misalnya air sekitar 1 g/cm³.
  4. Titik didih: suhu saat zat cair berubah menjadi gas, misalnya air mendidih pada 100°C.
  5. Titik lebur: suhu saat zat padat mulai mencair, misalnya es mencair pada 0°C.
  6. Titik beku: suhu saat zat cair berubah menjadi padat, biasanya sama dengan titik leburnya.
  7. Daya hantar panas/listrik: kemampuan menghantarkan panas atau arus listrik, misalnya logam tembaga.
  8. Kemagnetan: sifat zat untuk dipengaruhi medan magnet, seperti besi, nikel, dan kobalt.
  9. Kelarutan: kemampuan zat untuk larut dalam pelarut, seperti gula yang larut dalam air.

Sifat Kimia

Sifat kimia adalah kemampuan suatu zat untuk mengalami perubahan kimia, yaitu berubah menjadi zat baru, dan hanya dapat diamati ketika zat mengalami reaksi kimia.

  1. Kemudahan terbakar: beberapa zat mudah terbakar, seperti alkohol atau bensin, menunjukkan reaktivitas tinggi terhadap oksigen.
  2. Stabilitas terhadap panas: menunjukkan apakah zat mudah terurai jika dipanaskan, misalnya air dapat terurai pada suhu sangat tinggi (sekitar 2.000°C).
  3. Kereaktifan: kemampuan zat untuk bereaksi dengan zat lain, misalnya zat asam bereaksi dengan zat basa menghasilkan garam.
Contoh soal

Soal. Dua balok logam yang identik memiliki warna, bentuk, dan massa jenis yang sama. Salah satu balok dipotong menjadi dua bagian yang lebih kecil. Setelah dipotong, apakah sifat kerapatan (massa jenis) balok tersebut berubah? Jelaskan alasannya!

Pembahasan. Massa jenis merupakan sifat intensif, artinya tidak bergantung pada jumlah atau ukuran zat. Meskipun balok logam dipotong menjadi dua bagian, setiap bagian tetap memiliki nilai kerapatan yang sama seperti sebelum dipotong, karena jenis zat penyusunnya tidak berubah. Hal yang berubah hanyalah sifat ekstensifnya, seperti massa dan volume.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →