Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 2

Meniskus dan Kapilaritas

IPA SMP Kelas 7 · Bab 2: Wujud dan Sifat Zat dalam Kehidupan Sehari-hari

Lengkungan Permukaan Zat Cair (Meniskus)

Saat kamu menuang air ke dalam tabung kaca, kamu akan melihat permukaan air tidak rata — melengkung ke bawah (cekung) atau ke atas (cembung). Lengkungan ini disebut meniskus, dan bentuknya ditentukan oleh besar gaya adhesi dan kohesi.

Meniskus cekung dan cembung
Meniskus cekung dan cembung

Meniskus Cekung

Permukaan zat cair yang membentuk cekungan ke bawah terjadi ketika gaya adhesi (zat cair ke dinding tabung) lebih kuat daripada kohesi (sesama molekul zat cair). Contohnya terjadi pada air di dalam tabung kaca.

Meniskus Cembung

Sebaliknya, jika gaya kohesi lebih kuat daripada adhesi, permukaan zat cair akan membentuk lengkungan ke atas atau meniskus cembung. Ini terjadi pada raksa (merkuri) di dalam tabung kaca, karena molekul raksa saling tarik-menarik lebih kuat daripada tarikannya terhadap kaca.

Gerakan Zat Cair dalam Ruang Sempit (Kapilaritas)

Kapilaritas adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair melalui celah sempit atau pipa kapiler. Fenomena ini dapat kamu lihat pada:

  • Air yang meresap ke kain pel.
  • Air yang naik melalui batang tanaman dari akar ke daun.

Kapilaritas terjadi karena adanya kombinasi antara adhesi dan kohesi. Adhesi menarik air ke dinding pembuluh kapiler, sementara kohesi menjaga molekul air tetap bersama sehingga air bisa terus naik ke atas. Tanaman tinggi seperti pohon kelapa memiliki pembuluh kapiler yang lebih panjang dibandingkan tanaman pendek seperti pisang, yang memengaruhi seberapa jauh air bisa naik ke atas.

Contoh soal

Soal. Ketika air dimasukkan ke dalam tabung kaca kecil, permukaan air terlihat melengkung ke bawah (cekung), sedangkan ketika raksa dimasukkan ke tabung yang sama, permukaannya justru melengkung ke atas (cembung). Mengapa kedua zat cair tersebut menunjukkan bentuk meniskus yang berbeda?

Pembahasan. Bentuk meniskus ditentukan oleh perbandingan antara gaya adhesi (tarik-menarik antara zat cair dan dinding wadah) dan gaya kohesi (tarik-menarik antarpartikel zat cair). Pada air, gaya adhesi terhadap kaca lebih kuat daripada gaya kohesi antarmolekul air, sehingga air "menempel" pada dinding dan membentuk meniskus cekung. Sebaliknya, pada raksa, gaya kohesi antarpartikel lebih kuat daripada adhesi terhadap kaca, sehingga permukaannya tertarik ke dalam dan membentuk meniskus cembung.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →