Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 2

Konsep Adhesi dan Kohesi

IPA SMP Kelas 7 · Bab 2: Wujud dan Sifat Zat dalam Kehidupan Sehari-hari

Pernahkah kamu memperhatikan mengapa cat bisa menempel di dinding, kayu, logam, atau permukaan lainnya? Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik-menarik antara partikel-partikel zat yang berbeda maupun yang sejenis.

Adhesi

Adhesi adalah gaya tarik antara partikel zat berbeda, misalnya cat yang menempel di tembok karena gaya tarik antara partikel cat dan permukaan tembok. Meskipun adhesi membuat cat dapat menempel pada permukaan tembok, gaya tarik-menarik ini dapat melemah seiring waktu. Cat tembok bisa luntur atau mengelupas setelah lama digunakan karena gaya adhesi antara partikel cat dan permukaan tembok berkurang akibat paparan panas, air, kelembapan, dan debu.

Kohesi

Kohesi adalah gaya tarik antarpartikel zat sejenis, seperti molekul air yang saling menempel membentuk tetesan di permukaan daun.

Perbandingan antara Adhesi dan Kohesi

Perbandingan antara adhesi dan kohesi dapat kita lihat saat menyiram tanaman dengan sirup. Sirup akan menempel lebih mudah pada sendok daripada pada kayu karena gaya kohesi antar molekul sirup lebih kuat dibanding adhesi antara sirup dan kayu.

Contoh soal

Soal. Ketika tetesan air jatuh di atas daun talas, air tidak menyebar tetapi membentuk bulatan-bulatan kecil di permukaannya. Berdasarkan konsep gaya antarpartikel, gaya apakah yang menyebabkan peristiwa tersebut, dan mengapa hal itu bisa terjadi?

Pembahasan. Peristiwa ini disebabkan oleh gaya kohesi, yaitu gaya tarik-menarik antara partikel-partikel air yang sejenis. Gaya kohesi ini lebih kuat daripada gaya adhesi antara air dan permukaan daun talas yang licin dan bersifat hidrofobik. Akibatnya, molekul-molekul air saling menempel kuat dan membentuk bentuk bulat untuk meminimalkan luas permukaan.

Kegiatan Kelompok

Kegiatan

Menyelidiki Gaya Adhesi dan Kohesi pada Cairan

Tujuan. Menjelaskan dan membedakan peristiwa adhesi dan kohesi melalui percobaan sederhana.

Bahan.

  • 1 gelas bening
  • 1 pipet tetes
  • Air bersih
  • Minyak goreng
  • Kaca bening kecil atau piring kaca
  • Tisu kering

Langkah.

  1. Bekerjalah secara berkelompok dengan 4–5 orang temanmu. Siapkan semua alat dan bahan di meja percobaan.
  2. Masukkan air ke dalam gelas. Gunakan pipet untuk meneteskan air ke atas permukaan kaca. Amati bentuk tetesan air tersebut. Catat hasil pengamatanmu.
  3. Ulangi langkah sebelumnya dengan minyak goreng. Bandingkan bentuk tetesan minyak dengan tetesan air. Apa perbedaan yang kamu lihat?
  4. Letakkan sedikit air di atas tisu. Amati bagaimana air menyebar pada permukaan tisu. Bandingkan dengan minyak goreng yang diteteskan pada tisu lain.
  5. Catat semua hasil pengamatanmu. Diskusikan dengan kelompokmu mengapa air dan minyak menunjukkan perilaku yang berbeda terhadap kaca dan tisu.
  6. Analisis hasil percobaanmu. Tentukan contoh mana yang menunjukkan peristiwa kohesi dan mana yang menunjukkan adhesi.
  7. Tuliskan kesimpulan tentang apa yang kamu pelajari dari percobaan ini.

Pertanyaan.

  1. Mengapa tetesan air di atas kaca membentuk bulatan?
  2. Mengapa air cepat meresap di tisu, sedangkan minyak tidak?
  3. Bagaimana gaya adhesi dan kohesi memengaruhi bentuk tetesan cairan?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →