Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 3

Kalor

IPA SMP Kelas 7 · Bab 3: Energi Panas dan Termodinamika

Pengertian Kalor dan Energi Panas

Kalor merupakan energi panas yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu lebih rendah ketika keduanya bersentuhan, hingga mencapai keseimbangan termal. Istilah kalor berasal dari kata caloric yang diperkenalkan Antoine Laurent Lavoisier (1743–1794); kalor sebenarnya adalah energi hasil getaran partikel-partikel zat.

Energi panas diukur dalam kalori (kal), di mana 1 kalori adalah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air sebesar 1°C. Dalam SI, satuan kalor adalah joule (J), dengan hubungan 1 kalori = 4,2 joule, ditemukan oleh James Prescott Joule (1818–1889).

Pengaruh Kalor terhadap Perubahan Suhu dan Wujud Zat

Kalor dan Kenaikan Suhu

Ketika benda menerima kalor, suhunya naik, bergantung pada jumlah kalor, massa benda, dan kalor jenis bahan. Rumus:

Q = m \times c \times \Delta T

dengan Q = jumlah kalor (J/kal), m = massa benda (kg/g), c = kalor jenis zat (J/kg°C), dan ΔT = perubahan suhu. Kapasitas kalor (C) adalah energi yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebesar 1°C:

C = \frac{Q}{\Delta T}\ \text{(J/°C)}

Kalor dan Perubahan Wujud Zat

Kalor juga dapat mengubah wujud zat karena energi panas yang diterima memutus atau membentuk ikatan antarpartikel. Perubahan yang memerlukan kalor (endotermis): melebur (padat→cair), menguap (cair→gas), menyublim (padat→gas). Perubahan yang melepaskan kalor (eksotermis): membeku (cair→padat), mengembun (gas→cair), deposisi (gas→padat). Contohnya lilin yang mencair saat dipanaskan, embun yang terbentuk dari uap air, dan kapur barus yang menyublim.

Gambar materi

Penguapan dan Faktor yang Mempengaruhinya

Penguapan terjadi ketika zat cair berubah menjadi gas karena menerima kalor. Faktor yang mempercepat penguapan:

  • Suhu yang lebih tinggi: semakin panas zat cair, semakin cepat molekulnya menguap.
  • Luas permukaan: semakin luas permukaan zat cair, semakin besar area bagi molekul untuk meninggalkan cairan.
  • Tiupan angin: udara yang bergerak membantu mengangkat uap dari permukaan cairan.
  • Tekanan udara: penguapan berlangsung lebih cepat jika tekanan udara rendah.

Asas Black dan Aplikasinya

Asas Black, dikemukakan oleh Joseph Black (1728–1799), menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan benda bersuhu tinggi sama dengan jumlah kalor yang diterima benda bersuhu rendah hingga keduanya mencapai suhu keseimbangan: Qlepas = Qterima, atau m₁c₁(T₁−Ta) = m₂c₂(Ta−T₂). Prinsip ini digunakan dalam pemanas air, sistem pendingin, dan penukar kalor pada mesin industri.

Contoh soal

Soal. Sebuah benda bermassa 2 kg dipanaskan sehingga suhunya naik dari 30°C menjadi 80°C. Jika kalor jenis benda tersebut adalah 400 J/kg°C, berapakah jumlah kalor yang diterima benda tersebut?

Pembahasan. Diketahui m = 2 kg, c = 400 J/kg°C, ΔT = 80°C − 30°C = 50°C. Q = m × c × ΔT = 2 × 400 × 50 = 40.000 Joule. Jadi, jumlah kalor yang diterima benda tersebut adalah 40.000 Joule.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →