Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 3

Pemuaian

IPA SMP Kelas 7 · Bab 3: Energi Panas dan Termodinamika

Peristiwa Pemuaian pada Zat Padat, Cair, dan Gas

Ketika suatu zat menerima panas, partikel-partikelnya bergetar lebih cepat dan saling menjauh, sehingga zat mengalami pemuaian, yaitu bertambahnya ukuran (panjang, luas, atau volume) karena peningkatan suhu. Sebaliknya, saat zat kehilangan panas, ia menyusut. Umumnya zat padat memuai paling sedikit, sedangkan zat gas memuai paling besar.

Pemuaian pada Zat Padat

Dapat diamati saat memanaskan batang logam — panjangnya bertambah karena partikel bergetar lebih cepat dan saling menjauh, dapat dibuktikan dengan alat Musschenbroek. Rumus pemuaian panjang, dengan L₀ = panjang awal, L = panjang akhir, α = koefisien muai panjang (°C⁻¹), dan ΔT = perubahan suhu:

L = L_0(1 + \alpha \cdot \Delta T)

Pemasangan rel kereta api yang renggang sebelum pemuaian
Pemasangan rel kereta api yang renggang sebelum pemuaian

Pemuaian pada Zat Cair

Dapat diamati saat air dipanaskan dalam panci hingga volumenya bertambah dan meluap, karena molekul saling menjauh akibat bertambahnya energi gerak. Rumus pemuaian volume zat cair, dengan γ = koefisien muai volume (koefisien muai volume zat padat sama dengan tiga kali koefisien muai panjangnya, γ = 3α):

V = V_0(1 + \gamma \cdot \Delta T)

Pemuaian pada Zat Gas

Zat gas memuai jauh lebih besar dibanding padat dan cair. Menurut Joseph L. Gay-Lussac, setiap gas memiliki koefisien muai volume tetap sebesar 1/273 per °C. Rumus pemuaian volume gas pada tekanan tetap:

V = V_0\left(1 + \frac{\Delta T}{273}\right)

Faktor dan Koefisien Pemuaian

Setiap bahan memiliki kemampuan memuai berbeda tergantung jenis zat dan struktur partikelnya, dinyatakan dalam koefisien muai, yaitu besarnya perubahan ukuran per satuan suhu. Zat dengan koefisien muai besar mengalami perubahan ukuran signifikan ketika suhu naik.

Pemanfaatan Prinsip Pemuaian dalam Kehidupan dan Teknologi

Pemuaian dalam Kehidupan Sehari-hari

  • Kawat listrik terlihat kendur ketika udara panas dan menegang saat udara dingin.
  • Tukang kayu memberi celah kecil antara kaca dan bingkai jendela agar tidak pecah saat kaca memuai karena panas.
  • Rel kereta api diberi celah di antara sambungannya agar tidak melengkung saat memuai pada siang hari.
  • Jembatan logam memiliki sambungan bergigi (expansion joint) agar bisa memuai dan menyusut tanpa retak.

Proses Mengeling Logam

Dalam pengelasan tradisional, dua pelat logam disatukan dengan paku keling. Saat paku dipanaskan, logam memuai dan mengisi rongga pelat, lalu mendingin dan menyusut hingga kedua pelat terikat kuat.

Penggunaan Bimetal

Bimetal adalah dua logam berbeda yang disatukan; karena koefisien muai berbeda, bimetal melengkung jika dipanaskan. Prinsip ini digunakan pada termometer bimetal, setrika listrik, dan sakelar otomatis berbasis suhu.

Contoh soal

Soal. Mengapa rel kereta api dipasang dengan menyisakan celah kecil di antara sambungannya? Apa yang bisa terjadi jika celah tersebut tidak dibuat?

Pembahasan. Rel kereta api terbuat dari logam yang memuai saat suhu meningkat dan menyusut saat suhu turun. Jika dipasang tanpa celah, pemuaian akibat panas matahari akan menyebabkan rel melengkung atau bergelombang, membahayakan perjalanan kereta. Celah kecil berfungsi sebagai ruang ekspansi agar rel dapat memuai dengan aman.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →