Indra Peraba dan Keterbatasannya dalam Mengukur Suhu
Pernahkah kamu menempelkan tangan di kening seseorang yang sedang demam? Kamu bisa merasakan perbedaan panas dan dingin, tetapi indra peraba sebenarnya tidak mampu mengukur suhu secara akurat, karena persepsi panas-dingin sangat bergantung pada kondisi tubuh kita sendiri, bukan pada suhu benda yang sebenarnya.
Untuk mengukur suhu secara tepat, para ilmuwan menciptakan alat ukur standar yang disebut termometer, yang menyatakan suhu dalam satuan Kelvin (K) pada Sistem Internasional (SI), serta Celsius (°C) untuk penggunaan sehari-hari, selain skala Fahrenheit (°F) dan Reamur (°R).
Termometer sebagai Alat Ukur Suhu
Termometer adalah alat untuk mengukur suhu suatu zat dengan memanfaatkan perubahan sifat fisik zat akibat perubahan suhu. Jenis yang paling umum menggunakan pipa kaca berisi zat cair seperti raksa atau alkohol berwarna: saat suhu meningkat, zat cair memuai dan naik; saat suhu menurun, zat cair menyusut dan turun.
Selain termometer cair, ada termometer bimetal (bekerja berdasarkan pemuaian dua logam berbeda yang digabung) dan termometer digital (memanfaatkan perubahan hambatan listrik akibat perubahan suhu).
- Raksa memiliki keunggulan karena volumenya berubah secara teratur terhadap suhu dan tidak menempel pada dinding kaca.
- Alkohol digunakan untuk mengukur suhu rendah karena membeku pada titik yang lebih rendah daripada raksa.
- Logam dipakai dalam termometer industri karena lebih kuat terhadap suhu ekstrem.
Cara Membuat Termometer
Termometer kaca berisi zat cair bekerja berdasarkan sifat termometrik, yaitu perubahan volume zat cair akibat perubahan suhu. Bagian utamanya terdiri dari pipa kapiler, zat cair pengisi, tandon, skala suhu, dan tabung pelindung kaca.
Skala Termometer
- Termometer Celsius: dibuat dari pipa kaca berisi raksa atau alkohol dengan skala 0°C (suhu es mencair) hingga 100°C (suhu air mendidih pada tekanan 1 atmosfer), dibagi menjadi 100 bagian yang sama.
- Termometer Reamur: prinsipnya serupa Celsius, namun skala antara titik beku (0°R) dan titik didih (80°R) dibagi menjadi 80 bagian yang sama.
- Termometer Fahrenheit: menggunakan titik beku 32°F dan titik didih 212°F, sehingga terdapat 180 skala di antara keduanya. Banyak digunakan di Amerika Serikat, dan cenderung menunjukkan angka lebih besar dibanding Celsius untuk suhu yang sama.
Bahan Termometer
- Zat Cair: raksa dan alkohol banyak digunakan karena memuai teratur, sedangkan air tidak cocok karena membasahi kaca dan tidak berwarna. Raksa mudah dilihat dan tidak membasahi kaca tetapi beracun dan mahal; alkohol murah dengan titik beku rendah tetapi mudah menguap dan membasahi kaca. Jenisnya meliputi termometer klinis (35–42°C, raksa), termometer maksimum-minimum Six-Bellani, termometer ruang, dan termometer laboratorium.
- Zat Padat: termometer bimetal menggunakan dua logam berbeda yang disatukan — ketika dipanaskan, logam memuai dan menggulung, menggerakkan jarum penunjuk suhu. Termometer hambatan bekerja berdasarkan perubahan hambatan listrik logam (biasanya platina) terhadap suhu.
- Zat Gas: termometer gas digunakan di laboratorium untuk mengukur suhu sangat tinggi; gas dalam tabung memuai saat dipanaskan dan tekanannya meningkat sebanding suhu, biasa dipakai di industri baja atau farmasi.
- Termometer Optis: digunakan untuk mengukur suhu benda yang sangat panas, seperti logam cair atau tungku peleburan. Pirometer mengukur intensitas radiasi panas benda berpijar (500°C–3000°C), sedangkan termometer inframerah mengukur suhu dari jarak jauh dengan mendeteksi pancaran gelombang inframerah.
Perbandingan Skala Suhu
| Jenis Termometer | Titik Bawah | Titik Atas | Jumlah Skala |
|---|---|---|---|
| Celsius | 0°C | 100°C | 100 |
| Reamur | 0°R | 80°R | 80 |
| Fahrenheit | 32°F | 212°F | 180 |
| Kelvin | 273 K | 373 K | 100 |
Hubungan Celsius:Reamur:Fahrenheit = 5:4:9, dan hubungan Celsius-Kelvin adalah T = t + 273, dengan T = suhu dalam Kelvin (K) dan t = suhu dalam derajat Celsius (°C). Skala Kelvin disebut juga skala suhu mutlak, karena 0 K menunjukkan keadaan tanpa energi panas sama sekali.
Soal. Sebuah termometer alkohol digunakan untuk mengukur suhu di daerah bersalju. Mengapa termometer ini lebih cocok dibandingkan termometer raksa?
Pembahasan. Termometer alkohol lebih cocok karena alkohol memiliki titik beku sangat rendah sehingga tidak mudah membeku di bawah 0°C, sedangkan raksa membeku pada suhu sekitar –39°C sehingga tidak berfungsi baik di lingkungan sangat dingin. Alkohol juga lebih murah dan tidak beracun, meskipun mudah menguap dan membasahi kaca.
Kegiatan Kelompok
Membuat Skala Termometer Sederhana
Tujuan. Memahami prinsip kerja termometer dan membuat skala suhu.
Bahan.
- Tabung kaca kecil (pipa kapiler)
- Cairan berwarna (sebagai pengganti raksa)
- Wadah berisi es
- Wadah berisi air
- Pemanas
Langkah.
- Bentuk kelompok yang terdiri dari 3–5 orang siswa.
- Masukkan cairan berwarna ke dalam tabung kaca, lalu celupkan ujungnya ke dalam wadah berisi campuran es dan air.
- Diamkan hingga tinggi cairan dalam tabung tidak berubah, kemudian beri tanda sebagai titik tetap bawah (0°C).
- Gantungkan termometer di atas air yang mendidih tanpa menyentuhkan ujung tabung ke air.
- Ketika tinggi cairan dalam tabung stabil, beri tanda sebagai titik tetap atas (100°C).
- Bagi jarak antara kedua tanda tersebut menjadi 100 bagian yang sama, masing-masing menunjukkan kenaikan suhu sebesar 1°C.
- Gunakan termometer yang telah berskala untuk mengukur suhu air dingin, air hangat, dan air panas.
- Catat hasil pengukuran dan bandingkan perubahan tinggi permukaan cairan dengan perubahan suhu.
Pertanyaan.
- Apa yang menyebabkan cairan dalam tabung naik ketika dipanaskan dan turun ketika didinginkan?
- Mengapa digunakan titik es mencair dan air mendidih sebagai acuan dalam membuat skala suhu?
- Apa perbedaan jika cairan yang digunakan adalah alkohol dibanding raksa?
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp