Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 4

Konsep Gaya

IPA SMP Kelas 7 · Bab 4: Dinamika Gerak dan Gaya

Definisi Gaya

Dalam percakapan harian, kata gaya sering dipakai untuk hal seperti "gaya berjalan" atau "gaya rambut". Dalam IPA, gaya adalah tarikan atau dorongan yang mampu mengubah keadaan benda seperti bentuk, arah, maupun kecepatannya. Contoh fenomena gaya adalah balon dapat bergerak saat didorong, ditarik, atau diangkat, artinya balon menerima gaya. Maka, gaya bekerja saat ada interaksi antar benda. Dampak gaya bisa berupa bergerak atau berhenti, lebih cepat/lambat, berubah arah, atau berubah bentuk.

Jenis-Jenis Gaya di Sekitar Kita

Banyak peristiwa sehari-hari terjadi karena gaya. Berikut jenis yang perlu kamu kenali.

Gaya Otot

Gaya yang timbul dari kerja otot makhluk hidup. Mendorong meja, menendang bola, atau kuda menarik kereta adalah contohnya. Termasuk gaya sentuh karena terjadi setelah bersentuhan.

Gaya Listrik

Muncul akibat muatan listrik. Penggaris plastik yang digosok rambut dapat menarik sobekan kertas. Pada kaca yang digosok sutra juga terjadi gejala serupa. Umumnya digolongkan gaya tak sentuh (bisa bekerja meski tidak bersentuhan langsung).

Gaya Magnet

Kemampuan magnet menarik logam tertentu (besi, baja, nikel). Ketika magnet didekatkan ke paku, paku bergerak mendekat karena menerima gaya magnet. Termasuk gaya tak sentuh.

Gaya Pegas

Berasal dari sifat elastis pegas/karet. Ketapel, busur panah, dan neraca pegas memanfaatkan gaya ini. Termasuk gaya sentuh.

Gaya Gravitasi Bumi

Gaya tarik Bumi pada semua benda bermassa di sekitarnya, membuat benda jatuh menuju pusat Bumi. Termasuk gaya tak sentuh.

Gaya Gesek

Gaya yang muncul saat dua permukaan bersentuhan dan saling melawan gerak. Ada gesek statik (saat belum bergerak) dan gesek kinetik (saat sudah bergerak). Contoh: sol sepatu yang aus, rem sepeda, ban dengan jalan.

Cara Mengukur Besar Gaya

Gaya adalah besaran vektor karena memiliki besar dan arah. Pengukurannya dilakukan dengan neraca pegas atau dinamometer, semakin panjang pertambahan pegas, semakin besar gaya yang diukur.

Satuan Gaya

  • Sistem MKS: Newton (N).
  • Sistem CGS: dyne.
  • Hubungan satuan: 1 N = 100.000 dyne.

Representasi Vektor Gaya

  • Ketika anak mendorong kotak ke kanan dengan gaya sebesar 2 N, kotak berpindah ke kanan. Arah gaya dorong searah dengan arah perpindahan kotak.
  • Ketika anak menarik kotak ke kiri dengan gaya sebesar 3 N, kotak berpindah ke kiri. Arah gaya tarik berlawanan dengan arah gaya dorong sebelumnya.
  • Jika kedua gaya bekerja searah, yaitu gaya dorong 2 N dan gaya tarik 3 N ke arah yang sama, maka gaya total yang bekerja adalah 5 N. Akibatnya, kotak bergerak ke arah gaya yang lebih besar.

Resultan (Gabungan) Gaya

Ketika beberapa gaya bekerja pada satu benda dalam satu garis kerja (segaris), pengaruh keseluruhannya digantikan oleh gaya pengganti yang disebut resultan.

Segaris dan Searah

Besar resultan adalah jumlah kedua gaya: R = F₁ + F₂. Arah resultan searah dengan kedua gaya.

Segaris dan Berlawanan Arah

Besar resultan adalah selisih kedua gaya, arahnya mengikuti gaya yang lebih besar: R = F₁ − F₂. Contoh: tarik tambang, F₁ ke kanan dan F₂ ke kiri. Jika kedua gaya sama besar dan berlawanan arah, maka R = 0, benda berada setimbang (tidak terjadi perubahan gerak).

Berat vs Massa

Sering tertukar, padahal keduanya berbeda:

  • Massa (m): jumlah materi dalam benda, tetap di mana pun; diukur dengan neraca (misalnya neraca tiga lengan); satuan kg.
  • Berat (w): gaya gravitasi yang dialami benda; diukur dengan neraca pegas; satuan Newton (N).
Neraca tiga lengan dan neraca pegas
Neraca tiga lengan dan neraca pegas

Hubungan keduanya: w = m × g, dengan g adalah percepatan gravitasi. Di Bumi, g ≈ 10 N/kg. Di Bulan, gravitasi sekitar 1/6 gravitasi Bumi, sehingga berat benda menjadi 1/6 kali, sementara massanya tetap. Contoh: jika massa balok 3 kg, maka beratnya di Bumi adalah 30 N.

Contoh soal

Soal. Seorang siswa menarik sebuah kotak ke kanan dengan gaya 8 N, sementara temannya menarik ke kiri dengan gaya 5 N. Tentukan besar dan arah resultan gaya yang bekerja pada kotak tersebut!

Pembahasan. Diketahui gaya ke kanan (F₁) = 8 N dan gaya ke kiri (F₂) = 5 N. Kedua gaya bekerja segaris tetapi berlawanan arah, maka resultan gaya (R) diperoleh dari selisih kedua gaya: R = F₁ − F₂ = 8 N − 5 N = 3 N. Arah resultan mengikuti arah gaya yang lebih besar, yaitu ke kanan. Jadi, resultan gaya yang bekerja pada kotak adalah 3 N ke arah kanan, artinya kotak akan bergerak ke kanan. Ini menunjukkan bahwa resultan gaya menentukan arah dan besar perubahan gerak suatu benda.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →