Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 7Bab 5

Klasifikasi Makhluk Hidup

IPA SMP Kelas 7 · Bab 5: Klasifikasi Makhluk Hidup

Makhluk hidup sangat beragam di dunia ini. Agar lebih mudah dalam mempelajarinya, manusia melakukan pengelompokan atau klasifikasi makhluk hidup. Klasifikasi ini bertujuan untuk mempermudah kita mengenal makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Misalnya, di pasar, pedagang mengelompokkan buah-buahan berdasarkan jenisnya, seperti kelompok jeruk, apel, mangga, dan semangka.

Mengapa Klasifikasi Itu Penting?

Klasifikasi memudahkan kita untuk mengenal dan mempelajari makhluk hidup. Dengan mengelompokkan makhluk hidup, kita dapat mengetahui lebih banyak tentang mereka dan hubungan antara satu makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya, misalnya berdasarkan bentuk tubuh, habitat, atau cara berkembang biak.

Klasifikasi Makhluk Hidup Menurut Carl Linnaeus

Seorang ahli biologi bernama Carolus Linnaeus mengembangkan sistem klasifikasi makhluk hidup yang dikenal dengan nama taksonomi. Taksonomi adalah ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Linnaeus menggunakan sistem klasifikasi berdasarkan dua nama (binomial nomenclature) untuk memberi nama spesies dengan menggunakan nama Latin.

Linnaeus mengelompokkan makhluk hidup dalam beberapa tingkatan yang semakin spesifik. Urutan takson dari yang paling luas hingga yang paling spesifik: Kingdom (Kerajaan), Filum (Divisi), Kelas, Ordo, Famili, Genus, dan Spesies.

Misalnya, manusia masuk dalam klasifikasi sebagai berikut: Kingdom: Animalia (Hewan); Filum: Chordata (Memiliki tali punggung); Kelas: Mammalia (Mamalia); Ordo: Primata (Primata); Famili: Hominidae (Hominidae); Genus: Homo (Homo); Spesies: Homo sapiens (Manusia).

Urutan Takson dalam Klasifikasi

Pada setiap tingkat takson, makhluk hidup dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri-ciri tertentu. Semakin banyak ciri yang dimiliki, semakin spesifik kelompoknya. Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dibagi menjadi dua kingdom utama yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan), yang kemudian dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil.

TaksonContoh TumbuhanContoh Hewan
KingdomPlantae (Tumbuhan)Animalia (Hewan)
FilumMagnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Chordata (Hewan bertulang belakang)
KelasMagnoliopsida (Tumbuhan berbunga)Mammalia (Mamalia)
OrdoMagnoliales (Ordo tumbuhan berbunga)Primates (Primata)
FamiliMagnoliaceae (Tumbuhan berbunga jenis tertentu)Hominidae (Keluarga manusia dan kera besar)
GenusMichelia (Jenis tumbuhan tertentu)Homo (Manusia)
SpesiesMichelia champaca (Jenis bunga tertentu)Homo sapiens (Manusia)

Tabel di atas menunjukkan bagaimana makhluk hidup dikelompokkan dalam takson yang semakin kecil, dimulai dari kingdom yang paling luas hingga spesies yang paling spesifik. Dengan klasifikasi ini, kita dapat dengan mudah mengidentifikasi hubungan antara satu makhluk hidup dengan lainnya.

Kunci Identifikasi

Kunci identifikasi digunakan untuk membantu kita dalam mengidentifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri-cirinya. Setiap organisme memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan organisme lain. Contoh langkah-langkah kunci identifikasi hewan:

  • Apakah hewan ini bertulang belakang? (Ya/Tidak)
  • Apakah hewan ini memiliki sayap? (Ya/Tidak)
  • Apakah hewan ini hidup di air atau darat?

Dengan mengikuti kunci identifikasi ini, kita bisa mengetahui kelompok mana hewan tersebut termasuk.

Metode Penamaan Ilmiah

Untuk memberikan nama pada setiap spesies, Linnaeus menggunakan sistem penamaan ilmiah yang disebut binomial nomenclature. Nama ilmiah terdiri dari dua kata, yaitu nama genus (kelompok besar) dan nama spesies (kelompok kecil). Sistem ini menggunakan bahasa Latin agar nama spesies dapat dipahami secara internasional. Contoh: Homo sapiens (manusia), Panthera leo (singa). Penamaan ilmiah ini membuat komunikasi antar ilmuwan di seluruh dunia lebih mudah dan terstandarisasi.

Manfaat Klasifikasi

  • Mempermudah mengenali makhluk hidup: dengan sistem klasifikasi, kita bisa lebih mudah mengenali makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya.
  • Mempermudah mempelajari makhluk hidup: klasifikasi memungkinkan kita untuk memahami hubungan antara makhluk hidup satu dengan yang lainnya.
  • Mengetahui hubungan antar makhluk hidup: klasifikasi membantu kita mengetahui hubungan antara spesies yang satu dengan yang lainnya dalam ekosistem.

Klasifikasi makhluk hidup sangat penting untuk mempermudah kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beragam. Sistem klasifikasi yang dikembangkan oleh Carolus Linnaeus hingga kini tetap digunakan sebagai dasar ilmu taksonomi.

Contoh soal

Soal. Mengapa penamaan ilmiah makhluk hidup menggunakan bahasa Latin dan terdiri dari dua kata? Jelaskan!

Pembahasan. Bahasa Latin digunakan karena bahasa ini bersifat universal dan tidak mengalami perubahan zaman, sehingga bisa dipahami oleh ilmuwan di seluruh dunia. Penamaan dua kata (binomial nomenclature) digunakan untuk membedakan setiap spesies dengan jelas: kata pertama menunjukkan genus, kata kedua menunjukkan spesies. Contohnya: Homo sapiens untuk manusia dan Panthera leo untuk singa.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →