Potensi sumber daya alam (SDA) dapat berubah karena aktivitas manusia maupun proses alam, seperti perubahan iklim, penurunan kualitas tanah, atau eksploitasi berlebihan.
Klasifikasi Sumber Daya Alam
- Berdasarkan sifatnya: SDA dapat diperbaharui (renewable) seperti air, angin, dan matahari; serta SDA tidak dapat diperbaharui (unrenewable) seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.
- Berdasarkan jenisnya: SDA biotik dari makhluk hidup (kayu, kelapa, ikan) dan SDA abiotik dari alam tak hidup (air, mineral, tanah, emas, perak, pasir).
- Berdasarkan tempat asalnya: SDA terestris di daratan (hutan, tanah pertanian, tambang) dan SDA akuatik di perairan (ikan, rumput laut, air tawar).
Sumber Daya Alam Hutan (UU No. 41/1999 tentang Kehutanan)
| Jenis Hutan | Fungsi Utama | Luas di Indonesia |
|---|---|---|
| Hutan Konservasi | Melestarikan keanekaragaman hayati; terbagi atas kawasan pelestarian alam, suaka alam, dan taman buru. | ± 20 juta hektar |
| Hutan Lindung | Menjaga keseimbangan alam, mencegah banjir & longsor, mengatur iklim mikro. | ± 70 juta hektar |
| Hutan Produksi | Menghasilkan kayu, getah, madu, bambu, dan rotan untuk industri. | ± 70 juta hektar |
Sumber Daya Alam Tambang (UU No. 11/1967)
- Golongan A: bahan galian strategis yang sangat penting bagi perekonomian nasional.
- Golongan B: bahan galian vital namun terbatas, memerlukan pengelolaan intensif.
- Golongan C: bahan galian untuk skala kecil/domestik, lebih mudah ditemukan.
| Komoditas Tambang | Kegunaan | Daerah Persebaran |
|---|---|---|
| Minyak Bumi & Gas | Bahan bakar dan bahan baku industri | Jawa, Sumatra, Kalimantan, Papua |
| Batu Bara | Pembangkit listrik dan industri | Sumatra, Kalimantan |
| Bauksit | Bahan baku aluminium | Bintan, Kepulauan Riau |
| Pasir Besi | Industri besi dan baja | Cilacap, Sumbawa, Flores |
| Emas | Perhiasan dan investasi | Aceh, Riau, Sumatra |
| Timah | Elektronik dan pelapisan logam | Bangka Belitung |
| Tembaga | Industri kelistrikan | Papua |
| Nikel | Campuran logam, kendaraan listrik | Sulawesi, Maluku, Papua |
| Mangan | Produksi baja dan baterai | Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur |
| Belerang | Industri kimia, pupuk, bahan peledak | Gunung Bromo & Gunung Ijen |
| Aspal | Pembuatan jalan dan bangunan | Pulau Buton |
| Marmer | Lantai, meja, bahan bangunan | Jawa Timur, Lampung, Makassar |
| Yodium | Industri farmasi dan garam | Jawa Timur, Semarang |
Sumber Daya Kekayaan Laut
Produksi ikan nasional (2017) mencapai 23,19 juta ton senilai sekitar Rp184,62 triliun, dengan komoditas utama udang, tuna, cakalang, dan tongkol dari kawasan Teluk Aru, Laut Arafuru, Laut Timor, Selat Karimata, dan Laut Natuna.
- Perikanan Pantai: di perairan dangkal (± 60 mil dari pantai), oleh nelayan kecil dengan perahu tradisional.
- Perikanan Laut Dalam: oleh kapal modern dengan alat seperti pukat harimau, menghasilkan ikan besar seperti cakalang dan tuna.
- Energi kelautan: gelombang laut (selatan Jawa–NTT), pasang surut (Teluk Bima, Palu, Bone), panas laut/OTEC (beda suhu permukaan-dalam laut), dan arus laut (Indonesia timur).
- Wisata bahari: Sabang, Raja Ampat, Taman Laut Bunaken, Labuan Bajo & Pulau Komodo, Kepulauan Seribu, Pantai Kuta, Tanjung Lesung, dan Tanjung Bira.
Faktor Perubahan Potensi Sumber Daya Alam
- Pertumbuhan penduduk yang cepat, meningkatkan kebutuhan pangan, air, energi, dan lahan.
- Penggunaan sumber daya secara berlebihan, seperti penebangan liar dan penambangan tanpa kontrol.
- Pencemaran lingkungan yang menurunkan kualitas tanah, air, dan udara.
Mitigasi Bencana (UU No. 24 Tahun 2007)
- Penataan tata ruang: menentukan zona aman untuk permukiman.
- Pengembangan infrastruktur tahan bencana, seperti irigasi anti-banjir.
- Edukasi dan pelatihan, misalnya simulasi evakuasi bencana.
- Peran pelajar: ikut latihan evakuasi, rumah tahan banjir, membuang sampah pada tempatnya, dan gotong royong membersihkan lingkungan.
Indonesia berpotensi besar mengembangkan energi gelombang di selatan Jawa dan energi pasang surut di Teluk Bima serta Teluk Bone, membantu mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Jelaskan mengapa penting untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang!
Pengelolaan yang bijaksana mencegah eksploitasi berlebihan yang merusak alam, seperti penebangan hutan sembarangan atau penambangan tanpa memperhatikan lingkungan, sehingga mencegah hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran, serta krisis air dan pangan bagi generasi mendatang.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp