Fitri Learning

BelajarIPS SMP Kelas 7Bab 3

Kegiatan Ekonomi dalam Perjalanan Waktu

IPS SMP Kelas 7 · Bab 3: Peluang Ekonomi dari Pengelolaan Lingkungan

Kegiatan ekonomi seperti berdagang, bercocok tanam, dan berlayar telah dilakukan masyarakat sejak masa lalu, terutama sejak masuknya pengaruh Hindu-Buddha dan Islam ke Nusantara.

Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Nusantara

  • Teori Brahmana (J.C. van Leur): para brahmana India diundang kepala suku untuk mengajarkan agama Hindu; dianggap lemah karena minim bukti perjalanan jauh brahmana.
  • Teori Kesatria: prajurit India yang kalah perang melarikan diri ke Nusantara dan mendirikan koloni penyebar budaya Hindu-Buddha.
  • Teori Waisya (N.J. Krom): pedagang India kasta Waisya menyebarkan budaya melalui perdagangan dan pernikahan dengan penduduk lokal.
  • Teori Sudra: golongan bawah India yang meninggalkan sistem kasta ikut menyebarkan kepercayaan dan tradisi Hindu-Buddha.
  • Teori Arus Balik: masyarakat Indonesia sendiri belajar ke India lalu kembali menyebarkan ajaran Hindu-Buddha, dibuktikan oleh kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Majapahit.

Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha

KerajaanPeriode & LokasiKegiatan Ekonomi
KutaiAbad ke-4, tepi Sungai Mahakam (Kaltim)Bertani dan berdagang di jalur sungai; Raja Mulawarman dikenal dermawan.
TarumanegaraAbad ke-5, Sungai Citarum (Jabar)Pertanian dengan sistem irigasi (Prasasti Tugu) dan perdagangan laut; Raja Purnawarman.
SriwijayaAbad ke-7, Palembang (Sumatra)Perdagangan internasional di Selat Malaka dan pertanian pedalaman (Jambi, Bangka).
Mataram KunoAbad ke-8, Jawa TengahPertanian, kerajinan logam & batu, serta perdagangan antarwilayah.
Singasari1222, Malang (Jatim)Perdagangan dan pertanian; ekspedisi Pamalayu oleh Raja Kertanegara.
Majapahit1293, Trowulan (Jatim)Pertanian, perdagangan dengan Tiongkok & India, rempah-rempah dan kerajinan; Hayam Wuruk & Gadjah Mada.

Aktivitas Ekonomi Masyarakat Islam

  • Perdagangan: sistem baru yang terstruktur dan halal, berkembang lewat jalur Gujarat dan Timur Tengah, membesarkan kerajaan seperti Samudra Pasai.
  • Pernikahan: pedagang Muslim menikahi penduduk lokal, mempercepat penyebaran Islam melalui ikrar syahadat.
  • Pendidikan: pondok pesantren mendidik ulama dan pemimpin yang berperan memajukan ekonomi.
  • Tasawuf: ajaran kedamaian batin (Hamzah Fansuri, Syekh Siti Jenar) yang mendasari etika ekonomi dan perdagangan yang adil.
  • Dakwah: menanamkan prinsip keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bersama dalam kehidupan ekonomi.
  • Kesenian: gamelan dan wayang kulit (dipengaruhi Sunan Bonang) sebagai media dakwah sekaligus ekonomi budaya.

Kerajaan-Kerajaan Islam

KerajaanPeriode & LokasiKegiatan Ekonomi
Samudra PasaiAbad ke-13, AcehPerdagangan lada dan kapulaga di Selat Malaka; kerajaan Islam pertama di Indonesia.
AcehAbad ke-16–17Perdagangan cengkeh dan pala di bawah Sultan Iskandar Muda.
DemakAbad ke-15–16, JawaPerdagangan laut dan pertanian, terutama beras dan rempah-rempah.
Mataram IslamAbad ke-16–17, Jawa TengahPertanian padi serta kerajinan batik dan tenun di bawah Sultan Agung.
BantenAbad ke-16, Jawa BaratPerdagangan rempah dan tekstil di bawah Sultan Ageng Tirtayasa.
Gowa & TalloAbad ke-16–17, Sulawesi SelatanPerdagangan laut (rempah & ikan) dan pertanian sawah; Sultan Hasanuddin.
Ternate & TidoreAbad ke-16–17, Maluku UtaraPenguasaan perdagangan cengkeh dan pala, bersaing dengan Portugis dan Belanda.

Kegiatan Produksi

Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang dan jasa untuk menambah nilai guna suatu barang.

  • Nilai Guna Bentuk (Form Utility): perubahan bentuk barang agar lebih berguna, misalnya kayu menjadi kursi.
  • Nilai Guna Tempat (Place Utility): barang dipindah ke tempat yang lebih membutuhkan, misalnya pasir untuk konstruksi.
  • Nilai Guna Waktu (Time Utility): barang bernilai optimal saat digunakan di waktu yang tepat, misalnya sayuran dipanen saat segar.
  • Nilai Guna Kepemilikan (Ownership Utility): barang bernilai karena dimiliki dan bisa dimanfaatkan pemiliknya, misalnya telepon genggam.
  • Faktor produksi Sumber Daya Alam: tanah, air, mineral, dan energi sebagai bahan produksi.
  • Faktor produksi Tenaga Kerja: sumber daya manusia yang mengolah SDA menjadi barang berguna.
  • Faktor produksi Modal: alat/mesin yang mempercepat dan mengefisienkan produksi.
  • Faktor produksi Kewirausahaan: kemampuan mengorganisasi faktor produksi dan mengambil risiko usaha.
  • Tenaga Kerja Terlatih (skilled): memiliki keahlian dari pendidikan formal, misalnya dokter dan insinyur.
  • Tenaga Kerja Terlatih dari Pengalaman (trained/untrained): keterampilan dari pengalaman lapangan tanpa pendidikan formal tinggi, misalnya montir.
  • Tenaga Kerja Tidak Terlatih (unskilled): tidak memerlukan keterampilan khusus, misalnya buruh bangunan.

Kegiatan Distribusi

  • Tahapan distribusi: pembelian dari produsen, pengelompokan barang, pembungkusan/pengemasan, pengangkutan, lalu pengantaran & penyaluran ke konsumen.
  • Hambatan distribusi: jarak geografis yang menaikkan biaya transportasi, serta infrastruktur (jalan, pelabuhan) yang kurang memadai.
  • Badan distribusi: agen, makelar (menjual dengan komisi tanpa menyimpan barang), komisioner (menjual dengan komisi dan memiliki barang), importir, eksportir, pedagang besar/grosir, dan pedagang eceran.
  • Sistem distribusi: langsung (produsen ke konsumen tanpa perantara), semilangsung (melalui grosir), dan tidak langsung (melalui agen/pengecer).

Kegiatan Konsumsi

Konsumsi adalah penggunaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan, yang mengurangi nilai guna barang tersebut.

  • Faktor ekonomi: tingkat pendapatan, harga barang dan jasa, serta ketersediaan barang di pasar.
  • Faktor non-ekonomi: jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, lokasi tempat tinggal, serta lingkungan sosial, budaya, agama, dan adat istiadat.

Pelaku Ekonomi

  • Rumah Tangga Keluarga/Konsumen (RTK): membeli barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari, menentukan permintaan pasar.
  • Rumah Tangga Produsen/Perusahaan (RTP): memproduksi dan mendistribusikan barang/jasa untuk konsumen.
  • Pemerintah: mengatur kebijakan ekonomi dan menyediakan fasilitas publik (Pasal 33 UUD NRI 1945).
  • Masyarakat Luar Negeri: berperan melalui kegiatan ekspor dan impor barang/jasa.
Info Seru IPS! — Perkembangan Ekonomi Indonesia

Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya yang mengandalkan perdagangan rempah internasional, ekonomi Indonesia terus berkembang lewat pengaruh Islam hingga kini tetap mengandalkan pertanian dan perdagangan sebagai penghasil rempah-rempah terbesar.

Tanya jawab

Berdasarkan penjelasan tersebut, mengapa perekonomian Kerajaan Sriwijaya dapat berkembang pesat?
Perekonomian Sriwijaya berkembang pesat karena letak geografisnya yang strategis di Selat Malaka, jalur perdagangan utama antara Cina, India, dan Arab, sehingga pelabuhannya ramai dan mendatangkan komoditas berharga seperti rempah-rempah.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →