Dalam kehidupan sehari-hari, bilangan digunakan untuk menyatakan jumlah, ukuran, suhu, posisi, atau bahkan keuntungan dan kerugian. Pada awalnya, hanya bilangan cacah yang dikenal, seperti 0, 1, 2, 3, dan seterusnya. Namun, dalam banyak situasi, bilangan cacah saja tidak cukup. Perhatikan contoh berikut yang memerlukan bilangan lebih luas: • Suhu udara yang berada di bawah nol derajat, seperti –3° C. • Utang yang dimiliki, misalnya utang Rp10.000, yang dapat dinyatakan sebagai –10.000. • Dalam permainan, skor yang hilang bisa menjadi nilai negatif. Berdasarkan kasus di atas, bilangan negatif diperlukan sebagai perluasan bilangan cacah. Bilangan ..., −5, −4, −3, −2, −1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, ... yang terdiri dari bilangan negatif dan bilangan cacah (nol dan bilangan positif) dinamakan bilangan bulat. Bilangan bulat dapat digambarkan pada garis bilangan sebagai berikut.
Apabila berada di titik 0 dan bergerak ke kanan sejauh 5 satuan, maka akan berada di titik 5. Begitu pula sebaliknya, apabila berada di titik 0 dan bergerak ke kiri sejauh 5 satuan, maka akan berada di titik −5.
Bilangan bulat juga dikenal sebagai bilangan cacah bertanda, karena setiap bilangan dapat memiliki tanda positif (+) atau negatif (–). Bilangan yang terletak di sebelah kanan nol pada garis bilangan disebut bilangan bertanda positif, sedangkan yang terletak di sebelah kiri nol disebut bilangan bertanda negatif. Bilangan yang diberi tanda berbeda, menyatakan situasi yang berlawanan.
Contoh Soal
Perbandingan Antara Dua Bilangan Bulat
Bilangan bulat yang terletak di bagian kanan lebih bernilai besar dari bilangan di sebelah kirinya.
Sebagai contoh 6 > 2. Demikian pula 6 > −2. Tetapi, −2 > −6 karena −6 terletak di sebelah kiri −2. Pada pertumbuhan tanaman, terdapat kesamaan yang selalu bertahan pada setiap tahap pertumbuhan.
Contoh Soal
Bilangan nol memiliki kisah panjang dalam sejarah matematika dunia. Bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno belum mengenal angka nol, hingga peradaban India memperkenalkan simbol untuk posisi kosong dalam sistem bilangan desimal. Pada abad ke-7, matematikawan India Brahmagupta, dalam karyanya Brahmasphutasiddhanta, menjadi orang pertama yang memberikan definisi formal tentang nol sebagai bilangan yang berdiri sendiri, menjelaskan aturan operasi penjumlahan, pengurangan, dan perkalian yang melibatkannya. Gagasan ini menyebar ke dunia Arab lalu Eropa, membentuk dasar sistem bilangan, desimal, dan aljabar modern yang digunakan hingga saat ini.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp